M. Reza Sulaiman | Windy Aritonang
Muhamad Edi Saputro, local hero desa Kemiren (Instagram/kangedai)
Windy Aritonang

Membangun sebuah desa tidak selalu dimulai dari kebijakan besar atau pembangunan fisik, perubahan justru tumbuh dari kepedulian masyarakat yang memilih untuk terlibat dan melihat potensi di lingkungannya sendiri. 

Hal tersebut tercermin dari perjalanan Muhammad Edi Saputro, atau yang akrab disapa Kang Edai, dalam mengembangkan Desa Kemiren, Banyuwangi. 

Sebagai warga lokal sekaligus Ketua Desa Wisata Osing, Kang Edai mengambil peran sebagai salah satu penggerak dalam pengembangan desa melalui program Desa Sejahtera Astra sejak 2024. 

Bagi Kang Edai, keputusan untuk tetap membangun Kemiren berangkat dari keinginan sederhana sebagai warga lokal. Ia ingin desanya tidak hanya dikenal karena kebudayaan Osing, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang tinggal di dalamnya. 

“Keinginan saya pribadi sebagai warga lokal untuk memajukan Desa Kemiren, agar membuka lapangan pekerjaan, dan tetap melestarikan kebudayaan,” ujar Kang Edai saat diwawancarai virtual pada Sabtu, (8/8/2026).

Kemiren sebenarnya telah dikenal sebagai desa wisata sebelum menjadi bagian dari program Desa Sejahtera Astra. Karena itu, kehadiran Astra bukan berarti memulai pembangunan dari awal. 

Sejak dahulu desa kemiren telah memiliki potensi wisata, budaya, serta masyarakat yang aktif. Yang berubah setelah adanya pendampingan Astra adalah adanya dukungan terhadap program yang lebih berkelanjutan, termasuk pendanaan dan arahan pengembangan. 

Hubungan tersebut diperkuat melalui kerja sama yang menjadikan Kemiren sebagai salah satu desa binaan Astra.

Dukungan dari program DSA tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan apa yang sudah dimiliki Kemiren. 

Program Desa Sejahtera Astra kemudian dijalankan melalui empat bidang, yaitu kewirausahaan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. 

Setiap bidang memiliki penanggung jawab masing-masing sehingga masyarakat dapat bergerak sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada. 

Kang Edai turut menjaga agar berbagai bidang tersebut dapat berkembang dan pada akhirnya saling terhubung.

Dari keempat bidang program DSA, kewirausahaan menjadi salah satu yang paling berkembang di Desa Kemiren. Hal ini tidak terlepas dari potensi Kemiren sebagai desa wisata. 

Pengembangan usaha diarahkan melalui paket wisata dan budaya yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam kegiatan pariwisata. 

Budaya Osing tidak hanya menjadi sesuatu yang ditampilkan kepada wisatawan, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat.

Perkembangan tersebut penting karena salah satu alasan dirinya bertahan membangun desa adalah keinginan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kemiren.

Namun, kemajuan ekonomi tidak ingin ia lihat sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan di desa Kemiren. 

Pendidikan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Kemiren, program di bidang pendidikan diarahkan pada kegiatan edukasi, terutama yang berkaitan dengan kebudayaan. 

Generasi muda diperkenalkan dengan potensi daerahnya agar perkembangan zaman tidak membuat mereka semakin jauh dari identitas sendiri.

Anak muda di desa Kemiren memiliki potensi yang besar dalam beberapa bidang tertentu, ada yang bergerak di bidang pariwisata dan budaya, olahraga, seni, maupun kegiatan lainnya. 

Semangat menjaga identitas juga terlihat dari cara Kang Edai memandang budaya Osing. Menurutnya, budaya bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi masyarakat. Karena itu, melestarikan budaya bukan berarti mempertahankan seluruh kebiasaan masa lalu secara utuh. 

Kemiren memilih beberapa bagian yang dianggap penting untuk dijaga, salah satunya rumah adat Osing. Dengan cara tersebut, kebudayaan tetap memiliki ruang untuk berkembang tanpa kehilangan akar sejarahnya.

Selain pendidikan, kesehatan menjadi bidang yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Program di bidang kesehatan berfokus pada Posyandu dan fasilitas kesehatan masyarakat. 

Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah Posyandu Desa Kemiren yang berhasil meraih juara pertama tingkat Provinsi dalam kategori Posyandu Kreatif. 

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang pariwisata, tetapi juga tentang kualitas kehidupan masyarakat.

Pengembangan pariwisata membutuhkan lingkungan yang terawat sehingga masyarakat mulai diarahkan pada pengelolaan sampah. 

Program lingkungan yang dijalankan desa Kemiren salah satunya adalah dalam  pembuatan pupuk organik dan pemilahan sampah plastik. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Kemiren untuk menjaga agar perkembangan desa wisata tetap berjalan bersama kepedulian terhadap lingkungan.

Kang Edai mengakui bahwa menyatukan empat bidang tersebut bukan perkara mudah, setiap tujuan pasti memiliki tantangan. Untuk menyatukan keempat program ini bukanlah hal yang mudah agar program tersebut tetap berkelanjutan dan berdampak bagi desa Kemiren.

Saat ini, kewirausahaan memang menjadi bidang yang paling menonjol, tetapi ia melihat pariwisata dapat menjadi pintu masuk untuk mengembangkan tiga bidang lainnya. 

Pariwisata dapat membuka peluang ekonomi, menjadi sarana pendidikan budaya, mendorong kebersihan lingkungan, sekaligus mendukung kehidupan masyarakat.

Agar pembangunan desa tidak seumur jagung, Kang Edai mengingatkan pentingnya mengenali potensi lokal sejak awal dan menyelaraskannya dengan kondisi nyata di masyarakat. 

Pendekatan tersebut membuat program tidak sekadar mengikuti tren, tetapi benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.

Perubahan yang terjadi di Kemiren juga tidak semuanya dapat diukur melalui angka, tetapi perubahan yang justru terasa dalam kehidupan sehari-hari. 

Desa yang dahulu dianggap biasa mulai memiliki nilai lebih karena potensi budaya dan pariwisatanya semakin dikenal. 

Harapan untuk melangsungkan keberhasilan program ini, dibangun melalui langkah yang dilakukan bersama, mulai dari menjaga budaya, membuka peluang usaha, memperkuat pendidikan, meningkatkan kesehatan, hingga merawat lingkungan.

Perjalanan Kang Edai dalam membawa perubahan di desa kemiren, dapat dimulai dari kepedulian seorang warga terhadap tempat tinggalnya sendiri. 

Astra hadir memberikan pendampingan dan dukungan, tetapi masyarakat Kemiren tetap menjadi bagian utama dari proses tersebut. 

Di tangan orang-orang seperti Kang Edai, potensi desa tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diberi kesempatan untuk tumbuh mengikuti zaman.

Dari Kemiren, langkah kecil seorang warga lokal menjadi bagian dari perjalanan yang lebih besar menuju desa yang mandiri, berdaya, dan tetap bangga pada akar budayanya.