Hobi

Kisah Heroik HMS Ark Royal: Sang 'Lucky Ship' Penentu Kemenangan di Teater Atlantik

Kisah Heroik HMS Ark Royal: Sang 'Lucky Ship' Penentu Kemenangan di Teater Atlantik
Fairey Swordfish Take-Off From HMS Ark Royal (fandom.com)

Selama perang dunia II baik di teater Pasifik maupun Atlantik kapal induk merupakan aset yang berharga bagi angkatan laut. Kemampuan kapal induk yang mampu memindahkan kekuatan udara yang berbasis di daratan ke tengah laut dapat meningkatkan daya serang yang signifikan untuk bombardir landasan udara, misi pengawalan, menenggelamkan kapal musuh maupun memberi bantuan serangan bagi sekutu di daratan. 

Royal Navy (Angkatan Laut Kerajaan Inggris) juga memiliki kapal induk dalam angkatan lautnya. Salah satu kapal induk yang terkenal dari Royal Navy adalah HMS Ark Royal (91). HMS Ark Royal (91) adalah kapal induk Royal Navy yang terkenal karena menjadi salah satu kapal yang mengejar kapal tempur Jerman KMS Bismarck pasca tenggelamnya HMS Hood di Laut Mediterania. Pada awal bertugas Ark Royal tergabung dalam Task Force H yang berpangkalan di Gibraltar di bawah perintah Wakil Laksamana James Somervile dan melakukan berbagai macam misi penting seperti Operation Menace dan Battle of Mers El Kebir.

Spesifikasi HMS Ark Royal (91)

Interior HMS Ark Royal
Interior HMS Ark Royal

Ark Royal dipesan oleh Royal Navy pada tahun 1934 dan laid down pada tanggal 16 September 1935 oleh Cammell Laird & Company Ltd. Pada tanggal 13 April 1937 HMS Ark Royal diluncurkan dan ditugaskan pada 16 Desember 1938. Ia dijuluki "Lucky Ship" serta memiliki motto "Zeal Does Not Rest" yang artinya semangat yang terus menyala. 

HMS Ark Royal (91) memiliki panjang 243,84 meter, lebar 28,96 meter, dan draf 8,53 meter. Bobot perpindahannya sekitar 22.000 ton, dengan awak sebanyak 1.580 personel. Tenaganya berasal dari enam boiler Admiralty tiga drum yang menggerakkan tiga turbin uap bergigi Parsons berdaya 102.000 tenaga kuda pada tiga poros baling-baling. Dengan sistem ini, kapal mampu melaju sekitar 30 knot  dengan jangkauan jelajah 8.700 mil laut. Hanggar dan geladak penerbangannya menyatu dengan lambung kapal dengan tiga lift pesawat dan dua dek hanggar, serta landasan dilindungi baja setebal 4,5 inci pada sabuk lambung dan 3,5 inci pada geladak. Kapal ini dirancang membawa hingga 72 pesawat, meski dalam praktiknya biasanya sekitar 50, dengan kapasitas maksimum 65 pesawat pada 1941.

Jenis pesawat yang diangkut adalah Fairey Swordfish dan Blackburn Skua yang diluncurkan dengan bantuan ketapel. Persenjataannya terdiri atas 16 meriam serbaguna 4,5 inci (110 mm) pada delapan kubah kembar, 32 meriam antipesawat 2-pounder 40 mm pada empat tempat senjata berlaras delapan, dan 8 senapan mesin berat kaliber 0,50.

Ark Royal dan Badai Perang Teater Atlantik dan Mediterania

HMS Ark Royal dan Kapal Tempur Jelajah HMS Renown
HMS Ark Royal dan Kapal Tempur Jelajah HMS Renown

Selama penugasan HMS Ark Royal menjalani berbagai tugas baik misi pengawalan maupun penyerangan. Pada tahun 1939 di tahun awal perang Ark Royal fokus memburu U-Boat Jerman. Ark Royal juga mencatatkan first air kill  dengan jatuhnya pesawat amfibi Jerman Dornier Do 18 yang ditembak jatuh oleh Blackburn Skua milik Ark Royal. Bulan berikutnya, Ark Royal dikirim ke bagian utara atlantik untuk memburu kapal jelajah berat milik Jerman Graf Spee yang membuat Graf Spee terpaksa mundur ke Uruguay untuk perbaikan. 

Ark Royal juga dilibatkan dalam kampanye di perairan Norwegia, skuadron udaranya ditugaskan untuk pengawalan udara dan penyerangan kepada U-Boat Jerman. Ark Royal juga membantu HMS Glorious. HMS Acasta dan HMS Ardent dalam pencarian kapal tempur jelajah Jerman Scharnhorst dan Gneisenau namun gagal dengan 53% pesawat yang diluncurkan dari ditembak jatuh tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang signifikan pada Scarnhorst.

Ark Royal juga ditugaskan untuk menyerang Italia bersama Task Force H di laut Mediterania dan berpartisipasi dalam pertempuran Tanjung Spartivento. Pada awal 1941 Ark Royal dilepas dari Task Force dan kembali ke Atlantik untuk kembali melakukan perburuan kepada kapal tempur jelajah Jerman Scharnhorst dan Gneisenau.

Salah satu misi yang terkenal dilakukan oleh Ark Royal adalah partisipasinya dalam pengejaran kapal tempur Bismarck dan kapal jelajah berat Prinz Eugen di Selat Denmark pasca tenggelamnya HMS Hood. Fairey Swordfish yang diluncurkan Ark Royal berhasil membuat kerusakan yang signifikan pada Bismarck dengan 3 buah torpedo, salah satu torpedo mengenai bagian rudder yang membuat Bismarck kehilangan kemampuan manuvernya.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda