Hobi

Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez

Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
Marco Bezzecchi (Instagram/marcobez72)

Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, telah kehilangan rekor 5 kemenangan beruntunnya usai kalah dari Alex Marquez di GP Jerez 2026 kemarin.

Awal musim 2026 ini menjadi catatan yang baik untuk Aprilia dan Marco Bezzecchi, pasalnya, keduanya berhasil menyapu bersih kemenangan di 3 balapan Grand Prix pertama yakni GP Thailand, GP Brasil, dan GP Amerika.

Tak berhenti di situ, sebelumnya Bezzecchi sendiri sudah berhasil memenangkan 2 balapan terakhir musim 2025, yakni di GP Valencia dan GP Portugal.

Namun, catatan baik ini harus putus di seri keempat, tepatnya di GP Jerez 2026 kemarin, di mana podium 1 diraih oleh pembalap Ducati, Alex Marquez.

Bezzecchi yang sebelumnya berada di P3, naik 1 posisi setelah Marc Marquez jatuh di putaran kedua. Kendati hanya mengejar 1 posisi untuk bisa menang, Bezzecchi tidak mampu mengejar Alex yang memimpin jalannya balapan dari awal hingga akhir.

Terkait dengan hal ini, Bezzecchi mengungkapkan beberapa keunggulan Alex Marquez yang menjadikannya tak tersentuh. Menurut Bezz, Alex memang sangat cepat di beberapa bagian tertentu.

Dia (Alex Marquez) sangat cepat terutama di bagian-bagian yang cepat dan mengalir, sektor tiga, sektor empat. Namun secara keseluruhan, dia sangat tepat sasaran di semua aspek. Tetapi khususnya di sektor tiga, dia memiliki jalur yang sangat bagus, cengkeraman yang sangat baik, traksi yang sangat baik," ujar Bezzecchi, dilansir dari laman Crash.

Di sisi lain, meskipun tidak bisa memenangkan balapan dan hanya bisa finis di P2, Marco Bezzecchi mengaku puas dengan hasil yang dia peroleh.

Dengan performa Alex yang sangat kuat dan cepat, pembalap asal Italia tersebut mengaku balapan kali ini tidak mudah, apalagi untuk meraih kemenangan.

Saya puas dengan hasil hari ini karena tidak mudah untuk menjalani balapan yang bagus, terutama dengan Alex yang sekuat ini. Sebenarnya, saya langsung melihat bahwa dia sangat cepat, seperti yang saya duga, dan ini adalah kemampuan maksimal yang bisa saya berikan," katanya.

Bezzecchi juga tidak merasa kecil hati dengan patahnya rekor yang dia peroleh di awal musim ini. Dia merasa senang dengan pencapaiannya, tapi dia juga tahu bahwa hal ini bisa berakhir.

Jadi, tentu saja, itu adalah momen yang luar biasa bagi saya, tiga balapan pertama, memimpin di setiap putaran. Namun, wajar jika pada suatu titik ini akan berakhir. Untungnya, kami mengakhirinya dengan baik, dan juga menampilkan balapan yang bagus hari ini," tambahnya.

Secara keseluruhan, hasil di Jerez kemarin juga membuat persaingan papan atas klasemen sementara musim 2026 semakin menarik.

Meski gagal memperpanjang rekor kemenangan, Marco Bezzecchi masih menunjukkan performa yang cukup baik yang bisa menjadi modal penting dalam perebutan gelar juara dunia. Tambahan poin dari finis kedua menjaga posisinya tetap kuat di puncak klasemen.

Di sisi lain, kemenangan Alex Marquez di GP Jerez 2026 memberi petanda bahwa perjalanan Aprilia untuk bisa terus mendominasi tidak akan berjalan mudah karena Ducati terbukti masih bisa menyerang.

Jika ingin tetap berada di depan, Aprilia harus segera melakukan evaluasi untuk menghadapi balapan selanjutnya. Dengan jadwal yang masih panjang, peluang untuk kembali ke jalur kemenangan tetap terbuka lebar.

Terhentinya rekor kemenangan memang menjadi catatan penting, namun bukan akhir dari segalanya bagi Bezzecchi. Justru, momen ini bisa menjadi titik pembuktian sejauh mana dia mampu bangkit dan mempertahankan performanya.

Lantas, apakah menurut kalian Marco Bezzecchi bisa kembali memenangkan balapan di seri-seri berikutnya, atau kekalahan kemarin justru menjadi awal dari mundurnya performa Bezzecchi?

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda