Hobi
Dua Tahun Meredup Bersama KTM, Enea Bastianini Bakal Bangkit di Trackhouse?
Pembalap KTM Tech3, Enea Bastianini, telah resmi pindah ke Trackhouse Racing mulai tahun 2027. Hal ini diumumkan melalui akun media sosial MotoGP serta Trackhouse.
Setelah melewati 2 musim yang tak mulus bersama Tech3, Enea memutuskan untuk hengkang demi mencari motor yang lebih kompetitif untuknya.
Kepindahan Enea Bastianini dari KTM Tech3 ke Trackhouse untuk MotoGP 2027 mungkin terlihat seperti perpindahan pembalap biasa.
Namun, jika melihat perjalanan kariernya dalam beberapa tahun terakhir, keputusan ini bisa menjadi kesempatan penting bagi pembalap berjuluk La Bestia tersebut untuk kembali menemukan performa terbaiknya.
Enea diketahui pertama kali bergabung dengan Tech3 pada tahun 2025 setelah kehilangan kursi di Ducati pabrikan. Perlu diketahui, Enea sebenarnya bukan pembalap yang seperti kita lihat sekarang.
Dia pernah menjadi salah satu kontender juara dunia di MotoGP, yakni ketika tampil bersama Gresini Racing pada musim 2022. Kala itu, dia mampu meraih empat kemenangan dan mengakhiri musim di posisi ketiga klasemen dunia.
Tak berhenti di situ, performa apiknya berlanjut ketika bergabung dengan Enea pabrikan Ducati. Musim 2024 menjadi bukti bahwa Enea bisa sangat berbahaya di lintasan dengan mengoleksi dua kemenangan dan tujuh podium, kemudian menutup musim di posisi keempat klasemen.
Sayangnya, performa Enea pada waktu itu tidak cukup untuk meyakinkan Ducati bahwa dia layak untuk bertahan. Sebagai gantinya, Ducati mempertaruhkan kursi mereka kepada Marc Marquez yang berhasil comeback.
Enea pun pindah ke sister team KTM, Tech3, selama 2 tahun. Di sini performanya mengalami perubahan yang cukup signifikan. Dalam dua musim terakhir, performanya belum kembali ke level yang pernah dia tunjukkan bersama Ducati.
Selama di Tech3 dia kesulitan bersaing di barisan depan hampir di setiap balapan. Pencapaian terbaiknya adalah 2 podium di GP Catalunya 2025, sprint GP Brno 2025, dan sprint GP Amerika Serikat. Situasi tersebut membuat kepindahan ke Trackhouse menjadi menarik.
Enea kini akan bergabung dengan tim yang sedang mengalami perkembangan positif. Trackhouse memang masih relatif muda di MotoGP, tapi bersama Aprilia mereka mulai menunjukkan bahwa mereka tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Raul Fernandez menjadi salah satu buktinya. Setelah meraih kemenangan MotoGP pertamanya pada 2025, Fernandez kembali menang di Silverstone pada Agustus 2026. Begitupula dengan Ai Ogura yang tiba-tiba tampil sebagai penantang gelar juara dunia musim ini.
Hasil tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Aprilia dan Trackhouse mampu membawa pembalap mereka ke arah yang kompetitif.
Jika dilihat dari performanya bersama Ducati, bisa dikatakan masalah Enea selama ini memang bukan sekadar kemampuan sebagai pembalap.
Dalam MotoGP, pembalap hebat sekalipun membutuhkan motor yang sesuai dengan gaya balap, karakter ban, serta lingkungan kerja yang membuatnya mampu mengeluarkan potensi terbaik.
Enea pernah membuktikan hal tersebut bersama Ducati. Ketika mendapatkan motor dan tim yang cocok, pembalap Italia itu bisa berubah menjadi salah satu pembalap paling berbahaya di grid. Kini dia mendapatkan kesempatan untuk mengulang cerita tersebut bersama Aprilia dan Trackhouse.
Kendati demikian, Enea mengaku membuat keputusan untuk pindah ke Trackhouse ini tidak mudah. Hal itu dikarenakan dia merasa Tech3 sudah menjadi keluarganya selama 2 tahun terakhir.
“Tidak pernah mudah untuk mengambil keputusan seperti ini. Kalian telah menjadi keluargaku, dan akan tetap menjadi keluargaku hingga akhir hayat. Terima kasih, aku sayang kalian semua (Tech3)," ujar Enea, dilansir dari laman Crash.
Di sisi lain, bagaimanapun Enea harus tetap fokus ke masa depan mengingat dia adalah pembalap yang potensial. Sangat disayangkan jika bakatnya terhalang karena motor yang tidak kompetitif.