Entertainment

Bikin Fans khawatir, Winter aespa Dapat Ancaman Pembunuhan di Bandara

Bikin Fans khawatir, Winter aespa Dapat Ancaman Pembunuhan di Bandara
potret Winter Aespa (Instagram/imwinter)

Pada tanggal 7 Agustus, sebuah postingan ancaman beredar luas. Di postingan tersebut tertulis, "Aku akan menikam dan membunuh aespa Winter yang akan meninggalkan Korea pada tanggal 8 Agustus." Postingan tersebut diunggah di Galeri Selebriti Wanita komunitas online DC Inside.

Sementara itu, postingan asli telah dihapus setelah kontroversi, tetapi dengan cepat menyebar ke komunitas online lainnya. Beberapa netizen melaporkannya langsung ke polisi.

Netizen juga menunjukkan reaksi keras setelah ancaman tersebut beredar luas dan menjadi buah bibir banyak orang, “Dunia sepertinya menjadi gila," tulis salah satu netizen seperti dikutip dari KBIZoom (8/8/2023).

Mengutip dari KBIZoom, Wikitree telah menghubungi agensi aespa, yakni SM Entertainment tentang masalah ini. Tetapi mereka belum mendapat tanggapan apapun.

Sementara itu, Karina, Winter, Giselle dan Ningning berangkat ke Los Angeles melalui terminal penumpang internasional, pelabuhan incheon di Unseo-dong, Jung-gu, Incheon pada tanggal 8 Agustus untuk menghadiri festival musik luar ruangan populer Amerika “Festival Musik & Seni Luar Negeri” .

Sebelumnya, ada serangkaian serangan penikaman terhadap sejumlah orang yang tidak dikenal. Menyusul insiden penikaman di Stasiun Sillim pada 21 Juli lalu, kasus penikaman lainnya terjadi di Seohyeon-dong, Bundang-gu, Seongnam-si, Gyeonggi-do pada 3 Agustus.

Setelah menabrak kendaraan di jalan, tersangka Choi (22 tahun) menghunus pisau terhadap warga di lantai 1 dan 2 department store AK Plaza terdekat. Kecelakaan mobil menewaskan satu orang dan melukai 4 orang. 9 orang terluka dalam serangan penusukan itu.

Sejak saat itu, pemberitahuan rencana penikaman telah menyebar luas secara online. Menurut Badan Kepolisian Nasional, sebanyak 46 orang yang menulis postingan berisi ancaman pembunuhan telah ditangkap pada siang hari tanggal 6 Agustus.

Di antara mereka, banyak yang masih di bawah umur dan kebanyakan mengatakan mereka hanya “bercanda”. Secara khusus, orang yang menulis pemberitahuan penusukan di Stasiun Seomyeon di Busan adalah Prajurit Angkatan Laut, jadi polisi menyerahkannya ke polisi militer.

Sementara itu, netizen berharap agar ancaman seperti itu tidak lagi terulang kembali kepada siapapun, dan orang-orang yang menyebarluaskan ancaman tersebut segera diamankan.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda