Sekar Anindyah Lamase | Ryan Farizzal
Poster film Whoever Steals This Book (IMDb)
Ryan Farizzal

Whoever Steals This Book (judul asli Jepang: Kono Hon o Nusumu Mono wa) merupakan film anime fantasi petualangan yang diadaptasi dari novel karya Nowaki Fukamidori.

Film berdurasi sekitar 85 menit ini disutradarai oleh Daiki Fukuoka, dengan naskah Yasuhiro Nakanishi, desain karakter Keiko Kurosawa, dan musik Michiru shima. Produksi digarap studio Kagokan (Kagome Company) dan dirilis di Jepang pada 26 Desember 2025.

Film ini menampilkan Rin Kataoka sebagai Mifuyu Mikura (debut pengisi suara yang kuat) dan Sora Tamaki sebagai Mashiro, didukung pengisi suara berpengalaman seperti Nao Tyama, Junichi Suwabe, Romi Park, dan lainnya. Tema lagu Share oleh YUKI menambah lapisan emosional yang lembut.

Sebuah Pesona Visual Dongeng yang Ajaib

Tangkapan layar adegan di film Whoever Steals This Book (IMDb)

Mifuyu Mikura, siswi SMA yang tinggal di kota Yomunaga yang penuh dengan buku, dilahirkan dalam keluarga penjaga Mikura Hall—perpustakaan besar warisan kakek buyutnya.

Ironisnya, ia membenci buku. Ketika beberapa buku langka dicuri dan memicu kutukan kuno, kota berubah menjadi dunia cerita yang berbeda: dongeng Jepang yang surealis, cerita detektif noir hitam-putih, hingga dunia distopia steampunk yang gelap.

Hanya dengan menangkap pencuri dan memulihkan buku-buku tersebut, kutukan dapat dihentikan. Dibantu gadis misterius bernama Mashiro, Mifuyu terpaksa memasuki dunia-dunia fiksi yang selama ini ia hindari.

Alur film mengikuti pola petualangan genre-hopping yang segar. Setiap dunia cerita memiliki visual dan suasana yang sangat berbeda, menunjukkan keahlian tim animasi dalam beralih gaya.

Transisi antar dunia terasa mulus berkat dukungan CGI dan desain 2D yang rapi. Namun, cerita cenderung berada di permukaan dan kurang mengembangkan tema secara mendalam, meski tetap menghibur sebagai petualangan keluarga.

Review Film Whoever Steals This Book

Tangkapan layar adegan di film Whoever Steals This Book (IMDb)

Kekuatan utama film terletak pada visualnya. Dunia dongeng menghadirkan keindahan mirip karya Studio Ghibli, segmen noir menggunakan palet monokrom dengan efek butiran film klasik, sementara dunia steampunk memadukan elemen futuristik kotor dengan monster fantastis.

Animasi di atas rata-rata, dengan desain karakter yang ekspresif dan latar yang detail. Musik shima mendukung suasana dengan baik, meskipun tidak selalu menonjol.

Menurut pengumuman CGV Cinemas dan Cinépolis Indonesia, film ini mulai tayang di bioskop Indonesia pada 4 September 2026. Film masih diputar di beberapa jaringan bioskop seperti Cinépolis. Tapi kusarankan memeriksa jadwal terkini di situs atau aplikasi bioskop setempat karena ketersediaan layar dapat berbeda antar kota ya, Sobat Yoursay.

Adegan paling emosional muncul di babak akhir, ketika Mifuyu menghadapi kebenaran tentang trauma keluarganya dan asal-usul kutukan. Ingatan yang tertekan tentang ibunya (diisi suara Inori Minase) serta hubungan rumit dengan nenek yang keras dan ayahnya terungkap secara bertahap.

Momen ketika Mifuyu menyadari bahwa kebenciannya terhadap buku berakar dari rasa kesepian dan tekanan keluarga terasa sangat menyentuh.

Reaksi emosionalnya saat menerima kenyataan tersebut, disertai dukungan Mashiro, memberikan bobot yang dalam setelah petualangan yang lebih ringan sebelumnya. Adegan ini berhasil mengikat tema tentang pentingnya berbagi cerita, kepercayaan, dan melepaskan beban masa lalu.

Adegan yang paling membekas setelah menonton adalah rangkaian petualangan di dunia noir detektif. Perubahan mendadak menjadi hitam-putih dengan efek grain film klasik, suasana tegang, dan visual yang stylish menjadikan segmen ini sangat khas.

Transisi visual yang dramatis serta cara Mifuyu dan Mashiro menavigasi misteri di dalamnya meninggalkan kesan kuat. Selain itu, momen klimaks di mana Mifuyu menyatakan diri sebagai “pencuri” demi mematahkan kutukan juga sulit dilupakan—penuh simbolisme tentang kepemilikan cerita dan keberanian untuk mengubah takdir.

Visual dunia steampunk yang penuh monster dan transformasi karakter (termasuk elemen rubah) juga memberikan kesan spektakuler yang bertahan lama.

Whoever Steals This Book adalah film anime yang mengandalkan imajinasi visual tinggi dan semangat petualangan. Ia berhasil merayakan kekuatan cerita dan buku, meski cerita utamanya terasa agak dangkal bagi penonton dewasa yang mencari kedalaman tematik.

Film cocok untuk penonton remaja dan keluarga yang menyukai fantasi ringan dengan pesan positif tentang literasi, keluarga, dan pertumbuhan diri. Dengan visual yang indah dan beberapa momen emosional yang tulus, film ini layak ditonton di bioskop untuk menikmati skala layar lebarnya.

Bagi penggemar anime fantasi yang menghargai kreativitas dunia cerita, pengalaman menontonnya cukup memuaskan dan meninggalkan rasa hangat setelah kredit penutup. Rating pribadi: 7.8/10.