Entertainment
Tayang Agustus, Anime The Ribbon Hero Gandeng Girls Archives Isi Lagu Tema
Film anime terbaru The Ribbon Hero, yang terinspirasi dari manga legendaris Princess Knight (Ribbon no Kishi) karya Osamu Tezuka, semakin menarik perhatian menjelang penayangannya. Twin Engine baru saja merilis trailer kedua yang memperkenalkan karakter-karakter baru sekaligus mengungkap lagu tema utama film tersebut. Berdasarkan informasi yang diumumkan oleh tim produksi dan Netflix, film ini dijadwalkan tayang secara eksklusif di seluruh dunia melalui Netflix pada 8 Agustus 2026.
Berikut trailer kedua yang telah dilengkapi subtitle bahasa Indonesia:
The Ribbon Hero menjadi proyek anime terbaru yang menghidupkan kembali warisan salah satu karya paling berpengaruh dalam sejarah manga Jepang. Menariknya, film ini juga menandai kembalinya franchise Princess Knight ke dunia animasi setelah sekitar 27 tahun sejak proyek animasi terakhirnya dirilis pada 1999.
Kisah film ini menghadirkan interpretasi baru dari karakter utama Sapphire. Dalam versi terbaru tersebut, Sapphire digambarkan sebagai putri dari kerajaan Silverland yang telah hancur akibat bencana misterius bernama "Nergal". Setelah kehilangan tanah kelahirannya dan semua yang ia miliki, Sapphire mengembara dalam keputusasaan hingga akhirnya tiba di Goldland.
Di negeri baru itu, ia perlahan menemukan harapan melalui kebaikan orang-orang di sekitarnya. Namun, kedamaian tersebut tidak berlangsung lama. Nergal kembali muncul dan mengancam Goldland seperti yang pernah menghancurkan Silverland. Bertekad untuk tidak kehilangan siapa pun lagi, Sapphire memutuskan mengangkat pedangnya dan melawan takdir yang selama ini membayanginya.
Peran Sapphire akan diisi oleh komedian dan anggota duo komedi Lalande, Saya. Menurut Netflix, ini merupakan peran utama pertama Saya dalam sebuah film animasi panjang.
Trailer terbaru juga memperkenalkan tiga pengisi suara tambahan yang bergabung dalam proyek ini. Seiran Kobayashi akan mengisi suara Pine, sahabat Sapphire yang menemani perjalanan sang putri. Sementara itu, Koki Uchiyama dipercaya memerankan Velvet, sosok penting dalam organisasi keagamaan bernama Mitra. Nama lainnya adalah Mayumi Shintani yang berperan sebagai Zirco, pengasuh tua Sapphire yang setia mendampinginya.
Selain memperlihatkan cuplikan cerita dan karakter baru, trailer tersebut juga memperdengarkan lagu tema berjudul Reborn yang dibawakan oleh grup Jepang-Korea, Girls Archives. Lagu ini dipilih untuk mengiringi kisah perjuangan Sapphire yang bangkit dari kehilangan dan berusaha menemukan harapan baru.
Film ini disutradarai oleh Yuuki Igarashi, yang sebelumnya dikenal melalui karyanya pada episode Star Wars: Visions "Lop & Ocho" serta animasi ending musim pertama Jujutsu Kaisen. Proyek ini menjadi debut Igarashi sebagai sutradara film panjang.
Produksi animasi dikerjakan oleh studio OUTLINE, studio baru yang didirikan oleh Igarashi. Desain karakter dipercayakan kepada Kei Mochizuki dengan dukungan Mai Yoneyama sebagai kolaborator desain karakter. Sementara itu, Issei Arakaki bertugas sebagai animation character designer. Untuk arahan artistik, film ini melibatkan Cédric Hérole, sedangkan musik digarap oleh duo komposer ternama MONACA, yaitu Satoru Kosaki dan Ryuichi Takada.
Sebelum tayang di Netflix, The Ribbon Hero juga mendapatkan kesempatan tampil dalam ajang bergengsi Annecy International Animation Film Festival 2026 di Prancis. Film ini dipilih sebagai bagian dari program Annecy Presents, salah satu kategori non-kompetisi yang menampilkan karya-karya animasi pilihan dari berbagai negara.
Sebagai informasi, manga asli Princess Knight pertama kali dibuat oleh Osamu Tezuka pada 1953 dan kemudian berkembang menjadi salah satu karya yang berpengaruh besar terhadap perkembangan genre shoujo manga.
Ceritanya mengisahkan Sapphire, seorang putri yang lahir dengan hati laki-laki dan perempuan sekaligus, lalu menjalani kehidupan ganda sebagai bangsawan dan pahlawan bertopeng. Manga tersebut kemudian memperoleh adaptasi anime televisi pada 1967 hingga 1968 dan terus dikenang sebagai salah satu karya klasik paling penting dalam sejarah manga dan anime Jepang.