Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster serial The Day of the Jackal (IMDb)
Ryan Farizzal

The Day of the Jackal merupakan serial thriller mata-mata Britania Raya yang diadaptasi secara modern dari novel klasik Frederick Forsyth tahun 1971 serta film legendaris tahun 1973. Dibuat oleh Ronan Bennett dan disutradarai antara lain oleh Brian Kirk, serial 10 episode ini dibintangi Eddie Redmayne sebagai pembunuh bayaran misterius yang dikenal sebagai The Jackal (Alexander Duggan) serta Lashana Lynch sebagai Bianca Pullman, agen MI6 yang gigih mengejarnya. Serial ini tayang perdana pada November 2024 di Sky Atlantic (Britania Raya) dan Peacock (Amerika Serikat), kemudian diperbarui untuk musim kedua.

Intrik Agen Rahasia di Dunia yang Berbahaya

Salah satu adegan di serial The Day of the Jackal (IMDb)

Cerita berlatar masa kini. The Jackal, seorang mantan personel pasukan khusus yang sangat terampil dalam menyamar dan menembak jarak jauh, melaksanakan pembunuhan terhadap seorang politisi sayap kanan Jerman dengan tembakan dari jarak lebih dari 3.800 meter. Aksi tersebut menarik perhatian Bianca, pakar senjata api di MI6.

Sementara itu, The Jackal menerima kontrak baru yang jauh lebih besar: membunuh seorang miliarder teknologi yang akan merilis perangkat lunak bernama River yang mampu menelusuri aliran uang global secara transparan. Pengejaran pun berlangsung lintas Eropa—dari Munich, London, Tallinn, hingga Kroasia—dengan ketegangan yang terus meningkat.

Kekuatan utama serial ini terletak pada penampilan Eddie Redmayne. Ia berhasil menampilkan sisi dingin, metodis, dan sekaligus manusiawi dari seorang pembunuh profesional. The Jackal bukan sekadar mesin pembunuh; ia memiliki kehidupan rumah tangga dengan Nuria (Úrsula Corberó) dan anak mereka. Kontras antara ketenangan profesionalnya dan kerentanan pribadi menciptakan lapisan moral yang menarik. Lashana Lynch memberikan penyeimbang yang setara. Bianca digambarkan sebagai agen yang kompeten namun terbebani konflik antara tugas dan keluarga, sehingga keduanya menjadi bayangan cermin satu sama lain: sama-sama terobsesi dengan pekerjaan hingga mengorbankan kehidupan pribadi.

Review Serial The Day of the Jackal

Salah satu adegan di serial The Day of the Jackal (IMDb)

Sutradara dan penulis berhasil mempertahankan nuansa ketegangan klasik ala Forsyth sambil menambahkan elemen kontemporer seperti teknologi finansial, jaringan oligarki, dan operasi intelijen modern. Adegan-adegan penyusunan rencana, pembuatan senjata khusus, serta penyamaran ditampilkan dengan detail yang teliti tanpa terasa berlebihan. Visual yang rapi, sinematografi yang elegan, serta skor musik yang menegangkan memperkuat atmosfer. Kritik yang muncul umumnya menyoroti panjangnya beberapa episode tengah yang terasa sedikit melambat, namun keseluruhan arc cerita tetap kohesif dan memuaskan hingga finale.

Berdasarkan data platform streaming terkini, The Day of the Jackal telah tersedia untuk ditonton di HBO Max (Max) di wilayah Indonesia. Serial ini masuk katalog Max Asia, termasuk pasar Asia Tenggara. Kamu dapat mengakses seluruh sepuluh episode musim pertama melalui langganan Max dengan berbagai paket yang tersedia.

Adegan pembuka yang paling berkesan adalah pembunuhan politisi Jerman. The Jackal terlebih dahulu menembak anak target hanya untuk melukai, memaksa sang ayah datang ke rumah sakit. Dari jarak ekstrem yang hampir mustahil, ia melepaskan satu tembakan mematikan.

Rangkaian persiapan yang tenang, penggunaan penyamaran sebagai petugas kebersihan, hingga momen tembakan itu sendiri menyampaikan presisi dan ketenangan karakter secara luar biasa. Adegan ini langsung menetapkan standar kualitas serial dan meninggalkan kesan mendalam mengenai kemampuan The Jackal.

Adegan lain yang sulit dilupakan adalah pertarungan cat-and-mouse di Tallinn serta konfrontasi final yang melibatkan elemen visual kuat, termasuk penggunaan cermin dua arah dengan pencahayaan kontras. Selain itu, momen ketika The Jackal harus menyeimbangkan antara misi dan kehidupan keluarganya, terutama ketika rahasianya mulai terungkap kepada Nuria, memberikan kedalaman emosional yang jarang ditemukan pada thriller aksi. Adegan pengujian senjata dengan melon—sebuah penghormatan kepada film asli—juga menjadi titik yang membekas karena kesederhanaannya yang mengerikan.

Secara keseluruhan, The Day of the Jackal berhasil memperbarui kisah klasik menjadi thriller modern yang cerdas, menegangkan, dan dimotori oleh penampilan kuat dua pemeran utamanya. Serial ini layak ditonton bagi penggemar genre mata-mata yang menghargai perencanaan teliti, moralitas abu-abu, dan aksi yang tidak bergantung semata-mata pada ledakan. Dengan ketersediaan di Max Indonesia, kini kamu dapat menikmati seluruh musim pertama tanpa hambatan. Musim kedua yang telah dikonfirmasi semakin menambah antisipasi terhadap kelanjutan cerita. Rating pribadi: 8/10.