Pemain Naturalisasi Join Liga Indonesia, EXCO PSSI Sindir Kualitas Liga!

Sekar Anindyah Lamase | zahir zahir
Pemain Naturalisasi Join Liga Indonesia, EXCO PSSI Sindir Kualitas Liga!
Jordi Amat (Kiri) dan Rizky Ridho (Kanan). (persija.id)

Dalam setahun terakhir, eksodus para pemain naturalisasi timnas Indonesia yang memutuskan berkarir di liga Indonesia benar-benar menjadi fenomena yang ramai disorot banyak pihak.

Melansir dari beberapa sumber di laman berita Suara.com, setidaknya, ada sekitar tujuh pemain keturunan atau naturalisasi di skuad timnas Indonesia yang memutuskan berkarir di liga Indonesia.

Nama-nama pemain seperti Jordi Amat, Thom Haye, Eliano Reijnders, Jens Raven, Rafael Struick, Shayne Pattynama dan Dion Markx menjadi deretan nama yang memutuskan berkarir di liga Indonesia. Lalu, adapula nama Saddil Ramdani yang dulunya membela klub Malaysia, Sabah FC kemudian memutuskan bergabung dengan Persib Bandung di awal musim 2025/2026 ini.

Kondisi ini membuat banyak penggemar dan pihak terbelah menjadi dua kubu terkait hijrahnya para pemain naturalisasi tersebut ke liga Indonesia. Ada yang mendukung dengan dalih peningkatan kualitas liga. Akan tetapi, tak sedikit juga yang menolak karena dikhawatirkan akan membuat performa para pemain tersebut menurun saat membela timnas Indonesia.

Situasi yang cukup pelik ini juga turut disorot oleh salah satu anggota komite eksekutif (Exco) PSSI, yakni Arya Sinulingga. Melannsir dari akun instagram @bolavers24, Arya Sinulingga menyoroti banyaknya para pemain keturunan yang kemudian hijrah ke liga Indonesia saat ini sebagai sebuah fenomena yang harus disertai dengan peningkatan kualitas kompetisi dalam negeri.

Menurutnya, kualitas kompetisi dalam negeri, khususnya kasta kompetisi Super League harus segera ditingkatkan. Hal ini dikarenakan dirinya khawatir jika kualitas liga yang belum baik ini bisa mempengaruhi performa dan gaya bermain para pemain berlabel tim nasional dan bisa berdampak dengan penurunan kualitas skuad garuda.

“Kami perkirakan adalah kualitas liganya yang terus naik, kalau tidak naik ya akan jelek. Tapi kalau naik pasti tidak akan berdampak negatif bagi timnas Indonesia,” ujar Arya Sinulingga.

Pernyataan yang dilontarkan oleh Arya Sinulingga memang cukup masuk akal. Pasalnya, para pemain keturunan tersebut dinaturalisasi memang guna menaikkan performa dan prestasi timnas Indonesia. Mereka tentunya diharapkan bisa membawa ilmu dan pengalaman dari kompetisi luar dan menerapkannya saat berseragam tim nasional.

Namun, kini dengan banyaknya para pemain naturalisasi yang “hijrah” ke liga Indonesia, tentunya operator liga dan PSSI harus segera melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas liga. Lalu, apakah hijrahnya para pemain keturunan ini bisa berdampak positif bagi peningkatan kualitas liga?

Banyak Pemain Naturalisasi di Liga Indonesia, Bisa Jadi Perjudian Bagi Sepakbola Nasional

Eksodusnya beberapa pemain keturunan atau naturalisasi timnas Indonesia ke liga Indonesia memang bisa menjadi sebuah fenomena menarik sekaligus perjudian bagi pesepakbolaan nasional.

Pasalnya, para pemain keturunan tersebut awalnya dinaturalisasi memang karena kebutuhan peningkatan kualitas dan performa timnas Indonesia.

Mereka tentunya berasal dari liga-liga atau berkompetisi di liga papan atas yang dimana memiliki kualitas yang jauh di atas liga Indonesia. Namun, kini beberapa pemain justru memutuskan berkarir di liga Indonesia dengan berbagai faktor dan alasan.

Tentunya hal ini diibaratkan dapat menjadi sebuah perjudian bagi pesepakbolaan Indonesia. Di sektor timnas Indonesia, hal ini bisa berimbas dengan penurunan performa para pemain tersebut dikarenakan terbawa arus kompetisi liga Indonesia yang dinilai belum setara dengan liga-liga papan atas dunia. Tentunya dalam aspek ini, timnas Indonesia bisa dirugikan.

Lalu, di sektor liga Indonesia, kehadiran para pemain naturalisasi tersebut bisa secara tak langsung meningkatkan kualitas permainan liga karena adanya transfer ilmu antar pemain. Namun, hal ini juga tak serta merta bisa menjaga kualitas permainan para pemain diaspora atau keturunan tersebut.

Kini, kita hanya bisa berharap jika performa para pemain naturalisasi tersebut tidak mengalami penurunan ketika terkena atmosfir kompetisi di liga Indonesia.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak