Tidak semua perjuangan dapat terlihat oleh mata. Ada pergulatan yang berlangsung diam-diam di dalam pikiran, ketika seseorang harus menghadapi perubahan emosi yang sulit dikendalikan, ketakutan yang datang silih berganti, hingga perasaan seolah-olah dunia tidak pernah berpihak kepadanya. Gambaran tersebut menjadi bagian penting dalam buku Anomali: Memoar Seorang Bipolar karya Elizabeth Novarina atau yang akrab disapa Elnov.
Melalui buku nonfiksi bergenre memoar ini, Elnov mengisahkan perjalanan hidupnya setelah mengetahui bahwa dirinya mengalami gangguan bipolar tipe 2. Kondisi tersebut membuatnya berhadapan dengan perubahan suasana hati yang begitu kontras. Ada masa ketika energi dan rasa percaya dirinya meningkat drastis, disertai kebahagiaan yang meluap-luap. Namun, keadaan itu dapat berganti menjadi periode depresi yang membuatnya terperosok dalam kesedihan mendalam.
Pergantian emosi tersebut bukan sekadar persoalan perasaan yang berubah-ubah. Elnov memperlihatkan betapa melelahkannya menghadapi kondisi ketika pikiran dan tubuh seakan tidak lagi berjalan beriringan. Pergolakan psikologis yang dialaminya bahkan turut memunculkan keluhan fisik, seperti sesak napas dan mual. Dalam situasi demikian, kebingungan, kemarahan, ketakutan, serta keinginan untuk memberontak menjadi bagian dari perjalanan yang harus ia lalui.
Menariknya, buku ini tidak hanya membicarakan bipolar sebagai persoalan individual. Elnov turut menyinggung bagaimana lingkungan sekitar, khususnya keluarga dan pola pengasuhan, memiliki keterkaitan dengan perjalanan kesehatan mental seseorang. Hal tersebut memberikan perspektif bahwa kondisi psikologis tidak selalu muncul dari satu penyebab tunggal, melainkan dapat dipengaruhi oleh berbagai pengalaman dan dinamika kehidupan.
Dari pengalaman membaca buku setebal 182 halaman ini, saya merasa seperti sedang mengikuti seseorang yang tengah mencurahkan isi hatinya melalui catatan harian. Gaya penulisannya terasa personal dan mengalir sehingga saya dapat memahami sudut pandang Elnov tanpa merasa sedang membaca penjelasan medis yang kaku. Sepanjang membaca, saya justru semakin ingin mengetahui bagaimana ia menghadapi setiap fase kehidupannya. Tidak ada bagian yang membuat saya merasa bosan.
Salah satu hal yang paling membekas adalah kesempatan untuk memahami bipolar dari sudut pandang orang yang mengalaminya secara langsung. Perilaku atau perubahan suasana hati yang mungkin dianggap tidak biasa oleh orang lain ternyata dapat menyimpan pergulatan panjang yang sangat menguras tenaga.
Saya menjadi lebih memahami bahwa seseorang dengan gangguan bipolar bukanlah individu yang sengaja bersikap berlebihan atau mencari perhatian. Ada kondisi yang sedang mereka hadapi dan tidak selalu mudah dijelaskan kepada orang lain.
Elnov juga memperlihatkan bahwa perjalanan mencari pertolongan profesional bukanlah proses yang selalu memberikan hasil sesuai harapan dalam waktu singkat. Ia telah menemui psikolog maupun psikiater, tetapi hal tersebut tidak serta-merta membuat seluruh pergumulannya selesai. Ada proses panjang untuk menemukan cara pengelolaan kondisi yang tepat sekaligus belajar menerima diri sendiri.
Selain pengalaman personal, buku ini dilengkapi pandangan para ahli kesehatan jiwa, termasuk psikiater dan praktisi di bidang terkait. Kehadiran catatan tersebut memperkuat pesan edukatif bahwa gangguan mental bukan alasan untuk memberikan label negatif kepada seseorang. Mereka bukan individu yang pantas dijauhi, melainkan manusia yang membutuhkan pengertian, pendampingan, dan dukungan.
Pada akhirnya, Anomali: Memoar Seorang Bipolar mengajarkan saya bahwa mengenali kerapuhan diri bukanlah tanda kelemahan. Justru melalui keberanian mengakui ketakutan dan memahami isi pikiran, seseorang dapat mulai menemukan jalan untuk bertahan. Buku ini layak dibaca oleh siapa pun yang ingin memperluas pemahaman mengenai kesehatan mental sekaligus belajar memandang penyintas gangguan jiwa dengan lebih manusiawi.
Identitas Buku
Judul: Anomali
Penulis: Elnov
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9786020642277
Baca Juga
-
Keberuntungan Sedang Menghampirimu: Ketika Kepedulian Menjadi Jalan Menuju Harapan
-
Tak Apa-Apa Tak Sempurna: Belajar Menerima Diri dan Menjalani Hidup dengan Lebih Bahagia
-
Hargai Diri Sendiri dan Berhentilah Tersakiti: Menempatkan Kebahagiaan di Atas Ekspektasi Orang Lain
-
You Do You: Belajar Mengenali Diri dan Menentukan Arah Hidup
-
Ulasan Buku The Comfort Book: Menemukan Ketenangan di Tengah Sulitnya Hidup
Artikel Terkait
Ulasan
-
Adventures of Huckleberry Finn: Berani Menjadi Baik, Walau Harus Sendirian
-
Review Fatal Proximity to Him: Poster Bikin Kepincut, Eksekusi Agak Kecut
-
Ulasan Exhuma: Tentang Dosa Masa Lalu yang Tak Bisa Dikubur Sedalam Apa Pun
-
Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari
-
Review Dive into You: Komedi Romantis dengan Premis Pertukaran Jiwa
Terkini
-
Selamat Malam, Para Pemenang
-
Cedera saat Syuting Drama, Jo Aram Absen sebagai Presenter di KGMA 2026
-
Galeri Penuh Screenshot Materi Kuliah? 5 Cara Agar Tak Cuma Disimpan
-
Kerja Keras tapi Gaji Pas-pasan, Mengapa Upah Minimum Selalu Diperdebatkan?
-
Otaku Vampire's Love Bite Karya Kreator Kamisama Kiss Dapat Adaptasi Anime