Entertainment
Jadwal Rilis Film Ray Gunn Terungkap, Scarlett Johansson Jadi Pengisi Suara
Netflix baru-baru ini merilis first look film animasi terbaru bertajuk Ray Gunn garapan Brad Bird yang telah dikembangkan selama lebih dari tiga dekade.
Ray Gunn sendiri mengusung perpaduan film noir dan fiksi ilmiah dengan latar kota futuristis bergaya Art Deco bernama Metropia, yang membayangkan seperti apa masa depan jika dilihat dari sudut pandang tahun 1939.
Dengan arsitektur bergaya Art Deco, gedung-gedung pencakar langit yang menjulang, mobil terbang, hingga jetpack sebagai alat transportasi, Metropia menghadirkan gambaran masa depan yang penuh optimisme sebelum pecahnya Perang Dunia II.
Ceritanya mengikuti Raymond Gunn, seorang detektif swasta. Ia terseret ke dalam penyelidikan sebuah kasus yang melibatkan pembunuhan, makhluk luar angkasa, serta Venus Nova, bintang pop paling terkenal di dunia.
Di balik popularitasnya, Venus harus menghadapi berbagai skandal yang mengancam karier sekaligus keselamatannya.
Dalam penyelidikannya, Ray ditemani Eyera, alien bermata satu yang menjadi sahabat sekaligus rekan paling tepercaya. Karakter tersebut diisi suaranya oleh musisi dan aktor Tom Waits.
Jajaran pengisi suara film ini di antaranya ada Sam Rockwell sebagai Raymond Gunn, Scarlett Johansson sebagai Venus Nova, Tom Waits sebagai Eyera, serta John Ratzenberger dan Jamie Costa.
Menurut Brad Bird, pemilihan jajaran pengisi suara menjadi salah satu aspek terpenting dalam produksi film animasi. Ia memilih aktor-aktor yang tidak hanya memiliki suara khas, tetapi juga mampu memberikan emosi dan ritme dialog yang terus terasa hidup.
"Hal terpenting dalam film animasi adalah memilih para pengisi suara yang tetap enak didengar oleh animator, meski dialog mereka diputar berulang-ulang. Satu kalimat yang diucapkan aktor dalam lima detik bisa membutuhkan waktu hingga tiga minggu untuk dianimasikan," ungkap Brad Bird, dikutip pada Jumat (26/6/2026).
"Selama proses itu, animator akan mendengarkan dialog yang sama ratusan kali agar ritme ucapan dan gerakan karakternya benar-benar selaras. Karena itu, menjaga mereka tetap terinspirasi adalah keuntungan besar. Semua pengisi suara terbaik mampu melakukan hal tersebut," lanjutnya.
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Ray Gunn merupakan proyek yang telah diperjuangkan Brad Bird selama lebih dari tiga dekade. Ide cerita film ini pertama kali ia tulis pada awal 1990-an sebagai film misteri bergaya film noir yang berlatar dunia retrofuturistis.
Brad Bird kemudian mengembangkan naskahnya bersama Matthew Robbins, rekan yang sebelumnya bekerja sama dengannya dalam penulisan Batteries Not Included (1987).
Brad Bird menuturkan inspirasi Ray Gunn muncul setelah menonton trailer serial televisi Peter Gunn. Dari sana, ia menciptakan karakter detektif bernama Raymond Gunn yang berpetualang di dunia masa depan dengan nuansa Amerika era 1930-an hingga 1940-an.
Ia juga mengaku banyak terinspirasi film-film noir klasik seperti The Maltese Falcon, The Big Sleep, dan Chinatown.
Proyek tersebut awalnya dikembangkan oleh Turner Feature Animation pada 1990-an. Namun, setelah Turner Broadcasting bergabung dengan Time Warner pada 1996, rencana produksi dibatalkan dan Brad Bird beralih menyutradarai The Iron Giant.
Meski demikian, ia terus mempertahankan hak atas proyek tersebut dan berupaya mencari studio yang bersedia mewujudkannya.
Setelah sempat menawarkan Ray Gunn kepada Pixar—yang saat itu lebih memilih memproduksi The Incredibles—Brad Bird akhirnya menemukan rumah baru untuk proyek impiannya di Skydance Animation pada 2021.
Proyek tersebut resmi kembali dikembangkan pada 2022, sebelum Netflix mengambil alih pendanaan dan distribusinya.
Ray Gunn siap tayang secara global di Netflix mulai 18 Desember 2026. Diketahui film animasi ini sudah lebih dulu diperkenalkan kepada publik melalui ajang Annecy International Animation Film Festival 2026 pada 24 Juni kemarin.