Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Salah satu adegan di film Spider-Man: Brand New Day (IMDb)
Ryan Farizzal

Spider-Man: Brand New Day menandai babak baru yang lebih dewasa bagi Peter Parker dalam Marvel Cinematic Universe. Film yang disutradarai Destin Daniel Cretton ini merupakan sekuel langsung dari Spider-Man: No Way Home (2021) dan menjadi film solo keempat Tom Holland sebagai Spider-Man. Dengan naskah karya Chris McKenna dan Erik Sommers, film berdurasi sekitar 145 menit ini mengangkat tema isolasi, pertumbuhan, serta penerimaan diri di tengah ancaman yang kompleks.

Di Indonesia, film ini mulai tayang di bioskop pada 29 Juli 2026, dua hari lebih awal daripada perilisan di Amerika Serikat yang dijadwalkan 31 Juli 2026. Kamu bisa menikmatinya di jaringan bioskop seperti Cinema XXI, CGV, dan lainnya, meskipun tanpa opsi IMAX karena slot layar tersebut masih ditempati film lain.

Sebuah Aksi Brutal Melawan Kegelapan Kota!

Salah satu adegan di film Spider-Man: Brand New Day (IMDb)

Empat tahun setelah peristiwa No Way Home, dunia telah melupakan identitas Peter Parker, termasuk Michelle MJ Jones-Watson (Zendaya) dan Ned Leeds (Jacob Batalon) yang kini menjalani kehidupan di M.I.T. Peter hidup sendirian di New York, mengabdikan dirinya sepenuhnya sebagai Spider-Man penuh waktu. Ia berjuang melawan kejahatan sehari-hari sambil menyaksikan dari jauh kemajuan teman-temannya melalui media sosial. Situasi menjadi lebih rumit ketika kekuatannya mengalami evolusi yang tidak terkendali—termasuk kemampuan menghasilkan jaring secara alami dari tubuhnya—disertai ancaman misterius berupa entitas pendendam yang berpindah-pindah antar tubuh.

Ancaman tersebut terkait dengan organisasi Damage Control yang dipimpin Bill Metzger (Tramell Tillman). Peter juga berinteraksi dengan Frank Castle alias The Punisher (Jon Bernthal), Bruce Banner/Hulk (Mark Ruffalo), Scorpion (Michael Mando), serta kelompok ninja The Hand, sementara Sadie Sink memerankan karakter misterius yang menjadi sumber konflik dan koneksi emosional.

Review Film Spider-Man: Brand New Day

Poster film Spider-Man: Brand New Day (IMDb)

Overall, Brand New Day menawarkan nada yang lebih berat dan dewasa dibandingkan trilogi sebelumnya. Humor ringan yang menjadi ciri khas era Jon Watts digantikan oleh fokus pada kesepian, kesehatan mental, dan tanggung jawab dewasa. Tom Holland memberikan penampilan emosional terbaiknya sebagai Peter yang rentan namun tetap bertekad. Kimia antara Holland, Zendaya, dan Batalon tetap terasa, meski dinamisnya berubah karena hilangnya ingatan.

Kolaborasi dengan Bernthal sebagai Punisher menghadirkan kontras menarik antara pendekatan moral Peter dan kekerasan Frank Castle, sementara elemen body horror serta kepemilikan memberikan nuansa segar. Kurasa, film ini sebagai Spider-Man live-action terbaik sejak era Sam Raimi, dengan skor Metacritic sekitar 70 yang menunjukkan penerimaan yang umumnya positif. Akan tetapi, film ini kukritik karena memikul beban narasi MCU yang lebih luas, sehingga terasa agak padat buat kamu yang kurang familiar dengan serial terkait.

Adegan aksi dalam film ini termasuk yang paling kuat di MCU dalam beberapa tahun terakhir. Koreografi yang cerdas, penggunaan efek praktis, serta pengaruh dari game Insomniac Spider-Man menghasilkan gerakan yang dinamis dan spektakuler. Salah satu adegan aksi paling seru adalah pertarungan Spider-Man melawan anggota The Hand. Dalam urutan yang mengingatkan pada gaya wire-fu Crouching Tiger, Hidden Dragon, Peter menghadapi ninja yang bergerak lincah di udara. Ia memanfaatkan jaring untuk menghancurkan senjata lawan, melompat antar bangunan, dan menguasai ruang tiga dimensi dengan presisi tinggi. Adegan ini memadukan kecepatan, ketegangan, serta visual yang memukau, menjadikannya puncak aksi yang memuaskan secara sinematik.

Selain itu, bentrokan dengan Scorpion dan interaksi dengan Punisher juga menonjol. Peter harus menyeimbangkan kekuatan barunya yang semakin liar sambil tetap berpegang pada prinsip tidak membunuh, menciptakan momen yang penuh ketegangan fisik dan moral.

Setelah menonton, adegan yang paling berkesan justru bukan sekadar aksi, melainkan momen emosional ketika Peter berhadapan dengan MJ dan Ned yang tidak mengenalinya. Keinginan Peter untuk mendekat, diiringi rasa sakit karena kehilangan koneksi yang pernah mendalam, menciptakan resonansi yang kuat. Adegan tersebut, ditambah keputusan Peter untuk menerima kekuatan dewasanya yang menakutkan, menutup arc pertumbuhan karakter dengan cara yang menyentuh. Film ini berhasil menyampaikan bahwa menjadi pahlawan bukan hanya tentang menyelamatkan kota, melainkan juga menerima identitas diri di tengah kesepian.

Spider-Man: Brand New Day berhasil menyajikan kisah yang lebih matang tanpa kehilangan semangat “friendly neighborhood Spider-Man.” Dengan aksi yang memukau, performa yang solid, dan tema yang relevan, film ini layak ditonton di bioskop sebagai penutup era tertentu sekaligus awal yang segar. Bagi penggemar yang telah mengikuti perjalanan Peter sejak Homecoming, pengalaman ini terasa seperti menyaksikan teman lama yang akhirnya tumbuh dewasa. So, pesan segera tiketnya dan selamat menonton ya, Sobat Yoursay! Rating pribadi: 8.5/10.