Hobi
Awalnya Cuma Lelucon April Mop, BMW Sulap M3 Touring Jadi Mobil Balap
BMW akhirnya benar-benar mengubah candaan April Mop menjadi kenyataan dengan menghadirkan M3 Touring versi mobil balap. Pada April Mop sebelumnya, BMW sempat merilis konsep M3 Touring yang dibayangkan sebagai mobil balap, namun saat itu hanya dijadikan lelucon kreatif untuk penggemar.
Wagon keluarga yang dikenal sebagai ultimate daddy car ini kini turun ke lintasan dengan DNA motorsport penuh. Mengutip kanal YouTube milik Misha Charoudin, proyek ini disebut berawal dari lelucon April Mop yang kemudian benar-benar diwujudkan karena respons besar dari komunitas penggemar.
M3 Touring sendiri merupakan mobil keluarga berperforma tinggi khas BMW M. Mobil ini menggabungkan kepraktisan bagasi luas dengan performa buas layaknya mobil sport.
Dalam kondisi standar, M3 Touring dibekali mesin 3.0 liter twin-turbo inline-6 (S58) berkapasitas 2.993 cc. Tenaganya mencapai sekitar 510–523 hp dengan torsi 650 Nm serta didukung sistem penggerak AWD xDrive dan transmisi otomatis 8-percepatan.
Akselerasinya tergolong sangat cepat untuk ukuran mobil keluarga, yakni 0–100 km/jam dalam 3,6 detik. Kecepatan maksimalnya mencapai 250 km/jam dan bisa meningkat hingga sekitar 280 km/jam dengan paket tambahan.
Di Indonesia, M3 Touring Competition M xDrive dipasarkan di kisaran Rp2,8 miliar. Harga tersebut menempatkannya sebagai salah satu wagon performa tinggi paling eksklusif di kelasnya.
Transformasi ekstrem terjadi saat BMW mengubah mobil ini menjadi versi balap berbasis teknologi BMW M4 GT3. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa mobil ini dikembangkan dari basis M4 GT3 yang sudah dikenal sebagai mobil balap dengan performa tinggi, lalu disesuaikan dengan karakter M3 Touring.
Mobil ini menggunakan mesin P58, pengembangan dari S58, yang sudah dilengkapi sistem dry sump. Teknologi ini membuat posisi mesin bisa ditempatkan lebih rendah sehingga meningkatkan keseimbangan serta performa aerodinamika.
Tenaganya pun meningkat hingga sekitar 590 hp dengan transmisi sequential 6-percepatan khas mobil balap. Hal ini turut ditegaskan dalam video bahwa mesin yang digunakan mampu menghasilkan tenaga hingga 590 hp dengan konfigurasi drivetrain khas GT3.
Sasis mobil tetap berbasis G81 M3 Touring, namun telah dimodifikasi total untuk kebutuhan lintasan. Mulai dari pemasangan roll cage, suspensi balap, hingga pengurangan bobot secara signifikan.
Dari sisi aerodinamika, ubahan terlihat sangat ekstrem terutama di bagian belakang. Hasil pengujian wind tunnel bahkan menunjukkan performanya nyaris identik dengan M4 GT3 versi balap.
Mobil dibuat lebih lebar dengan tambahan diffuser besar dan sayap raksasa untuk menghasilkan downforce maksimal. Sebagian besar sistem drivetrain dan aerodinamika dibuat hampir identik dengan mobil balap tersebut.
Menariknya, mobil ini tetap mempertahankan karakter touring dengan kemungkinan adanya kursi penumpang. Dalam video itu juga dijelaskan bahwa mobil ini dirancang agar tetap bisa membawa penumpang sebagai bagian dari konsep berbasis komunitas.
Mobil ini juga bukan sekadar konsep, melainkan benar-benar turun di ajang balap ketahanan Nürburgring 24 Hours. Kehadirannya di lintasan menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar eksperimen, melainkan mobil balap fungsional.
Untuk harga, BMW belum mengungkap angka resmi versi balap ini. Namun sebagai gambaran, mobil GT3 seperti M4 GT3 biasanya dibanderol di kisaran Rp6 hingga Rp8 miliar.
Dari mobil keluarga yang identik dengan kepraktisan, M3 Touring kini berubah menjadi mesin balap ekstrem. Julukan ultimate daddy car pun terasa semakin relevan dengan transformasi liarnya ini.