Hobi
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
Timnas Indonesia resmi memulai langkahnya di ajang ASEAN Hyundai Cup 2026—yang dulunya bernama AFF Cup—dengan sangat meyakinkan. Melansir dari laman resmi PSSI, Skuad Garuda senior sukses menaklukkan tim tamu Kamboja dengan skor telak 5-1 dalam laga Grup A yang digelar pada Senin (27/7/2026) di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.
Gol kemenangan Timnas Indonesia diwarnai oleh penampilan gemilang striker naturalisasi baru, Mitchel Baker. Penyerang berdarah Indonesia-Australia tersebut langsung mencetak hattrick (tiga gol) dalam laga debutnya bersama Skuad Garuda.
Dua gol lainnya masing-masing disumbangkan oleh penyerang muda Jens Raven—yang juga menjalani laga debutnya di timnas senior—serta bek senior Sandy Walsh. Dengan hasil ini, Timnas Indonesia memiliki modal penting jelang menghadapi Timor Leste pada laga kedua Grup A, 31 Juli 2026 mendatang.
Kemenangan meyakinkan atas Kamboja di laga perdana ini tentu tak lepas dari peran vital sang pelatih, John Herdman. Menariknya, dalam laga tersebut, pelatih asal Inggris itu melakukan langkah yang cukup eksentrik dan tak biasa bagi seorang juru taktik.
Pantau Laga dari Tribun, Tiru Gaya Pelatih Elite Eropa
Melansir dari Suara.com, John Herdman terpantau melakukan cara unik saat memberikan instruksi kepada anak asuhnya. Mantan pelatih Timnas Kanada tersebut terlihat berada di tribun penonton sejak awal babak pertama hingga sekitar menit ke-30.
Awalnya, banyak yang mengira John Herdman sedang menjalani hukuman sehingga tidak boleh mendampingi tim di bench pemain. Namun, usut punya usut, langkah tersebut sengaja dilakukan sebagai bagian dari taktik kepelatihannya.
Dengan berada di tribun penonton, ia memiliki sudut pandang (view) yang lebih luas dan menyeluruh terhadap keseluruhan lapangan. Di atas tribun, ia juga membawa perangkat komunikasi tambahan untuk memberikan instruksi kepada para asistennya di bench, yang kemudian meneruskannya kepada para pemain di lapangan.
Sontak, gaya kepelatihan John Herdman tersebut membuat banyak pihak terheran-heran. Pasalnya, sejauh ini belum ada pelatih Timnas Indonesia yang menerapkan metode tersebut. Namun, langkah ini sejatinya cukup lumrah dilakukan oleh pelatih-pelatih kelas dunia, khususnya di Eropa.
Beberapa nama pelatih top seperti Luis Enrique, Jose Mourinho, dan Xabi Alonso, hingga pelatih legendaris seperti Arsene Wenger dan Sir Alex Ferguson juga pernah menerapkan metode ini saat membaca permainan timnya. Hal tersebut sah dan menjadi strategi yang wajar dalam dunia sepak bola modern.
Membangun Kepercayaan Diri dan Pemahaman Taktik Pemain
Seusai laga kontra Kamboja, John Herdman memberikan penjelasan mengenai alasannya memilih berada di atas tribun pada awal pertandingan. Ia mengungkapkan bahwa langkah itu diambil untuk memberi pemain kebebasan dalam menjalankan taktik yang telah disiapkan sebelum laga, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri mereka di lapangan.
“Ada dua bagian. Yang pertama adalah memberi kepercayaan kepada para pemain. Kami telah melakukan banyak pekerjaan bagus di balik layar bersama kelompok kepemimpinan tim. Saya rasa kami memiliki para pemimpin yang luar biasa dalam skuad ini. Ada enam pemain yang memimpin tim, dan mereka tidak selalu membutuhkan pelatih berada di sana. Seperti yang bisa Anda lihat, mereka mencetak tiga gol tanpa pelatih berada di pinggir lapangan,” ujar John Herdman.
Pendekatan yang dilakukan John Herdman tersebut menunjukkan visi dan kualitasnya sebagai pelatih kelas dunia yang tidak hanya kaya akan taktik, tetapi juga piawai mematangkan mental serta kemandirian para pemainnya di atas lapangan.