Kabar terbaru datang dari salah satu anggota, WINNER, Song Min Ho atau yang lebih dikenal dengan nama Mino. Dilansir dari Allkpop melalui outlet media Star News pada Sabtu (31/01/2025), Mino dijadwalkan menjalani persidangan pertamanya pada 24 Maret terkait tuduhan pelanggaran Undang-Undang Wajib Militer Korea Selatan.
Kasus ini kembali menarik perhatian publik setelah jaksa memastikan bahwa pendaftaran ulang sebagai tentara aktif 'tidak mungkin dilakukan' meski tuduhan kelalaian dalam dinas telah dikonfirmasi.
Menurut laporan Star News, Divisi Kriminal 10 Pengadilan Distrik Seoul Barat akan menggelar sidang pertama untuk Song Min Ho dan seorang pejabat yang diidentifikasi sebagai "A". Oknum yang diberi inisial "A" itu disebut-sebut sebagai orang yang bertanggung jawab atas pengelolaan dinas militernya.
Keduanya didakwa tanpa penahanan pada 30 Desember 2025 oleh Kantor Kejaksaan Distrik Seoul Barat atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Wajib Militer.
Sebelumnya, Song Min Ho diketahui menjalani wajib militer sebagai pekerja layanan publik di sebuah fasilitas di Distrik Mapo, Seoul, dari Maret 2023 hingga Desember 2024. Ia dituduh beberapa kali meninggalkan tempat kerja tanpa alasan yang sah, memiliki kehadiran yang buruk, serta mengabaikan tugas selama masa baktinya. Tuduhan tersebut muncul menjelang akhir masa dinasnya dan dengan cepat berkembang menjadi penyelidikan resmi.
Pejabat A didakwa karena diduga gagal melakukan pengawasan yang semestinya, meskipun mengetahui adanya indikasi kelalaian oleh Song Min Ho. Laporan juga menyebutkan bahwa sekitar satu bulan setelah pejabat A dipindahkan ke lokasi kerja lain, Song Min Ho kembali ditempatkan di fasilitas yang sama, menimbulkan pertanyaan terkait manajemen dan pengawasan internal.
Jaksa penuntut telah mengamankan berbagai bukti objektif, termasuk analisis forensik ponsel, catatan GPS, serta data kehadiran. Dalam proses penyelidikan tambahan, pihak kejaksaan mengonfirmasi adanya beberapa kasus tambahan ketidakhadiran tanpa izin. Jaksa menyatakan akan berupaya mempertahankan dakwaan agar hukuman yang setimpal dapat dijatuhkan.
Song Min Ho sebelumnya diklasifikasikan sebagai anggota layanan tambahan Tingkat 4 saat pemeriksaan fisik militer. Ia memulai dinasnya di Perusahaan Manajemen Fasilitas Mapo, sebelum dipindahkan ke Fasilitas Pelayanan Masyarakat Mapo pada Maret 2024.
Diketahui pula bahwa ia memiliki riwayat perawatan untuk gangguan panik dan gangguan bipolar, yang sempat menjadi sorotan publik di tengah kasus ini. Song Min Ho secara resmi diberhentikan dari dinas pada 23 Desember 2024.
Pada 23 Januari 2025, Kantor Polisi Mapo menahan Song Min Ho atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Wajib Militer dan memanggilnya untuk pemeriksaan. Saat itu, ia menyatakan telah menjalankan tugas sesuai peraturan. Namun, setelah tiga kali pemeriksaan, terungkap bahwa ia sebagian besar mengakui telah meninggalkan tempat kerja selama jam dinas.
Administrasi Tenaga Kerja Militer (MMA) kemudian meminta penyelidikan lebih lanjut dan melakukan penggeledahan serta penyitaan di tempat kerja dan kediaman Song Min Ho. Rekaman CCTV serta catatan perjalanan pulang-pergi dianalisis untuk memperkuat temuan.
Seorang pejabat Kepolisian Nasional menyatakan bahwa bukti yang diamankan akan menjadi dasar penentuan bersalah atau tidaknya terdakwa. Sementara itu, pengacara Kim Kang Ho dari firma hukum Law & Liberty menjelaskan bahwa hukuman akan bergantung pada jumlah hari ketidakhadiran. Ia menegaskan bahwa meskipun ada opini publik yang menyerukan pendaftaran ulang, secara hukum hal tersebut tidak memungkinkan karena Song Min Ho telah menyelesaikan masa dinasnya.
Kasus ini terus menjadi perbincangan hangat, menyoroti kembali isu pengawasan layanan publik dan standar penerapan wajib militer bagi figur publik di Korea Selatan.
Bagaimana menurutmu?