Satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di gelaran Asean Club Championship 2024/2025, PSM Makassar mencatatkan hasil positif di babak semifinal gelaran.
Bertarung melawan Cong An Ha Noi (CAHN) FC, Tim Juku Eja sukses mengandaskan sang lawan dengan skor tipis 1-0. Menyadur laman Suara.com (2/4/2025), satu-satunya gol yang membawa kemenangan PSM Makassar di leg pertama babak semifinal gelaran ini diciptakan oleh legiun asing mereka, Yuran Fernandes.
Mendapatkan kesempatan untuk melakukan tendangan sudut pada menit ke-80, Yuran Fernandes yang berada di posisi ideal, berhasil menanduk bola dan mengarahkannya ke gawang wakil Vietnam tersebut sekaligus membawa keunggulan bagi tim tuan rumah.
Sebuah gol yang cukup berharga untuk dijadikan modal Tim Ayam Jantan dari Timur untuk menjalani leg kedua semifinal di kandang lawan pada akhir bulan April nanti. Dengan catatan satu gol ini, PSM Makassar hanya perlu untuk memaksakan hasil imbang kala bertarung di markas tim asal ibukota Vietnam tersebut.
Bukan hanya membuka peluang untuk melaju ke partai final gelaran, kemenangan tipis yang dimiliki oleh PSM Makassar ini juga membuka kans mereka untuk mengakhiri titel juara bertahan turnamen yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Sepertimana laman history aseanfootball.org, juara terakhir dari gelaran ini adalah klub wakil Singapura, Tampines Rovers yang mana pada gelaran edisi 2005 lalu, mereka berhasil memenangi pertarungan melawan Pahang dari Malaysia di partai final perhelatan.
Dan setelahnya, gelaran antar klub level tertinggi kawasan Asia Tenggara ini tak lagi dihelat oleh AFF, sebelum pada akhirnya kembali digulirkan pada musim 2024/2025 ini.
Itu berarti, gelar juara bertahan yang digenggam oleh Tampines Rovers sudah melekat selama kurang lebih 20 tahun, dan baru akan berakhir di musim ini seiring dengan munculnya juara baru di gelaran.
Sekadar informasi, gelaran ASEAN Club Championship sendiri sejatinya bukanlah turnamen baru di kawasan Asia Tenggara. Dalam sejarahnya, turnamen ini kali pertama diinisiasi oleh induk sepak bola Asia Tenggara di awal tahun 2000an lalu, dan berhasil direalisasikan untuk kali pertama pada tahun 2003.
Pada turnamen edisi 2003, sebanyak 11 klub yang terdiri dari 10 klub negara-negara ASEAN dan satu klub undangan dari India, East Bengal turut serta dalam turnamen. Ironisnya, meskipun menjadi satu-satunya klub non ASEAN yang turut serta, justru East Bengal lah yang pada akhirnya menjadi kampiun gelaran tersebut.
Dua tahun berselang, AFF kembali menggulirkan turnamen ini dengan kontestan sejumlah delapan klub dari delapan negara ASEAN. Tanpa kehadiran wakil Indonesia di turnamen, Tampines Rovers yang yang merupakan jawara Liga Singapura, berhasil menjadi kampiun dan membuat mereka menjadi pemegang titel juara bertahan terlama di turnamen, mengingat setelah itu turnamen ini vakum dan baru kembali digagas penyelenggaraannya pada awal 2020an lalu.
Sejatinya, AFF sendiri merencanakan untuk kembali menggelar turnamen ini pada tahun 2022 lalu. Namun sayangnya, rencana tersebut urung terlaksana dan baru kemudian menjadi kenyataan di tahun 2024 dengan format yang cukup berbeda.
Selain mengharuskan klub dengan kasta liga terendah untuk memulai perjuangan mereka melalui babak play-off, pada edisi kali ini jumlah kontestan babak grup mencapai 12 tim yang dibagi menjadi dua grup, di mana dua tim teratas dari masing-masing grup, berhak untuk melaju ke fase semifinal.
Dan kini, PSM Makassar yang sukses melewati babak penyisihan grup, sukses mengamankan leg pertama babak semifinal atas CANH FC. Dan jika bisa terus melaju hingga partai final serta menyingkirkan lawan-lawannya, maka bisa jadi gelar juara bertahan Tampines Rovers yang telah bertahan selama kurang lebih 20 tahun secara resmi akan berakhir di tangan mereka.