Kalau membayangkan tokoh perempuan dalam novel klasik, mungkin yang terlintas adalah sosok anggun, lembut, dan selalu bersikap sesuai aturan. Eits, tidak selalu! Tidak sedikit karakter perempuan dalam karya klasik yang justru terkenal karena keberanian, kecerdasan, bahkan sifat keras kepala mereka.
Mereka tidak menunggu diselamatkan atau hanya mengikuti perintah orang lain. Beberapa di antaranya berani memperjuangkan mimpinya hingga menunjukkan jati dirinya yang berbeda dari kebanyakan orang.
Menariknya, karakter-karakter ini justru disukai oleh generasi masa kini. Siapa saja tokoh perempuan di novel klasik yang punya karakter kuat dan jauh dari kesan menye-menye? Yuk, kenalan dengan 5 tokoh berikut!
1. Elizabeth Bennet - Pride and Prejudice (1813)
Elizabeth Bennet dari novel kondang Jane Austen, Pride and Prejudice, dikenal karena kepribadiannya yang keras kepala dan kritis. Ia berani menolak Darcy ketika perempuan lain seusianya sangat menunggu pinangan dari laki-laki terpandang sepertinya. Elizabeth merasa hubungannya tak akan berjalan dengan baik karena perbedaan status sosial di antara mereka.
Sikap Elizabeth menunjukkan bahwa ia tidak ingin mengambil keputusan hanya karena keuntungan atau kedudukan seseorang. Baginya, perasaan dan prinsip pribadi tetap lebih penting daripada sekadar menikah dengan pria dari kalangan berada.
2. Jo March - Little Women (1868)
Di novel karya Louisa May Alcott, Little Women, kita diajak berkenalan dengan Jo March, seorang perempuan yang bermimpi menjadi penulis. Tidak seperti perempuan lain yang lebih memilih untuk menikah, Jo berambisi kuat untuk meraih mimpinya menjadi penulis. Ia juga tidak takut mempertahankan pilihannya sendiri yang cenderung berbeda dari ekspektasi masyarakat.
3. Anne Shirley - Anne of Green Gables (1908)
Meskipun anak kecil, Anne Shirley dari novel anak, Anne of Green Gables, punya karakter yang cukup kuat. Anne merupakan pribadi yang ambisius dan teguh pendirian. Anne juga tidak takut menjadi dirinya sendiri. Ia dikenal punya imajinasi yang tinggi, berani menyampaikan pendapat, dan terus berusaha mengejar apa yang diinginkannya.
4. Anna Karenina - Anna Karenina (1878)
Anna Karenina merupakan karakter perempuan yang berani mengambil keputusan berdasarkan perasaan dan keinginannya sendiri. Ia berani menentang norma sosial serta mempertanyakan kehidupan pernikahan yang tidak lagi membuatnya bahagia. Namun, kekuatan Anna tidak membuatnya menjadi karakter yang selalu benar. Ini menunjukkan flaws-nya yang memanggil konsekuensi besar atas keputusan yang diambilnya.
5. Elinor Dashwood - Sense and Sensibility (1811)
Elinor Dashwood merupakan sosok perempuan yang kuat dan rasional. Ia mampu mengendalikan diri dan tetap berpikir jernih ketika menghadapi berbagai masalah, termasuk kondisi keluarganya pasca ditinggal oleh sang ayah.
Di balik sikapnya yang tenang, Elinor sebenarnya memiliki perasaan yang kuat, terutama terhadap Edward. Namun, ia tidak membiarkan perasaannya menguasai setiap keputusan. Ia tetap berusaha bertanggung jawab dan memikirkan orang-orang di sekitarnya. Kekuatan Elinor bukan terlihat dari sikapnya yang keras tapi justru saat bisa menghadapi masalah dengan kepala dingin.
Meski karakter dan jalan cerita yang mereka lalui berbeda-beda, masing-masing memiliki cara untuk menonjolkan kekuatannya. Terlahir menjadi perempuan tak ubahnya menjadi pribadi yang selalu terlihat lemah. Sikap serta pemikiran yang teguh dari tokoh-tokoh tersebut justru menunjukkan bahwa perempuan juga mampu menentukan pilihan dan menyuarakan keinginannya sendiri. Kamu suka karakter di buku apa?
Baca Juga
-
Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi
-
Pembalut Kena PPN, Perempuan Harus Bayar Lebih untuk Kebutuhan Biologisnya?
-
7 Slang Gen Z yang Masuk KBBI, Bukti Bahasa Indonesia Terus Berkembang!
-
5 Pelajaran Hidup dari Novela Metamorfosis: Hargai Diri Sendiri, Yuk!
-
Kenapa Tulisan dengan Tanda Baca Em Dash Sering Dianggap AI? Ini Faktanya!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Novel Uang Gawat Darurat: Ketika Niat Menabung Diserbu Kebutuhan Mendadak
-
Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?
-
Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya
-
A Suspicious Secondhand Shop: Ketika Barang Bekas Menyimpan Kisah Manusia
-
Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua
Terkini
-
Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki
-
Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?
-
Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026
-
Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis: TWS Unik dengan Desain Jepit Telinga dan Baterai Awet
-
Sisi Gelap Host Live Streaming: Dapat Cuan Gede tapi Dieksploitasi?