Hobi
Erick Thohir Tegaskan Komitmen terhadap Sepak Bola Putri, Ada Buktinya?
Pernyataan tegas mengenai masa depan sepak bola putri Indonesia kembali disuarakan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Ia memberikan penekanan bahwa pengembangan sektor ini merupakan komitmen nyata dari federasi, tanpa pernah mengesampingkan peran para pesepak bola wanita di tanah air.
Ketegasan tersebut disampaikan langsung oleh dirinya dalam sebuah sesi jumpa pers saat peluncuran kompetisi Liga Putri Indonesia atau Indonesia Women's League 2026/27. Acara resmi tersebut berlangsung di Kantor I.League, Jakarta.
Dalam pandangannya, kepengurusan PSSI periode saat ini berupaya mematahkan pandangan masa lalu terkait perlakuan terhadap tim putri. Ia menilai pembinaan terhadap pesepak bola wanita kini diposisikan sejajar dengan sektor putra.
"Kami punya komitmen bahwa sepak bola wanita itu tidak pernah dinomorduakan oleh kepengurusan PSSI saat ini. Saya rasa tidak ada periode-periode, di mana kita bisa lihat tim nasional putri berjalan seiring dengan tim nasional putra," kata Erick, melansir Antara News pada Selasa (11/8/2026).
Bentuk nyata dari janji tersebut terlihat dalam pelaksanaan pemusatan pelatihan nasional. Pembinaan serta persiapan tim nasional putri maupun putra kini dipastikan berlangsung secara beriringan, mencakup tingkat senior hingga kelompok umur.
Selain aspek pelatihan tim nasional, bukti pendukung lainnya adalah penyelenggaraan ajang Srikandi Merdeka Cup. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 23 Agustus di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.
Kejuaraan kategori usia di bawah 16 tahun (U-16) berlevel internasional tersebut terlaksana atas kerja sama antara PSSI dan Bakti Olahraga Djarum Foundation. Sebanyak tujuh negara turut berpartisipasi, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, Yordania, dan Arab Saudi.
Erick mengungkapkan bahwa hadirnya negara-negara peserta tersebut menjadi sarana penting untuk mematangkan kualitas pemain muda tanah air.
"Srikandi Cup sebagai bukti, kami juga menggulirkan lagi komitmen, bagaimana kelompok umur di bawah 16 tahun bisa terus meningkatkan prestasi. Hadir negara-negara besar dalam sepak bola," imbuhnya.
Di samping ajang usia muda, kebangkitan kompetisi domestik menjadi catatan penting dalam era kepemimpinannya. Setelah sempat membeku selama tujuh tahun sejak edisi terakhir pada 2019—yang kala itu dimenangkan oleh Persib Bandung atas PS Tira Persikabo dengan agregat 6-1—kompetisi putri akhirnya dihidupkan kembali.
Langkah Nyata dan Tantangan Kebijakan Sepak Bola Nasional
Liga Putri Indonesia musim baru dipastikan bakal memulai sepak mula pada 17 Oktober mendatang. Sebanyak enam klub dipastikan bersaing dalam ajang ini, yaitu Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa United FC, FC Bekasi City, Persikad Depok, dan Garudayaksa FC.
Orang nomor satu di PSSI itu menekankan bahwa kompetisi ini dirancang untuk berjalan secara konsisten dalam jangka panjang. Ia menolak keras jika ajang ini hanya dijadikan sebagai ajang formalitas belaka.
"Jangan sampai liga itu juga hanya dilahirkan hanya untuk pencitraan yang akhirnya berhenti pada kemudian hari," kata Erick.
Di tengah dorongan positif untuk sektor putri, dinamika lain hadir dari hasil Timnas Indonesia di panggung Piala AFF 2026. Erick Thohir tak terlepas dari sorotan dan kritik publik usai skuad Garuda dipastikan tersingkir di babak penyisihan grup.
Hasil imbang 1-1 saat berhadapan dengan Singapura membuat Indonesia gagal menembus dua posisi teratas Grup A setelah hanya mengumpulkan satu poin pada laga pemungkas, sementara Vietnam dan Singapura berhasil melaju ke semifinal. Catatan ini mengulang kegagalan edisi 2024 yang juga terhenti di fase grup.
Munculnya kritik kepada pimpinan PSSI tersebut dipicu oleh tanggung jawabnya dalam menentukan arah kebijakan sepak bola nasional, mulai dari penetapan juru taktik, rancangan program jangka panjang, hingga manajemen timnas. Menanggapi hasil yang belum sesuai target, Erick menegaskan PSSI akan melakukan evaluasi menyeluruh serta menyampaikan apresiasi atas perjuangan pemain, pelatih, dan seluruh ofisial.
Selain dinamika kompetisi dan timnas, PSSI juga menyampaikan rasa prihatin atas kritik negatif yang mengarah kepada pemain nasional Justin Hubner beserta keluarganya.
Sebagai penutup, hadirnya kompetisi resmi dan turnamen usia muda menjadi bukti keseriusan dalam membenahi sepak bola putri di tanah air. Meski diwarnai tantangan serta evaluasi di sektor lain, konsistensi langkah PSSI diharapkan mampu membawa arah perubahan yang berkelanjutan bagi kemajuan sepak bola Indonesia secara menyeluruh.