Tayangan televisi yang menawarkan ketenangan jiwa atau healing drama terus meningkat di tengah kepenatan aktivitas masyarakat urban modern. Salah satu yang menarik dari genre ini adalah Once Upon a Small Town, sebuah drama komedi romantis yang dirilis pada September 2022.
Drama orisinal KakaoTV ini juga didistribusikan secara global melalui Netflix dan diadaptasi dari novel web populer berjudul Accidental Country Diary karya Park Ha-min. Disutradarai oleh Kwon Seok-jang dan ditulis oleh Baek Eun-kyeong, drama sepanjang 12 episode ini menyajikan keindahan lanskap pedesaan Heedong yang asri.
Sinopsis Drama Once Upon a Small Town
Alur cerita berpusat pada Han Ji-yul (Choo Young Woo), seorang dokter hewan yang mengelola klinik hewan peliharaan modern di kota metropolitan Seoul bersama rekannya, Choi Yun-hyeong (Na Chul). Kehidupan Ji-yul yang teratur dan serba cepat mendadak berubah setelah menerima panggilan telepon dari kakeknya, Deok-jin.
Khawatir terjadi sesuatu yang buruk, Ji-yul bergegas menuju Desa Heedong. Namun, sesampainya di sana, ia mendapati bahwa kakek dan neneknya sebenarnya sengaja menjebaknya agar ia mau mengambil alih klinik hewan pedesaan milik sang kakek selama setengah tahun. Kakeknya melakukan hal tersebut demi memenuhi janji pernikahan emas yang dibuat lima puluh tahun lalu untuk mengajak sang nenek berlibur keliling Eropa sebelum mereka tutup usia.
Di Desa Heedong, Ji-yul langsung dipertemukan dengan Ahn Ja-young (Joy), seorang polisi wanita lokal yang ramah dan dicintai seluruh warga desa. Pertemuan pertama mereka diwarnai kesalahpahaman ketika Ja-young mencurigai Ji-yul sebagai penyusup di rumah kakeknya sendiri.
Seiring berjalannya waktu, keduanya terus dipertemukan dalam berbagai situasi darurat medis hewan ternak. Ji-yul yang terbiasa menangani anjing dan kucing di Seoul dipaksa beradaptasi dengan tantangan merawat sapi, kambing, hingga babi milik warga desa.
Di balik keceriaannya, Ja-young menyimpan luka masa lalu sebagai seorang anak yatim piatu. Sejarah masa kecil mereka pun perlahan terungkap. Setelah mengalami kecelakaan mobil tragis yang merenggut nyawa kedua orang tuanya, Ji-yul kecil sempat dikirim ke Heedong dan diselamatkan dari mobil ringsek oleh seorang pengemudi traktor bersama Ja-young.
Akibat trauma berat tersebut, Ji-yul sempat kehilangan kemampuan berbicara. Ja-young-lah yang menemani dan membantunya pulih dari kondisi bisu selektif itu sebelum Ji-yul akhirnya kembali ke Seoul. Ketika memori masa kecil ini kembali terbuka, benih-benih cinta pun mulai tumbuh di antara mereka.
Namun, perjalanan asmara mereka tidaklah mulus. Lee Sang-hyeon, sahabat masa kecil Ja-young yang mengelola kebun persik sekaligus kafe gratis di tengah ladang, telah lama memendam perasaan cinta sepihak pada Ja-young. Sang-hyeon merasa terancam dengan kehadiran Ji-yul dan tidak ragu menunjukkan sikap bermusuhan. Ketegangan semakin meningkat dengan kedatangan mantan kekasih Ji-yul dari Seoul, Choi Min, seorang dokter hewan laboratorium yang berusaha merebut kembali hati Ji-yul.
Kelebihan
Salah satu aspek paling menonjol dari drama ini adalah kemampuannya dalam menyajikan pelarian visual dari kejenuhan kehidupan urban. Sutradara Kwon Seok-jang memanfaatkan lanskap pedesaan Korea Selatan dengan sangat optimal melalui sinematografi yang cerah dan dipenuhi warna-warna alam yang hangat.
