Lintang Siltya Utami | Ukhro Wiyah
A Shop for Killers (IMDb)
Ukhro Wiyah

"Jika suatu hari nanti aku pergi, ingatlah semua yang kuajarkan padamu selama ini."

Saya rasa sepertinya kalimat itulah yang ingin disampaikan oleh Jeong Jin-man (Lee Dong-wook) kepada ponakannya, Jeong Ji-an (Kim Hye-jun), di drama A Shop for Killers. Sejak Ji-an kecil, sang paman memang tidak pernah menunjukkan kasih sayangnya melalui perhatian atau kata-kata manis. Jin-man justru selalu mendidik Ji-an agar tumbuh menjadi gadis yang kuat, bahkan melatihnya untuk bertahan hidup di dunia yang penuh bahaya.

Seiring berjalannya waktu, Ji-an semakin dewasa. Ia bahkan sempat tinggal terpisah dari pamannya dan menjalani hidup tenang sambil kuliah. Namun, hidupnya berubah total ketika secara mendadak ia memperoleh kabar bahwa Jeong Jin-man ditemukan meninggal dunia. Situasi itu akhirnya membuat Ji-an harus kembali ke rumah masa kecil yang ia tinggali bersama sang paman yang membesarkannya selama ini.

Namun, setelah urusan pemakaman selesai, alangkah terkejutnya Ji-an saat mendapati pamannya ternyata menjalankan bisnis rahasia di dark web bernama Murthehelp. Yang lebih mengagetkan bagi Ji-an, platform tersebut menjual berbagai perlengkapan kepada para pembunuh bayaran.

Sejak itulah hidup Ji-an berubah menjadi mimpi buruk. Ji-an sebagai satu-satunya keluarga Jin-man yang tersisa kini harus menjadi target. Rumah yang ia tinggali berubah menjadi medan pertempuran ketika para pembunuh profesional berdatangan. Dalam situasi yang rumit itu, satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan mengingat kembali semua latihan dan nasihat yang pernah diberikan Jin-man.

Sebagai penikmat genre thriller, saya suka bagaimana drama ini langsung membuka ceritanya dengan adegan aksi yang menegangkan. Sejak episode pertama, kita langsung diperlihatkan ancaman yang datang silih berganti. Dari openingnya saja, sudah ada adegan pertarungan yang cepat dan intens. Tak ketinggalan, adegan tembak-tembakan juga turut mengawali kisah Jin-man dan Ji-an di drama ini.

A Shop for Killers cenderung menggunakan alur maju mundur. Di sela-sela pertarungan yang menegangkan, kita diajak melihat masa kecil Ji-an hingga ia tumbuh dewasa. Potongan-potongan adegan itulah yang kemudian banyak menjelaskan hubungan Ji-an dengan Jin-man sekaligus menjelaskan alasannya dibesarkan dengan cara yang tidak biasa oleh pamannya. Meskipun demikian, alurnya tetap bisa diikuti dengan mudah karena penggunaan flashback yang rapi.

Selain punya adegan laga yang intens dengan atmosfer penuh ketegangan, drama ini juga memperlihatkan hubungan antara Ji-an dan Jin-man. Jin-man memang dikenal sebagai sosok yang dingin dan jarang mengungkapkan perasaan. Namun, setiap keputusan yang ia ambil sebenarnya berangkat dari keinginannya untuk melindungi keponakannya. Ia sadar dirinya hidup di dunia yang berbahaya, sehingga memilih membekali Ji-an dengan kemampuan bertahan hidup daripada membesarkannya dalam rasa aman yang semu.

Kemudian jika berbicara soal akting, di drama ini Lee Dong-wook berhasil menampilkan karakter Jin-man dengan sangat baik. Tatapan yang tenang dan pembawaannya yang dingin membuat karakter ini terasa misterius sepanjang cerita. Di sisi lain, Kim Hye-jun juga tampil maksimal sebagai Ji-an. Meskipun awalnya sempat takut, gemetar, bahkan kebingungan ketika menghadapi serangan mendadak, perlahan ia belajar berpikir tenang dan memanfaatkan semua hal yang pernah diajarkan pamannya.

Sementara itu, dari segi alur, A Shop for Killers cenderung memiliki ritme cerita yang cukup padat. Sebagian penonton merasa bagian kilas balik masa kecil dan latihan yang dijalani Ji-an terlalu lambat. Namun, menurut saya pribadi, itu memang diperlukan untuk menjelaskan hubungan Ji-an dengan pamannya sekaligus memahami perkembangan karakter Ji-an. Selain itu, adegan aksi yang ditampilkan di drama juga menjadi salah satu daya tarik terbesarnya. Koreografi yang ditunjukkan terasa tidak monoton dan realistis.

Hal lainnya yang saya sukai di A Shop for Killers adalah bagaimana drama ini berbicara tentang kepercayaan. Sejak keponakannya masih kecil, Jin-man selalu percaya bahwa Ji-an mampu bertahan di berbagai situasi sulit. Sementara Ji-an sendiri perlahan memahami bahwa berbagai latihan keras yang dulu terasa berlebihan ternyata adalah bentuk kasih sayang dan perlindungan diri yang memang sengaja dipersiapkan oleh sang paman untuk masa depannya.

Kalau Sobat Yoursay menyukai drama aksi dengan alur cepat, penuh misteri, dan memiliki hubungan antarkarakter yang kuat, A Shop for Killers layak masuk watchlist. Delapan episodenya berhasil menghadirkan ketegangan yang konsisten sekaligus menyampaikan pesan bahwa kasih sayang tidak selalu ditunjukkan lewat kata-kata. Kadang bisa pula diberikan melalui "pelajaran" yang mungkin baru akan kita pahami di masa depan.