Cerita Fiksi
CERPEN: Aku Percaya Karma Itu Ada
"Eh, tahu enggak? Si Dina, putrinya Bu Mayang, kabarnya dia dekat lagi sama mantan calon tunangannya dulu."
"Hah, emang iya? Ih, kok Dina mau si. Sudah ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, sekarang giliran si mantan diceraikan sang istri dia deketin lagi. Belum move on kali ya, udah 10 tahun loh."
Dina menghela napas panjang, dadanya terasa begitu sesak mendengar obrolan 2 orang ibu-ibu tetangganya yang tengah asyik bergosip di depan rumah. Padahal sebagai perempuan, ia tak pernah mencampuri urusan orang lain, atau nimbrung tak jelas sembari bergosip. Tapi ujungnya, ia kena bahan cibiran juga.
Semua itu berasal dari pertemuannya beberapa waktu lalu dengan si Agam, mantan calon tunangan yang belum lama ini bercerai dari sang istri. Yah, seperti kata ibu-ibu yang tengah bergosip tadi, memang benar Agam meninggalkan Dina ketika perempuan itu lagi sayang-sayangnya pada sang calon tunangan.
Bahkan mereka pernah serius membicarakan tentang rencana pernikahan. Namun, apa mau dikata kedatangan mantan istri Agam waktu itu di tengah hubungan mereka, membuat kisah asmaranya terjungkir balik 360 derajat.
Pengkhianatan dari sahabat dekat dan orang yang paling kamu sayangi membuat Dina memilih untuk tetap menyendiri hingga sekarang. Menjalani hidup dengan ikhlas dan bahagia, tanpa pernah mempedulikan perkataan orang lain.
Namun, meski tak pernah mencampuri urusan orang lain, tetap saja Dina tak luput dari bahan gosip para ibu-ibu. Apa yang sebenarnya mereka dapatkan dari berasumsi yang tidak-tidak? Menuduh Dina belum move on dari sang mantan hanya karena ia dan Agam tak sengaja berpapasan sembari berbagi kabar.
"Kami, cuma saling menyapa. Kebetulan Mas Agam sedang menjemput anaknya yang kecil di sekolah ketika aku mengantar pesanan makanan untuk salah seorang guru. Memangnya ibu-ibu tahu isi hati saya? Kok enteng banget menuduh saya belum move on dan berusaha mengejar dudanya Mas Agam!" seru Dina, mengagetkan 2 ibu-ibu yang tengah bergosip renyah tadi.
Sontak kedua tetangganya itu melompat kecil dan kembali berpura-pura menyapu halaman rumah mereka. Ketika Dina memutuskan untuk kembali masuk ke rumah setelah menegur keduanya, mereka masih saja berbisik-bisik tak jelas.
"Kok dia tiba-tiba marah. Jangan-jangan memang belum move on. Liat saja kalau mereka sampai balikan lagi," ketus salah satu tetangga Dina.
Dari balik tirai jendela rumahnya, Dina memandang kedua ibu rumah tangga tersebut dengan pasrah. Ia tak habis pikir bakal dikaitkan lagi dengan sang mantan, bahkan setelah 10 tahun lamanya mereka tak saling menyapa.
"Kamu, apa kabar Din?" sontak percakapan singkatnya saat berpapasan dengan Agam waktu itu kembali mengusik pikiran Dina. Bukan karena masih tertarik dengan pria itu. Namun, melihat kondisi Agam saat ini membuat Dina merasa iba.
Bagaimana tidak? Sang mantan terlihat begitu kurus. Bahkan menurut yang Dina dengar dari orang-orang, mantan istri Agam tak mengizinkan ia bertemu dengan anak mereka. Agam juga berkunjung ke sekolah putra kecilnya secara diam-diam.
"Apa ini yang disebut karma, Mas? Kamu dulu menyakiti aku demi mantan istrimu, dan sekarang kamu yang malah disakiti olehnya," hela Dina.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS