Bukan Sekadar Kafein, Biji Kopi Arabika Ternyata Mengandung Zat Antidiabetes Alami

M. Reza Sulaiman | Wahyu Sukma
Bukan Sekadar Kafein, Biji Kopi Arabika Ternyata Mengandung Zat Antidiabetes Alami
Ilustrasi penelitian terbaru menemukan sebuah senyawa kimia baik dari kopi dapat turunkan gula darah ( unsplash.com/stephan hinni )

Senyawa kimia baru yang ditemukan dalam kopi kembali menjadi perhatian setelah penelitian terbaru menunjukkan kemungkinan kopi sebagai pangan fungsional yang bisa membantu mengelola diabetes tipe 2. Dalam percobaan di laboratorium, beberapa senyawa yang baru ditemukan dari biji kopi yang telah disangrai terbukti mampu menghambat enzim pemecah karbohidrat dengan sangat efektif.

Penelitian ini menemukan tiga senyawa baru yang secara kuat menghambat enzim glukosidase, yang merupakan enzim penting dalam proses pencernaan karbohidrat. Enzim ini berperan langsung dalam menentukan seberapa cepat gula masuk ke dalam darah. Dengan kata lain, menghambat enzim glukosidase dapat membantu mengendalikan kenaikan gula darah setelah makan, sebuah mekanisme yang juga menjadi tujuan utama obat diabetes.

Kopi sebagai Pangan Fungsional

Kopi tidak lagi dianggap sekadar sebagai minuman penambah energi. Dalam beberapa tahun terakhir, kopi masuk ke dalam kategori pangan fungsional karena adanya senyawa alami yang mendukung kesehatan, mulai dari antioksidan hingga efek yang dapat menurunkan glukosa atau kadar gula darah.

Ilustrasi proses penggorengan kopi yang disangrai turunkan glukosa darah (unsplash.com/Tim Mossholder)
Ilustrasi proses penggorengan kopi yang disangrai turunkan glukosa darah (unsplash.com/Tim Mossholder)

Masalahnya, kopi memiliki komposisi kimia yang sangat rumit, terutama setelah proses penyangraian (roasting). Untuk membedah kerumitan tersebut, para peneliti menggunakan teknologi modern seperti nuclear magnetic resonance (NMR) dan liquid chromatography-mass spectrometry (LC-MS/MS). Teknik ini membantu mengidentifikasi senyawa bioaktif dengan lebih cepat dan akurat, termasuk senyawa yang konsentrasinya sangat rendah dan sulit terdeteksi dengan metode biasa.

Riset yang dipimpin oleh Minghua Qiu dari Kunming Institute of Botany, Chinese Academy of Sciences, menemukan aktivitas antidiabetes dari kopi yang sebelumnya belum diketahui. Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Beverage Plant Research.

Menurut Science Daily, tim peneliti merancang proses dalam tiga tahap yang didasarkan pada aktivitas biologis untuk mencari senyawa diterpen ester dalam biji kopi arabika yang telah disangrai. Dari proses pemisahan awal hingga analisis lebih lanjut, mereka berhasil mengisolasi tiga senyawa baru yang diberi nama caffaldehydes A, B, dan C.

Perlu diperhatikan bahwa ketiga senyawa tersebut menunjukkan kemampuan untuk menghambat glukosidase secara sangat efektif. Nilai IC50 dari ketiga senyawa ini bahkan lebih baik dibandingkan dengan akarbosa, sebuah obat diabetes yang umum digunakan sebagai bahan perbandingan dalam uji laboratorium.

Ketiga caffaldehydes memiliki struktur yang hampir sama, tetapi berbeda dalam jenis asam lemak yang menyusunnya. Meskipun demikian, semua senyawa tersebut menunjukkan aktivitas biologis yang sangat signifikan. Temuan ini didukung oleh identifikasi tiga senyawa turunan lainnya yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, berkat pendekatan berbasis LC-MS/MS yang menggunakan jaringan molekuler.

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan analisis terpadu sangat efektif untuk menemukan senyawa penting dalam bahan pangan yang kompleks seperti kopi. Penemuan ini memberi harapan untuk menciptakan produk turunan kopi yang bermanfaat bagi kesehatan, baik sebagai pangan fungsional maupun suplemen nutrisi yang dapat membantu mengatur kadar gula darah.

Selanjutnya, para peneliti berencana melakukan uji efektivitas dan keamanan dari senyawa-senyawa tersebut di dalam tubuh makhluk hidup (in vivo) sebelum merekomendasikan penggunaannya secara lebih luas.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak