Hobi
Kecewa Berat, Fabio Quartararo Akui Terlalu Optimis dengan Motor Yamaha V4
Fabio Quartararo baru-baru ini kembali mengomentari proyek V4 milik Yamaha yang dia gunakan di MotoGP musim 2026 ini. Diketahui, proyek besar ini tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan menyusul berbagai masalah teknis yang muncul.
Dalam uji coba di Sepang lalu, Quartararo kurang beruntung lantaran mengalami kecelakaan yang menyebabkan dia harus absen di sisa tes.
Tak hanya itu, dia juga mengalami masalah teknis dengan motornya, motornya mengeluarkan asap sehingga dia harus mundur dari tes. Yamaha pun absen di hari kedua karena masalah teknis ini.
Kemudian, dalam uji coba di Buriram performa Quartararo juga masih tertinggal dari rival-rivalnya. Secara keseluruhan, pembalap asal Prancis ini berada di urutan ke-17.
Memasuki seri perdana di GP Thailand, Quartararo start dari grid ke-16, kemudian finis di P16 di sesi sprint race dan P18 di sesi main race. Bukan sesuatu yang diinginkan tentunya, wajar saja jika dia merasa frustrasi dengan hasil yang diperoleh.
Proyek ini adalah salah satu alasan mengapa dia masih mau bertahan di Yamaha pada 2024 lalu, meskipun sempat mendapat tawaran dari Aprilia. Harapannya, V4 bisa memperbaiki performa Yamaha yang terpuruk beberapa tahun belakang ini. Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya.
Di GP Thailand kemarin, Quartararo banyak menanggapi soal motor barunya, menurutnya performa mereka masih jauh dari kata memuaskan.
"Kami masih jauh tertinggal karena kami tahu betapa sulitnya untuk menjadi dua persepuluh detik lebih cepat, terutama setelah dua hari pengujian (di lintasan yang sama). Jelas, kita masih sangat jauh dari tujuan, tetapi setidaknya saya sudah memberikan yang terbaik," ujar Quartararo, dilansir dari laman Crash.
Dia juga mengungkapkan beberapa kekurangan yang ada pada motor Yamaha V4. Menurut juara dunia tahun 2021 itu, bukan hanya kecepatan yang perlu diperbaiki, mereka juga juga butuh meningkatkan kemampuan berbelok, sensasi di bagian depan, dan elektronik.
Dan meskipun catatan waktu putaran akhir tes Buriram 2025 dan 2026 hampir sama, Quartararo memperkirakan V4 kekurangan tujuh hingga delapan persepuluh detik per putaran dibandingkan dengan mesin inline4 sebelumnya.
Sejatinya, Quartararo merasakan kejanggalan ini sejak uji coba di Barcelona tahun lalu. Namun, perasaan itu dianggap normal karena dia menyadari bahwa ini adalah proyek baru dan meyakini akan ada kemajuan di waktu yang akan datang.
"Pada bulan September, ketika kami mencoba motor ini di Barcelona, rasanya tidak terlalu bagus. Itu normal, karena proyek ini masih baru, tetapi rasanya (sekarang) sangat mirip dibandingkan dengan bulan September,” katanya.
Setelah itu, Quartararo baru merasakan bahwa dia terlalu optimis. Kini, setelah mengetahui potensi motornya yang sesungguhnya, dia tidak ingin bertindak gegabah dan berusaha tetap tenang menjalani seri demi seri musim ini.
Hal ini kemudian dikaitkan dengan hubungan Quartararo dengan Yamaha yang sekarang sedang berada di tahun terakhir kontrak. Pernyataannya tentang motor V4 Yamaha membuat publik kembali bertanya-tanya, apakah keduanya kembali melanjutkan kerja sama?
Di lain sisi, Quartararo digosipkan akan pindah ke Honda mulai musim depan. Masih belum ada pernyataan resmi dari pihak Quartararo maupun Honda tentang berita ini, tapi pembalap berjudul El Diablo itu kabarnya sudah membuat keputusan yang jelas terkait dengan masa depannya.
Melihat kondisi yang seperti ini, besar kemungkinan bahwa Quartararo akan pergi meninggalkan Yamaha dan pindah ke pabrikan lain. Seorang pembalap dengan potensi yang mumpuni sudah pasti menginginkan tim dan motor terbaik.