Lintang Siltya Utami | Oktavia Ningrum
Karena Aku Perempuan (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Cinta tidak selalu datang bersama kebahagiaan. Dalam beberapa kisah, cinta justru menjadi jalan panjang yang dipenuhi kecemburuan, pengorbanan, kekecewaan, bahkan luka. Hal tersebut menjadi gambaran utama dalam novel Karena Aku Perempuan karya Trie Tea, sebuah novel romansa yang mempertemukan empat perempuan dengan persoalan cinta dan kehidupan yang berbeda.

Novel ini diterbitkan oleh Qanita pada Desember 2013 dan merupakan naskah unggulan dalam Lomba Penulisan Romance Qanita. Ceritanya berpusat pada Prameswary, Lusiana, Ayudia, dan Salsabila. Keempat perempuan tersebut memiliki karakter serta cara pandang yang berbeda terhadap cinta, tetapi kehidupan akhirnya mempertemukan mereka dalam jalinan persoalan yang tidak sederhana.

Sinopsis Novel

Prameswary digambarkan sebagai perempuan mandiri sekaligus keras kepala. Ia sedang berusaha mempertahankan rumah tangganya ketika sang suami perlahan mulai menjauh. Baginya, mempertahankan pernikahan bukan perkara mudah, terutama ketika perasaan pasangan sudah tidak lagi sama. Ada usaha untuk tetap bertahan, sekaligus ketakutan menghadapi kemungkinan kehilangan orang yang dicintai.

Berbeda dengan Prameswary, Lusiana merupakan sosok yang pantang menyerah ketika berhadapan dengan cinta. Ia berusaha mendapatkan perhatian lelaki yang disukainya, bahkan ketika cara yang ditempuh mulai mengabaikan batas-batas tertentu. Karakter Lusiana menunjukkan sisi lain dari rasa cinta: keinginan yang begitu kuat untuk memiliki seseorang dapat membuat seseorang mengambil keputusan yang tidak selalu tepat.

Sementara itu, Ayudia menghadirkan kisah yang lebih getir. Ia adalah perempuan penyabar yang berusaha menjaga keutuhan rumah tangganya meskipun mengalami penderitaan fisik dan batin. Kebahagiaannya sendiri seolah ditempatkan di urutan paling belakang. Ia bertahan bukan karena semuanya baik-baik saja, melainkan karena ada alasan tertentu yang membuatnya terus mencoba mempertahankan kehidupan yang telah dibangun.

Kemudian ada Salsabila, sosok yang masih polos dan memiliki pandangan romantis terhadap cinta. Ia mengejar perasaan yang membuatnya harus belajar menjadi dewasa sebelum waktunya. Nasihat ibunya bahwa perempuan sebaiknya dicintai daripada mencintai menjadi salah satu konflik batin yang harus ia hadapi. Salsabila memilih mengikuti perasaannya sendiri, meskipun pilihan tersebut membawa konsekuensi.

Keempat karakter tersebut sebenarnya menawarkan ruang yang cukup luas untuk mengeksplorasi berbagai persoalan perempuan dalam hubungan romantis. Ada perempuan yang takut kehilangan suami, perempuan yang mengejar cinta dengan segala cara, perempuan yang bertahan dalam hubungan penuh penderitaan, serta perempuan muda yang sedang belajar memahami arti cinta. 

Kelebihan dan Kekurangan

Dengan jumlah karakter utama yang cukup banyak dan halaman yang relatif tipis, perkembangan cerita terasa berjalan cepat. Pembaca memang dapat memahami gambaran dasar mengenai karakter Prameswary, Lusiana, Ayudia, dan Salsabila, tetapi beberapa konflik dan perjalanan emosional mereka terasa belum memperoleh ruang yang cukup untuk berkembang lebih dalam.

Kecepatan alur tersebut membuat beberapa karakter menjadi kurang melekat. Padahal, masing-masing memiliki persoalan yang sebenarnya menarik untuk digali lebih jauh. Hubungan antara pengalaman hidup, pilihan dalam mencintai, dan konsekuensi yang mereka terima berpotensi menghasilkan konflik yang lebih kuat apabila diberi ruang penceritaan lebih panjang.

Meski demikian, Karena Aku Perempuan tetap menawarkan kisah romansa yang tidak hanya berbicara mengenai jatuh cinta. Novel ini memperlihatkan bahwa perempuan dapat memiliki alasan yang berbeda ketika memilih bertahan, mengejar, mengalah, ataupun mengikuti perasaan.

Dari Prameswary hingga Salsabila, pembaca diajak melihat bahwa cinta dapat memiliki banyak wajah. Ada cinta yang dipertahankan karena takut kehilangan, cinta yang dikejar tanpa mengenal batas, cinta yang bertahan meski terluka, dan cinta yang tumbuh dari kepolosan.

Pada akhirnya, pertanyaan yang ditawarkan novel ini bukan sekadar siapa yang akan mendapatkan cinta dan kebahagiaan. Lebih jauh, kisah keempat perempuan tersebut mengajak pembaca melihat berapa banyak hal yang rela dikorbankan seseorang atas nama cinta dan apakah pengorbanan tersebut benar-benar membawa mereka menuju kebahagiaan.

Identitas Buku

  • Judul: Karena Aku Perempuan
  • Penulis: Trie Tea (Tri Tea)
  • Penerbit: Qanita
  • Tanggal Terbit: Desember 2013
  • ISBN: 978-602-9225-96-9
  • Tebak: 214 halaman
  • Genre: Romance / Fiksi