Hobi
FIFA Series 2026: John Herdman Pertebal Dinding Pertahanan Timnas Indonesia
Melalui pengumuman resmi skuad final yang dirilis PSSI pada 21 Maret, pelatih John Herdman terlihat sangat serius dalam membangun dinding pertahanan yang kokoh bagi Timnas Indonesia.
Langkah paling mencolok adalah dengan kembali memanggil bek jangkung Elkan Baggott ke dalam daftar 24 pemain yang akan berlaga di FIFA Series 2026. Kehadiran pemain-pemain bertahan berkualitas ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor belakang akan menjadi fondasi utama strategi Herdman.
Kembalinya Elkan Baggott ke pangkuan Garuda merupakan momen yang sudah dinantikan banyak pencinta sepak bola tanah air. Bek yang merumput bersama Ipswich Town di Championship Inggris ini akhirnya melakukan comeback setelah absen selama hampir dua tahun terakhir.
Sejak terakhir kali membela tim nasional di Piala Asia U-23 2024, sosok bertinggi badan 198 cm ini kembali dipercaya untuk mengawal lini belakang.
Masuknya Elkan dari daftar sementara yang berisi 41 pemain membuktikan bahwa ia telah melewati proses seleksi dan pemusatan latihan (TC) dengan sangat baik. Kepercayaan yang diberikan Herdman menunjukkan betapa berharganya pengalaman Elkan yang terbiasa berkompetisi di level tinggi sepak bola Inggris. Hal ini diharapkan mampu memberikan ketenangan ekstra bagi barisan pertahanan Indonesia.
Melansir kitagaruda.id, John Herdman memanggil sembilan pemain bertahan untuk mengisi komposisi skuad. Nama-nama mentereng seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Justin Hubner, hingga Rizky Ridho akan saling bahu-membahu menjaga area penalti Indonesia. Komposisi ini dianggap sangat ideal bagi skema permainan yang diusung oleh sang pelatih baru.
Pakem tiga bek yang menjadi ciri khas Herdman sebenarnya memiliki kemiripan dengan pola yang sering diterapkan oleh Shin Tae-yong sebelumnya. Dengan menaruh tiga bek tengah sejajar, soliditas pertahanan Indonesia diharapkan meningkat tajam saat menghadapi tantangan di babak semifinal melawan Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret mendatang.
Selain mengandalkan pemain yang baru kembali, Herdman juga tetap memberikan ruang bagi para pemain langganan dari era Shin Tae-yong. Nama-nama seperti Rizky Ridho yang memiliki catatan 2.934 menit bermain dan Pratama Arhan dengan 2.960 menit bermain tetap menjadi pilar penting. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas dan jembatan transisi kepemimpinan di dalam lapangan.
Sekitar 12 hingga 15 pemain dalam skuad saat ini merupakan mereka yang sudah terbiasa dengan tekanan di ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Herdman tampaknya ingin menghindari gejolak besar pasca-perpindahan pelatih dengan menggabungkan para veteran yang sudah paham atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dengan tenaga baru dari jalur diaspora.
Menghadapi Variasi Taktik Lawan Lintas Benua
Tantangan sesungguhnya bagi lini belakang Garuda adalah variasi gaya bermain lawan yang sangat beragam di ajang FIFA Series ini. Dari fisik kuat khas tim Karibia hingga disiplin taktik ala Eropa, semuanya menuntut konsentrasi tingkat tinggi. Skuad Indonesia harus benar-benar waspada agar tidak terkejut dengan transisi permainan yang cepat.
Laga perdana melawan Saint Kitts and Nevis akan menjadi ujian fisik yang berat. Lawan dari zona CONCACAF ini dikenal memiliki kecepatan transisi yang mematikan, ditambah insting gol tajam dari penyerang mereka, Raphael Lea'i. Kedisiplinan posisi akan menjadi kunci bagi lini belakang Indonesia untuk meredam serangan balik lawan.
Jika berhasil melewati adangan pertama, Indonesia berpotensi bertemu Bulgaria (UEFA) atau Kepulauan Solomon (OFC). Bulgaria dikenal dengan organisasi permainan yang sangat rapat dan keunggulan dalam memanfaatkan situasi bola mati. Sementara itu, Kepulauan Solomon menawarkan tempo tinggi khas sepak bola Pasifik yang bisa menguras tenaga.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, strategi pressing tinggi akan diterapkan guna memutus aliran bola lawan sejak dini. Kolaborasi trio bek tengah, yang kemungkinan diisi oleh Idzes, Baggott, dan Ridho, akan menjadi tumpuan utama dalam meredam variasi serangan lawan yang melintasi berbagai benua tersebut.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan catatan penting mengenai partisipasi Indonesia di turnamen dengan format gugur ini. Ia mengingatkan bahwa persaingan di FIFA Series bukanlah hal yang mudah.
Oleh karena itu, fokus menjadi harga mati bagi setiap pemain. Kehadiran pemain diaspora seperti Ole Romeny dan Jordi Amat memang sangat membantu meningkatkan kualitas tim, namun Herdman menekankan agar timnya tidak pernah meremehkan lawan mana pun. Setiap menit pertandingan di SUGBK akan menjadi ajang uji nyali sekaligus pembuktian kualitas strategi rebuild yang sedang dijalankan.
Debut manis John Herdman tentu menjadi harapan seluruh pendukung setia Timnas Indonesia. Dengan barisan pertahanan yang dipertebal oleh pemain berpengalaman internasional, Indonesia memiliki modal berharga untuk melaju jauh dalam turnamen ini dan menunjukkan bahwa kualitas pertahanan Garuda kini telah berada di level yang berbeda.