Masih banyak orang menganggap kebahagiaan sebagai sesuatu yang sulit diraih. Sebagian merasa harus memiliki pekerjaan ideal, pendapatan tinggi, pasangan yang sempurna, atau pengakuan sosial untuk dapat merasa bahagia.
Padahal, sering kali kebahagiaan justru terasa semakin jauh ketika terus dicari di luar diri. Gagasan inilah yang menjadi inti pembahasan dalam buku The Simple Way to Happiness: Bagaimana Membuat Hari-harimu Bahagia karya Shantika Ebi CH.
Diterbitkan oleh Anak Hebat Indonesia melalui imprint Psikologi Corner pada tahun 2017, buku setebal 200 halaman ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa sumber kebahagiaan sesungguhnya telah ada dalam diri setiap manusia sejak lahir. Namun, berbagai hambatan psikologis dan pola pikir yang keliru sering membuat seseorang tidak mampu merasakan kebahagiaan tersebut.
Isi Buku
Salah satu gagasan utama yang disampaikan penulis adalah bahwa penyebab ketidakbahagiaan lebih banyak berasal dari faktor internal dibandingkan faktor eksternal. Banyak orang menyalahkan keadaan, lingkungan, atau orang lain ketika merasa tidak bahagia. Padahal, menurut buku ini, sering kali akar masalahnya terletak pada pikiran, perasaan, dan sikap diri sendiri yang justru menolak hadirnya kebahagiaan.
Misalnya, seseorang mungkin memiliki keinginan untuk hidup tenang dan bahagia, tetapi pada saat yang sama terus memelihara rasa iri, kecemasan, kemarahan, atau ketidakpuasan. Akibatnya, muncul pertentangan antara apa yang diinginkan dengan kondisi mental yang sebenarnya. Dalam situasi seperti ini, kebahagiaan menjadi sulit dirasakan karena individu tersebut tanpa sadar menutup pintu bagi perasaan positif.
Buku ini juga membahas apa yang disebut sebagai “mitos kebahagiaan”. Mitos ini berupa keyakinan bahwa kebahagiaan hanya dapat diperoleh setelah mencapai sesuatu yang besar. Contohnya, seseorang merasa baru bisa bahagia jika memiliki rumah mewah, jabatan tinggi, atau kehidupan yang dianggap sempurna oleh masyarakat. Pola pikir semacam ini membuat kebahagiaan selalu ditempatkan di masa depan dan tidak pernah benar-benar dinikmati pada saat ini.
Kelebihan dan Kekurangan
Shantika Ebi CH mengajak pembaca untuk mempertanyakan kembali berbagai standar sosial yang selama ini diterima begitu saja. Apakah ukuran kebahagiaan yang kita gunakan benar-benar berasal dari diri sendiri, atau hanya hasil pengaruh lingkungan? Pertanyaan ini penting karena banyak orang menjalani hidup berdasarkan ekspektasi orang lain hingga melupakan kebutuhan emosional mereka sendiri.
Selain mengkritisi mitos kebahagiaan, buku ini juga mengajak pembaca mengevaluasi kebiasaan-kebiasaan yang tanpa disadari menjadi perusak kebahagiaan. Kebiasaan mengeluh, membandingkan diri dengan orang lain, terlalu fokus pada kekurangan, atau terus-menerus mengingat kegagalan masa lalu dapat menguras energi psikologis seseorang. Kebiasaan tersebut membuat individu sulit mensyukuri apa yang dimiliki dan akhirnya terjebak dalam lingkaran ketidakpuasan.
Penulis menegaskan bahwa apa yang diperoleh seseorang dalam hidup sering kali merupakan hasil dari apa yang ditanam dalam pikiran dan perilakunya. Jika seseorang terus menanam pesimisme, ketakutan, dan prasangka negatif, maka perasaan bahagia akan semakin sulit tumbuh. Sebaliknya, ketika seseorang mulai membangun pola pikir positif dan menerima dirinya apa adanya, kebahagiaan akan lebih mudah hadir.
Pesan Moral
Hal menarik dari buku ini adalah pendekatannya yang sederhana dan mudah dipahami. Penulis tidak menawarkan rumus rumit atau teori psikologi yang berat. Sebaliknya, pembaca diajak untuk berdamai dengan diri sendiri, mengenali potensi yang dimiliki, serta belajar menerima kenyataan hidup dengan lebih bijaksana. Kebahagiaan tidak diposisikan sebagai tujuan yang harus dikejar mati-matian, melainkan sebagai kondisi alami yang perlu diizinkan untuk muncul.
The Simple Way to Happiness menyampaikan pesan bahwa bahagia bukanlah sesuatu yang harus dicari jauh-jauh. Kebahagiaan sudah menjadi bagian dari diri manusia sejak lahir dan akan selalu ada sepanjang hidup. Tantangan sesungguhnya bukanlah menemukan kebahagiaan, melainkan menghilangkan berbagai hambatan yang menghalangi kehadirannya.
Melalui bahasa yang ringan dan reflektif, buku ini mengingatkan bahwa kebahagiaan sering kali hadir dalam hal-hal sederhana yang selama ini luput dari perhatian kita. Oleh karena itu, buku ini layak dibaca oleh siapa saja yang ingin memahami diri sendiri dan menjalani hidup dengan lebih damai, positif, dan bermakna.
Identitas Buku
- Judul: The Simple Way to Happiness: Bagaimana Membuat Hari-harimu Bahagia
- Penulis: Shantika Ebi CH
- Penerbit: Anak Hebat Indonesia
- Tahun Terbit: Agustus 2017
- ISBN: 978-602-6595-35-5
- Tebal: 200 halaman
- Kategori: Self-Help, Psikologi, Kebahagiaan
Tag
Baca Juga
-
Buku Pintar Kompas 2011: Potret Dinamika Indonesia dalam Satu Tahun
-
Bukan Asal, Menulis itu Ada Seninya! Membaca Buku Dunia Kata
-
Mengenali Sisi Maritim Indonesia di Buku Sejarah Laut Sulawesi Abad XIX
-
Registrasi Ulang Pelat Kendaraan: Pelayanan Publik atau Beban Administratif?
-
Anak Muda Harus Melek Politik: Tiap Kebijakan Menentukan Nasib Warga Negara
Artikel Terkait
Ulasan
-
Tidak Apa-Apa Sebab Kita Saling Cinta: Teman Kontemplasi di Larut Malam
-
The Little Sister: Ketika Iman dan Jati Diri Terjebak dalam Konflik yang Tak Terucapkan
-
Review The Smashing Machine: Kisah Nyata Paling Emosional di Ring MMA Dunia
-
Ulasan Film Main Vaapas Aaunga: Romantisme Pilu di Balik Tragedi Tahun 1947
-
Ketika Hijab Terasa Berat: Panduan Hati bagi Muslimah yang Sedang Berproses
Terkini
-
Maraknya Buzzer Pemburu Receh: Antara Miskin Ekonomi dan Miskin Harga Diri
-
D.O. EXO Konfirmasi Comeback Solo, Album Baru Dijadwalkan Rilis Agustus
-
Laptop Murah Rasa Premium, 5 Pilihan Terbaik untuk Mahasiswa
-
BBM di Indonesia Lebih Murah dari Singapura, tapi Apakah Lebih Terjangkau?
-
Bukan Sekadar Daur Ulang! Ini Strategi Baru Menekan Sampah Sebelum Menjadi Limbah