Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster film Hai Jawani Toh Ishq Hona Hai (IMDb)
Ryan Farizzal

Hai Jawani Toh Ishq Hona Hai merupakan film komedi romantis berbahasa Hindi tahun 2026 yang disutradarai oleh David Dhawan dan diproduksi oleh Ramesh Taurani di bawah bendera Tips Films. Film ini dibintangi Varun Dhawan sebagai Jass (atau Jaswinder/Jas Ahuja), Mrunal Thakur sebagai Bani (Baani), serta Pooja Hegde sebagai Preet, dengan dukungan dari Maniesh Paul, Jimmy Shergill, Chunky Panday, Mouni Roy, Rakesh Bedi, Johnny Lever, Rajpal Yadav, dan sejumlah pemeran pendukung lainnya. Diputar di bioskop mulai 5 Juni 2026 dengan durasi sekitar 2 jam 16 menit, film ini menghadirkan formula khas David Dhawan: kesalahpahaman berlapis, romansa yang kacau, karakter berlebihan, serta humor situasional yang mengingatkan pada karya-karyanya di era 1990-an.

Kisah Fotografer yang Terjebak Asmara Rumit

Salah satu adegan di film Hai Jawani Toh Ishq Hona Hai (IMDb)

Alur cerita berpusat pada Jass, seorang fotografer pernikahan yang penuh semangat dan mendambakan kehidupan keluarga lengkap dengan anak-anak. Pernikahannya selama lima tahun dengan Bani, wanita ambisius yang lebih fokus pada karier, mengalami ketegangan karena perbedaan prioritas tersebut. Mereka menjalani masa pendinginan sebelum perceraian. Dalam periode itu, Jass pergi ke luar negeri (London atau wilayah sekitarnya) dan bertemu Preet.

Hubungan baru berkembang dengan cepat. Situasi berubah drastis ketika kedua perempuan—mantan istri yang masih sah secara hukum dan kekasih baru—mengumumkan kehamilan pada waktu yang hampir bersamaan. Jass terjebak dalam jaring kebohongan, bergegas di antara dua dunia, menghadapi ancaman dari saudara Preet yang temperamental (diperankan Jimmy Shergill), serta berbagai komplikasi komedi yang semakin absurd, termasuk keterlibatan tokoh-tokoh pendukung yang menambah kekacauan.

Review Film Hai Jawani Toh Ishq Hona Hai

Salah satu adegan di film Hai Jawani Toh Ishq Hona Hai (IMDb)

Dari segi penampilan, Varun Dhawan menampilkan energi tinggi dan komitmen penuh terhadap gaya komedi fisik serta ekspresi berlebihan yang menjadi ciri khas kolaborasinya dengan ayahnya. Ia berusaha meniru semangat tokoh-tokoh komedi klasik Bollywood, meski penampilannya kadang terlalu sadar diri atau kurang spontan dibandingkan pendahulunya.

Mrunal Thakur memberikan nuansa yang lebih berpijak pada emosi dan konflik internal karakter Bani, sementara Pooja Hegde menghadirkan daya tarik visual dan energi segar sebagai Preet. Pemeran pendukung, khususnya Maniesh Paul sebagai sahabat, serta cameo-cameo veteran seperti Mouni Roy (dalam peran yang memicu salah satu twist paling mencolok), Johnny Lever, dan Rajpal Yadav, kerap menjadi sumber tawa yang lebih efektif.

Sutradara David Dhawan, dalam apa yang disebut sebagai salah satu proyek terakhirnya, mengandalkan tempo cepat, potongan adegan yang mengikuti punchline, serta dialog berima khas Farhad Samji dan skenario Yunus Sajawal. Musik menjadi elemen penting, dengan kontribusi dari Tanishk Bagchi, Javed-Mohsin, White Noise Collectives, dan lainnya. Lagu-lagu seperti Wow, Vyah Karwado Ji, Chunnari Chunnari, Tera Ho Jaun, dan title track yang merujuk pada karya sebelumnya memberikan warna ceria dan mendukung suasana ringan.

Kekuatan film terletak pada semangat hiburan massal yang tidak berpura-pura intelektual: kekacauan situasional, tarian energik, serta momen-momen absurd yang mengajakku melepaskan logika. Akan tetapi, kelemahannya juga jelas. Banyak lelucon terasa usang, plot mengulang formula dari film-film Dhawan sebelumnya (seperti Saajan Chale Sasural), dan beberapa elemen humor dinilai kurang relevan dengan selera kontemporer. Film ini kupuji karena energi Varun dan potongan komedi pendukung, sementara kritik utamaku menyoroti ketiadaan kesegaran dan kecenderungan yang berlarut, sih.

Mengenai ketersediaan streaming, film ini resmi tersedia secara eksklusif di platform ZEE5 mulai 31 Juli 2026, sekitar delapan minggu setelah rilis bioskop. Penonton di Indonesia atau wilayah lain dapat mengaksesnya melalui aplikasi atau situs resmi ZEE5 dengan langganan yang berlaku. Informasi ini dikonfirmasi oleh berbagai sumber resmi dan liputan media setelah debut digitalnya.

Salah satu adegan paling romantis yang menonjol adalah perkembangan hubungan Jass dan Preet di luar negeri. Momen-momen kebersamaan mereka, termasuk interaksi ringan yang diiringi lagu romantis seperti Tera Ho Jaun, menggambarkan ketertarikan spontan dan kehangatan baru di tengah keretakan pernikahan sebelumnya. Suasana tersebut memberikan jeda emosional sebelum kekacauan utama meledak, menampilkan sisi lebih lembut dari karakter Jass yang biasanya didominasi komedi.

Adegan yang paling kuingat adalah puncak kekacauan ketika kedua kehamilan diumumkan hampir bersamaan, diikuti upaya Jass menyembunyikan fakta dari masing-masing pihak. Urutan di apartemen atau lokasi yang memaksa tokoh utama berlari bolak-balik, berbohong secara berlapis, serta kehadiran Mouni Roy dalam peran yang sangat tidak terduga sehingga menjadi highlight komedi yang paling absurd sih kalau menurutku. Momen-momen ini menangkap esensi gaya David Dhawan: logika dikorbankan demi tawa situasional yang berlebihan.

Secara keseluruhan, Hai Jawani Toh Ishq Hona Hai adalah hiburan ringan yang cocok bagi penonton yang menghargai komedi Bollywood klasik dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Bagi yang mencari narasi segar atau humor yang lebih tajam, film ini mungkin terasa kurang memuaskan. Akan tetapi, bagi penggemar energi Varun Dhawan dan formula keluarga yang kacau-balau, pengalaman menontonnya—terutama sekarang tersedia di ZEE5—tetap menawarkan tawa sesaat dan nostalgia. Dengan runtime yang cukup panjang, film ini paling dinikmati tanpa terlalu banyak harapan akan kedalaman, melainkan sebagai pelarian yang berwarna dan riuh. Rating pribadi: 7.7/10.