alexametrics

Sering Disepelekan, Berikut 5 Gejala Fisik Terkena Depresi

Funcrev Id
Sering Disepelekan, Berikut 5 Gejala Fisik Terkena Depresi
Ilustrasi depresi. [Unsplash]

Ketika mengalami depresi, seseorang biasanya akan merasakan kesedihan, gelisah, cemas yang berlebihan, dan kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang disukai. Penyakit depresi sering dianggap sepele. Padahal depresi bukan sekadar perasaan sedih pada umumnya.

Perasaan sedih biasanya akan hilang dalam waktu beberapa hari. Namun, depresi bisa terjadi berminggu-minggu dan memberikan dampak buruk bagi kesehatan mental. Gejala depresi mudah ditebak dari pola atau gaya hidup seseorang yang cenderung berubah menjadi pemurung secara tiba-tiba.

Gejala depresi juga dapat timbul dalam bentuk lain seperti menurunnya kualitas fisik yang tiba-tiba menjadi lemah. Di sisi lain, gejala fisik juga menunjukkan bahwa depresi sebenarnya sangat nyata dan dapat merusak kesehatan kita secara keseluruhan.

Dilansir dari Healthline, berikut lima gejala fisik depresi yang paling umum dialami:

1. Kelelahan

Kelelahan adalah gejala umum dari depresi. Kadang-kadang kita merasa sangat lesu bahkan di pagi hari, berharap untuk tetap di tempat tidur dan memainkan ponsel daripada harus memulai aktivitas.

Meskipun kita sering percaya bahwa kelelahan berasal dari stres, depresi ternyata juga dapat menyebabkan kelelahan. Namun, tidak seperti kelelahan sehari-hari, kelelahan terkait depresi dapat menyebabkan masalah konsentrasi, perasaan mudah tersinggung, dan apatis.

2. Badan terasa sakit

Apakah Anda pernah merasa seperti saraf Anda terbakar namun Anda tidak dapat menemukan apa penyebab sebelumnya? Ternyata, depresi dan rasa sakit atau nyeri sering muncul secara bersamaan.

Kedua gejala ini tidak memiliki hubungan sebab-akibat yang jelas, tetapi penting untuk mengevaluasinya bersama-sama, terutama jika dokter Anda merekomendasikan untuk melakukan pengobatan.

Beberapa penelitian menyarankan bahwa penggunaan antidepresan tidak hanya membantu meredakan depresi, tetapi juga dapat bertindak sebagai analgesik untuk memerangi rasa sakit.

3. Sakit punggung atau nyeri otot di seluruh tubuh

Anda mungkin merasa baik-baik saja di pagi hari, tetapi begitu Anda sedang beraktivitas, punggung Anda tiba-tiba mulai sakit. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh stres, atau bisa juga depresi. Meskipun sering dikaitkan dengan postur atau cedera yang buruk, sakit punggung juga bisa menjadi gejala tekanan psikologis.

4. Sakit kepala

Sakit kepala adalah gejala yang paling umum dirasakan oleh setiap orang. Saking umumnya, sehingga kita sering menganggapnya sebagai hal biasa. Situasi di tempat kerja, tugas yang menumpuk, bahkan keadaan di rumah, biasanya menjadi faktor awal yang dapat memicu sakit kepala ini.

Sakit kepala Anda mungkin tidak selalu disebabkan oleh stres, terutama jika Anda telah berusaha untuk mengatasi masalah dengan baik. Namun jika sakit kepala itu kerap terjadi, bahkan setiap hari, bisa jadi hal tersebut adalah tanda-tanda bahwa Anda sedang depresi.

Tidak seperti sakit kepala migrain yang menyiksa, sakit kepala yang berhubungan dengan depresi tidak serta merta mengganggu aktivitas seseorang. Dijelaskan oleh National Headache Foundation, jenis sakit kepala ini mungkin terasa seperti sensasi berdenyut ringan, terutama di sekitar alis. Bila minum obat sakit kepala atau pereda nyeri, mungkin akan ringan sesaat. Kemudian muncul kembali secara teratur.

Namun, sakit kepala bukan satu-satunya indikasi bahwa rasa sakit Anda mungkin adalah gejala psikologis. Orang dengan depresi juga akan sering mengalami gejala tambahan seperti kesedihan, perasaan mudah marah, dan penurunan energi.

5. Sakit perut

Pengidap depresi terkadang juga merasakan sakit perut atau diare. Depresi menyebabkan kembung yang bisa memicu sindrom iritasi usus besar pada beberapa kasus. Depresi bisa menyebabkan metabolisme tubuh menjadi tidak lancar sehingga memungkinkan pengidap depresi mengalami sembelit atau susah buang air besar.

Itulah tadi lima tanda fisik yang kerap dirasakan oleh beberapa orang. Jangan abaikan tanda-tanda atau gejala depresi yang kamu rasakan. Kalau kamu sedang stres hingga depresi dan kesulitan mengatasinya, kamu dapat berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater agar dapat menemukan solusi atas apa yang sedang kamu keluhkan.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak