Terjebak di Dubai, Agensi Dilraba Dilmurat Sebut Baik-Baik Saja

Sekar Anindyah Lamase | Gigi Ann
Terjebak di Dubai, Agensi Dilraba Dilmurat Sebut Baik-Baik Saja
Dilraba Dilmurat (x.com)

Aktris China Dilraba Dilmurat merupakan salah satu yang terjebak di Dubai, Uni Emirat Arab imbas ketegangan dari Iran, AS, dan Israel sejak akhir pekan lalu (28/2).

Jaywalk Media sebagai agensi menjelaskan bahwa sang aktris dalam kondisi baik dan masih dengan tim di Dubai. Namun, situasi itu membuat Dilraba Dilmurat tidak bisa menghadiri Dior Fall/Winter 2026 pada Selasa (3/3) waktu setempat.

"Pada saat yang sama, kami ingin memberikan keyakinan kepada semua orang yang peduli padanya bahwa Dilraba aman dan sehat. Ia bersama timnya saling menjaga satu sama lain, jadi jangan khawatir."

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah viral kabar Dilraba Dilmurat terjebak di Bandara Dubai hingga 24 jam yang membuat ia tidak bisa meneruskan perjalanan ke Paris untuk fashion show, atau bahkan kembali ke China.

Kementerian Luar Negeri China sebelumnya juga telah mengeluarkan peringatan perjalanan akibat memanasnya situasi AS-Israel dan Iran yang menyebar ke sejumlah kawasan Teluk dan Timur Tengah lainnya.

"Situasi tak terduga ini sungguh mengejutkan kami, dan kami mohon maaf sudah mengecewakan Anda," tegas mereka.

Di sisi lain, pemerintah Uni Emirat Arab atau UEA telah bergerak untuk menjamin kenyamanan para pendatang yang terlantar akibat penutupan wilayah udara.

Langkah itu ditempuh setelah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang membuat rudal melintas di atas kawasan Teluk sejak Sabtu (28/2).

Dikutip dari The Nationalnews, Senin (2/3/2026), Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Abu Dhabi (DCT Abu Dhabi) telah memberikan intruksi ke seluruh hotel untuk memperpanjang masa tinggal tamu yang menjadi korban krisis keamanan di kawasan tersebut.

"Hotel diminta untuk menambah masa tinggal para tamu yang tak bisa melanjutkan perjalanan. Seluruh biaya akan ditanggung oleh DCT Abu Dhabi," ungkap pernyataan resmi otoritas pariwisata tersebut.

Kebijakan ini menjadi sebuah langkah darurat imbas keputusan Otoritas Penerbangan Sipil Umum UEA (GCAA) untuk mengunci ruang udara demi keselamatan penerbangan.

GCAA menyebut sedikitnya 20.200 penumpang yang menjadi dampak pembatalan dan penjadwalan ulang penerbangan. Ribuan penumpang kini sudah dievakuasi ke penginapan dan menerima fasilitas kebutuhan dasar sembari menunggu pemesanan ulang tiket.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak