Lintang Siltya Utami | Dini Sukmaningtyas
Drama Korea The Atypical Family (Netflix)
Dini Sukmaningtyas

Bagaimana jika seseorang memiliki kekuatan super, tetapi tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri? Pertanyaan tersebut menjadi premis yang ditawarkan The Atypical Family. Drama Korea ini tidak menempatkan kemampuan supernatural sebagai solusi atas semua masalah yang dihadapi oleh karakternya.

Bok Gwi Ju (diperankan Jang Ki Yong) punya kemampuan untuk kembali ke masa lalu, tetapi hanya ke momen bahagia yang pernah dialaminya. Kemampuan tersebut terdengar menyenangkan, sampai penonton melihat bagaimana Gwi Ju justru terjebak dalam kenangan setelah mengalami kehilangan. Dari sini, The Atypical Family mulai menunjukkan bahwa kekuatan super pun bisa terasa tidak berarti bagi seseorang yang sedang berjuang dengan kondisi emosionalnya.

Kekuatan Super sebagai Gambaran Luka Psikologis

Keluarga Bok terlahir dengan kemampuan yang berbeda-beda. Meskipun bisa kembali ke masa lalu, Bok Gwi Ju tidak dapat mengubah kejadian apa pun. Kemampuan tersebut akhirnya menjadi semakin menyakitkan setelah ia mengalami kehilangan besar dalam hidupnya.

Gwi Ju mengalami depresi yang membuatnya kehilangan kemampuan tersebut. Bagi saya, bagian ini menjadi salah satu gagasan menarik yang diusung The Atypical Family. Hal serupa juga terjadi pada anggota keluarga lainnya. Bok Man Heum (diperankan Ko Du Sim) memiliki kemampuan melihat masa depan melalui mimpi, tetapi mengalami insomnia.

Sementara itu, Bok Dong Hee (diperankan Claudia Kim) bisa terbang, tetapi kehilangan kemampuannya setelah mengalami perubahan berat badan yang berkaitan dengan persoalan pola makan. Sementara itu, Bok I Na (diperankan Park So Yi) memiliki kemampuan membaca pikiran melalui kontak mata, tetapi justru kesulitan membangun hubungan dengan orang lain.

Kekuatan yang dimiliki setiap karakter seperti menjadi gambaran dari kondisi mereka masing-masing. Kemampuan supernatural tidak berdiri terpisah dari kehidupan karakter, tetapi ikut terpengaruh oleh masalah yang mereka hadapi.

Hubungan yang Tumbuh dari Sebuah Kehilangan

Kehadiran Do Da Hae (diperankan Chun Woo Hee) menjadi titik balik bagi keluarga Bok. Pada awalnya, Da Hae datang dengan motif yang tidak sepenuhnya jujur. Ia merupakan bagian dari skema pernikahan yang membuat keluarga Bok menjadi sasaran. Namun, semakin jauh cerita berjalan, hubungan Da Hae dengan Gwi Ju berkembang menjadi lebih kompleks.

Saya menyukai cara drama ini membangun hubungan keduanya secara bertahap. Gwi Ju masih dihantui kehilangan dan rasa bersalah, sedangkan Da Hae memiliki pengalaman masa lalu yang membuatnya sulit percaya begitu saja. Oleh karena itu, hubungan mereka terasa lebih realistis dan tidak berjalan mulus sejak awal.

Chemistry Jang Ki Yong dan Chun Woo Hee juga menjadi salah satu daya tarik drama ini. Keduanya mampu membangun interaksi yang terasa emosional tanpa harus selalu menampilkan adegan romantis. Hubungan mereka berkembang melalui proses saling memahami yang membuat ceritanya terasa lebih natural.

Kelebihan dan Kekurangan The Atypical Family

Salah satu kelebihan The Atypical Family adalah keberaniannya menggunakan konsep fantasi untuk membahas hal-hal yang realistis. Drama ini menunjukkan bahwa manusia tetap bisa merasa tidak berdaya meski memiliki kemampuan luar biasa.

Saya juga menyukai cara drama ini menggambarkan Bok I Na. Sebagai remaja yang dapat membaca pikiran, ia justru mengalami kesulitan memahami orang lain secara normal. Superpower-nya membuat kehidupan sosialnya semakin rumit.

Namun, di sisi lain, ritme drama ini mulai kurang stabil menjelang beberapa episode terakhir. Konflik yang sebelumnya terasa menarik mulai menggunakan pola yang lebih mudah ditebak. Permainan dengan perjalanan waktu juga berpotensi membuat penonton mempertanyakan logika cerita, terutama karena drama mulai memasukkan konsep paradoks serta hubungan sebab-akibat yang cukup rumit.

Selain itu, ada beberapa bagian yang menurut saya kurang pas dengan suasana ceritanya. Musik yang digunakan di beberapa adegan terasa kurang cocok sehingga sedikit mengurangi suasana emosional. Penggunaan prostetik pada karakter Dong Hee juga cukup mengundang perhatian karena berkaitan dengan isu berat badan, pola makan, dan cara seseorang melihat tubuhnya sendiri.

Meski memiliki beberapa kekurangan, menurut saya The Atypical Family tetap menjadi drama yang menarik untuk ditonton. Alurnya memang tidak sempurna, tetapi konsep yang ditawarkan cukup berbeda dari drama fantasi pada umumnya.