Masa muda sering dianggap sebagai fase paling bebas dalam kehidupan. Saat energi melimpah, pertemanan semakin luas, dan keinginan mencoba berbagai hal terasa begitu besar. Namun, kebebasan tanpa arah juga dapat menjadi jebakan. Lingkungan pergaulan, gaya hidup, dan dorongan mengikuti tren bisa membuat seseorang perlahan menjauh dari nilai yang sebenarnya ingin dipertahankan.
Pertanyaan itulah yang menjadi salah satu kegelisahan dalam buku Yuk Gaul! (Gaya Ala Rasul): Selagi Muda, Kenapa Nggak? karya Wildan Fuady. Buku yang diterbitkan PT Elex Media Komputindo pada 2015 ini terdiri atas 194 halaman. Dengan gaya bahasa yang ringan, akrab, dan dekat dengan keseharian anak muda, buku ini mencoba membicarakan satu hal penting: bagaimana menjalani masa muda dengan tetap memiliki arah spiritual.
Buku ini lahir dari kegelisahan seorang santriyang mana di buku ini penulis tidak sekadar berbicara tentang larangan dan kewajiban agama secara kaku. Sebaliknya, pembaca diajak melihat bahwa menjalani kehidupan sesuai tuntunan Islam bukan berarti harus kehilangan kesenangan, pertemanan, kreativitas, atau kesempatan menikmati masa muda.
Isi Buku
Gagasan utama buku ini terasa menarik karena membalik cara pandang tentang istilah “gaul”. Gaul tidak harus identik dengan mengikuti semua tren, mengejar pengakuan sosial, atau berbaur tanpa batas. Menjadi gaul juga dapat berarti mampu bergaul secara cerdas, memilih lingkungan yang baik, memiliki tujuan hidup, sekaligus menjadikan Rasulullah saw. sebagai teladan.
Bagi penulis, lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan seseorang. Kebiasaan buruk sering kali tumbuh karena seseorang berada di lingkungan yang mendukung perilaku tersebut. Sebaliknya, pergaulan dengan orang-orang yang memiliki tujuan hidup dapat mendorong seseorang menjadi lebih positif.
Gagasan itu selaras dengan pesan yang berulang kali ditekankan dalam buku: perubahan kehidupan harus dimulai dari diri sendiri. Penulis mengutip QS Ar-Ra'd ayat 11 tentang perubahan keadaan suatu kaum yang berkaitan dengan perubahan apa yang ada dalam diri mereka. Pesannya sederhana, tetapi relevan bagi anak muda: jangan terus menyalahkan keadaan jika kita sendiri tidak berusaha mengubah arah hidup.
Buku ini juga menghadirkan Rasulullah saw. sebagai figur utama yang layak dijadikan sumber inspirasi. Dalam QS Al-Ahzab ayat 21 disebutkan bahwa pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah dan hari akhir serta banyak mengingat-Nya.
Kelebihan dan Kekurangan
Di sinilah kekuatan utama Yuk Gaul! Buku ini berusaha mendekatkan sosok Rasulullah kepada pembaca muda melalui bahasa yang tidak terlalu formal. Rasulullah tidak hanya diperkenalkan sebagai figur sejarah atau tokoh agama, tetapi sebagai teladan kehidupan yang dapat dipelajari karakter, sikap, perjuangan, dan kecintaannya kepada umat.
Pesan tersebut terasa semakin relevan ketika anak muda menghadapi begitu banyak pilihan. Media sosial membuat seseorang mudah membandingkan dirinya dengan orang lain. Tren berubah cepat, sementara tekanan untuk diterima lingkungan semakin besar. Dalam situasi semacam itu, memiliki figur teladan dan prinsip hidup dapat menjadi pegangan agar seseorang tidak mudah kehilangan arah.
Buku ini juga mengajak pembaca untuk tidak sekadar membaca secara sepotong-sepotong. Ada gagasan yang ingin dibangun secara bertahap: mengenali kegelisahan diri, memahami pentingnya lingkungan, menentukan tujuan, kemudian mencari figur yang tepat untuk dijadikan panutan.
Pesan Moral
Buku ini mengajak pembaca untuk mendefinisikan ulang arti menjadi anak muda yang “gaul”. Gaul bukan berarti bebas tanpa batas, melainkan mampu menikmati kehidupan sambil tetap mengetahui ke mana harus melangkah.
Barangkali inilah pesan paling menarik dari buku Wildan Fuady: masa muda tidak perlu dihabiskan untuk sekadar terlihat keren di mata manusia. Masa muda justru dapat menjadi waktu terbaik untuk membangun karakter, memperluas pergaulan yang sehat, mengejar cita-cita, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Sebab, jika ingin hidup bahagia di dunia sekaligus berharap keselamatan di akhirat, pertanyaannya bukan lagi “Kenapa nggak?”, melainkan “Kalau bisa menjadi lebih baik, kenapa tidak dimulai sekarang?”
Identitas Buku
- Judul Lengkap: Yuk Gaul! (Gaya Ala Rasul) : Selagi Muda, Kenapa Nggak?
- Penulis: Wildan Fuady
- Penerbit: PT Elex Media Komputindo
- Kota Terbit: Jakarta
- Tahun Terbit: 2015
- Tebal: xi + 194 halaman
- ISBN: 9786020265667
Baca Juga
-
Bahaya Laten Normalisasi Korupsi: Saat Pejabat Publik Memaklumi Kejahatan Luar Biasa
-
Pray for Kalimantan: Ketika Hutan Gundul, Kemarau Menjadi Api
-
Membaca Citizen 4.0: Manusia yang Menyetir atau Kita yang Diatur Teknologi?
-
Membaca Orang Tuaku Hobi Menghukum: Seni Mendidik Tanpa Melukai
-
Kebakaran Hutan Kalimantan: Ketika Kemarau Terus Dijadikan Kambing Hitam
Artikel Terkait
Ulasan
-
Kitab Tanbihul Ghafilin: Mengetuk Hati yang Lalai di Tengah Gemerlap Dunia
-
Acorn Was a Little Wild: Dari Jiwa Bebas Menjadi Pohon yang Megah
-
Misteri di Balik Kematian Sang Ayah: Membedah Film Horor Pendek The Blue Drum
-
Breasts and Eggs: Perempuan yang Melawan Standar Tubuh dan Norma Sosial
-
Insidious: Out of the Further, Babak Baru Ketakutan Sinematik Paling Gelap!
Terkini
-
4 Inspirasi OOTD Cha Woo Min dengan Gaya Casual Streetwear yang Kekinian!
-
Ijazah Masih Penting, Tapi Kenapa Dunia Kerja Hanya Melihat Portofolio?
-
Demi Piala Oscar 2027, Taiwan Tunjuk A Foggy Tale di Kategori Internasional
-
Bukan Hanya Batik, Ini 5 Wastra Tradisional Indonesia Punya Makna Filosofis
-
Pelita Kecil di Kolong Langit