Aspek moralitas cerita ini juga menjadi nilai tambah. Once Upon a Small Town menyajikan narasi yang sepenuhnya bersih dari konten ofensif, menjadikannya tontonan yang sangat ramah keluarga. Fokus cerita pada interaksi penuh kasih sayang antara manusia dan hewan peliharaan maupun hewan ternak memberikan kehangatan tersendiri.
Akting para pemain juga layak mendapatkan apresiasi tinggi. Penampilan Choo Young-woo sebagai dokter hewan yang dingin namun perlahan melunak berhasil mengingatkan penonton pada penampilan masa muda aktor papan atas seperti Shin Sung-rok.
Sementara itu, Park Soo-young (Joy) berhasil membawakan karakter Ahn Ja-young dengan keceriaan alami yang mengingatkan penonton pada karakter ikonik Kim Go-eun dalam drama Goblin.
Kekurangan
Namun drama ini tidak luput dari kritik tajam mengenai orisinalitas plotnya. Cerita mengenai pemuda kota yang terpaksa menetap di desa, kemudian terlibat cinta segitiga dengan sahabat masa kecil sang gadis, dan memiliki rahasia masa lalu merupakan hal yang biasa (trope) dan sudah sangat sering digunakan dalam drama Korea sejenis.
Dengan durasi yang hanya berkisar 30 menit per episode dalam 12 episode, waktu penceritaan terasa sangat terbatas. Akibatnya, hubungan antara Ji-yul dan Ja-young terkesan terlalu lama berada dalam fase ketidakpastian dan konflik kecil. Ketika mereka akhirnya resmi berkencan, waktu yang tersisa untuk mengeksplorasi hubungan manis mereka sebagai sepasang kekasih sebelum drama berakhir dirasa terlalu singkat, sehingga mengurangi kepuasan emosional penonton.
Kesimpulan
Once Upon a Small Town berhasil membuktikan dirinya sebagai sebuah karya drama komedi romantis pedesaan yang mampu menghadirkan kehangatan dan kedamaian di tengah maraknya tayangan modern yang penuh dengan konflik berat.
Meskipun diwarnai oleh beberapa keterbatasan struktural seperti alur cerita yang klise, ritme perkembangan romansa yang lambat, serta penggambaran karakter pendukung yang terkadang terlalu mencampuri urusan pribadi, kekuatan sejati dari drama ini tetap terletak pada kesederhanaan penyampaian kisahnya.
Drama dengan total 12 episode ini sangat cocok dijadikan sebagai tontonan yang ringan atau penyegar pikiran di sela-sela kesibukan harian yang padat.
Baca Juga
-
Novel Delicious Lips: Berawal dari Rasa Turun ke Hati
-
Ulasan Drama Taxi Driver, Keadilan Hukum di Balik Taksi Mewah Misterius
-
Ulasan Drama Hometown Cha Cha Cha, Romansa Manis di Pesisir Desa Gongjin
-
Novel Utang dan Sampah Sesudah Pesta, Ketika Menolak Tunduk pada Realita
-
Ulasan Novel Halte Alam Baka, Pertemuan di Batas Dua Dunia yang Mengharukan
Artikel Terkait
Ulasan
-
Membaca Papua Lewat Memoria Passionis: Catatan Luka dari Timur Nusantara
-
Novel Kereta 4.50 dari Paddington: Trik Pembunuhan di Luar Nalar
-
Paradoks Kekerasan dan Agama dalam Film In the Hand of Dante
-
Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Menggugat Stigma Panti Jompo dan Makna Berbakti
-
Drama China Derailment: Penuh Plot Twist Mind Blowing atau Cuma Menjual Visual?
Terkini
-
Song Hye Kyo Resmi Akhiri Kontrak dengan UAA Setelah 14 Tahun Bersama
-
Suatu Malam bersama Tiga Peronda Misterius
-
Serial Anime RE:BEL ROBOTICA Resmi Diumumkan, Berlatar Shibuya Tahun 2050
-
Makin Hari Makin Terbukti, Qatar dan Arab Saudi Lolos ke Piala Dunia 2026 dengan Cara Ilegal
-
Gak Bikin Jerawat Meradang! Ini 4 Micellar Water untuk Kulit Acne-Prone