Entertainment
Live Action Terbaru Junji Ito Mulai Tayang Juli, IVE dan 10CM Isi Lagu Tema
Penggemar karya horor legendaris Junji Ito akan segera disuguhkan adaptasi live action terbaru yang menjanjikan pengalaman mencekam sekaligus penuh misteri. TV Tokyo resmi memperkenalkan teaser video, visual utama, serta berbagai detail baru untuk serial omnibus berjudul Strange - Junji Ito's Strange Stories for Sleepless Nights.
Serial ini diadaptasi dari 13 cerita manga karya Junji Ito yang terkenal dengan gaya horor psikologis dan visual mengganggu yang telah memikat pembaca di seluruh dunia selama puluhan tahun.
Serial tersebut dijadwalkan tayang perdana pada 3 Juli 2026 melalui blok program Drama 24 milik TV Tokyo. Penayangan juga akan berlangsung di BS TV Tokyo mulai 12 Juli. Menariknya, sebelum sebagian besar episode ditayangkan di Jepang, dua episode pertama akan lebih dulu diputar dalam ajang Anime Expo 2026 di Los Angeles pada 3 Juli waktu setempat.
Menurut jadwal acara, penonton akan dapat menyaksikan episode "The Mansion of Phantom Pain" dan "Lovesickness" bagian pertama. Karena saat itu hanya episode pertama yang telah tayang di televisi Jepang, pemutaran tersebut sekaligus menjadi penayangan perdana dunia untuk episode kedua.
Sebagai serial omnibus, Strange mengadaptasi berbagai cerita populer Junji Ito yang berasal dari sejumlah koleksi berbeda. Beberapa judul yang dipastikan hadir antara lain Lovesickness, The Mansion of Phantom Pain, The Rib Woman, The Bully, Face Thief, A Father's Love, Memory, In Old Records, Penpal, Further Tales of Oshikiri, Earthbound, dan Tomio: Red Turtleneck. Sebagian besar cerita tersebut telah diterjemahkan ke bahasa Inggris dalam berbagai publikasi internasional.
Judul serial ini sendiri memiliki makna khusus. Nama Strange - Junji Ito's Strange Stories for Sleepless Nights merupakan referensi terhadap nama lama majalah Nemuki+, yaitu Nemurenu Yoru no Kimyo Na Hanashi, tempat banyak karya Junji Ito pernah diterbitkan.
Deretan pemain yang terlibat juga cukup beragam. Nijiro Murakami akan memerankan Koseki dalam episode The Mansion of Phantom Pain. Kanata Hosoda dipercaya membawakan karakter Ryusuke Fukuda dalam tiga bagian cerita Lovesickness. Sementara itu, Yoko Maki tampil dalam episode The Bully, Wan Marui membintangi Earthbound, dan Rairu Sugita memerankan Tomio dalam Tomio: Red Turtleneck.
Beberapa nama lain yang ikut meramaikan serial ini antara lain Hina Higuchi, Nanami Yamazaki, Nagisa Saito, Jun Saito, hingga Yuri Tsunematsu.
Proyek ini ditangani oleh tiga sutradara sekaligus, yaitu Atsuhiro Yamada, Yuta Shimotsu, dan Ryota Kondo. Pengawasan naskah dilakukan oleh Daisuke Hosaka yang sebelumnya dikenal melalui proyek Sadako 3D 2. Selain itu, Tatsuro Inamoto yang pernah terlibat dalam Pluto dan Trigun Stampede juga ikut berkontribusi sebagai penulis naskah.
Girl group K-Pop IVE dipercaya membawakan lagu pembuka berjudul Jigsaw. Sementara itu, lagu penutup bertajuk The Darkest Night akan dinyanyikan oleh 10CM, proyek musik yang saat ini dijalankan oleh penyanyi sekaligus penulis lagu asal Korea Selatan, Kwon Jeong Yeol.
Dalam komentarnya yang dibagikan bersamaan dengan pengumuman tersebut, Kwon mengaku merasa sangat antusias sekaligus terbebani ketika diminta mengisi lagu tema penutup untuk adaptasi karya Junji Ito. Ia menyebut dirinya telah lama menjadi penggemar sang mangaka
Menurutnya, The Darkest Night berusaha menangkap emosi yang tersisa setelah sebuah cerita horor berakhir, bukan hanya rasa takut semata, tetapi juga kesepian dan perasaan kompleks yang terus membekas dalam benak penonton. Ia berharap lagu tersebut dapat meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang menyaksikan serialnya.
Kehadiran Strange menambah panjang daftar adaptasi karya Junji Ito dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, Netflix merilis Junji Ito Maniac: Japanese Tales of the Macabre pada 2023 yang mengadaptasi 20 cerita berbeda. Selain itu, manga ikonik Uzumaki juga memperoleh adaptasi anime mini-series yang tayang pada 2024. Sebelumnya lagi, serial anime Junji Ito Collection hadir pada 2018 dan memperkenalkan sejumlah cerita horor klasiknya kepada generasi penonton baru.