suara hijau

Kolom

Berhenti Merasa Jadi Orang Paling Lelah, Dunia Bukan Milikmu Sendiri!

Berhenti Merasa Jadi Orang Paling Lelah, Dunia Bukan Milikmu Sendiri!
Ilustrasi lelah. (Freepik)

Pernah nggak sih kamu merasa sangat lelah setelah seharian melakukan kegiatan, misalnya bekerja atau kuliah, tapi saat mengantre kopi, tiba-tiba ada orang yang menyerobot dan marah-marah karena merasa lama dan memerlukan kafein sesegera mungkin? Bagaimana perasaanmu?

Atau mungkin kamu sedang berhenti di lampu merah, tapi ada kendaraan lain yang menerobos begitu saja tanpa memperhatikan pengendara di sekitarnya? Rasanya kesal, bukan?

Sering kali kita bersikap seperti itu karena merasa tubuh dan batin capai atau lelah. Seolah-olah rasa capai yang kita alami adalah "kartu sakti" yang harus dimaklumi orang lain agar mereka memberi jalan pintas.

Dikutip dari Halodoc, capai batin merupakan kondisi kelelahan emosional mental dari tekanan hidup berlebihan. Hal ini bisa datang dari pekerjaan, beratnya tanggung jawab, atau masalah pribadi yang membuat orang merasa mudah marah dan sulit berkonsentrasi. Namun, hal ini seharusnya bukan menjadi alasan untuk bertindak semaunya demi memuaskan diri sendiri.

Setiap Orang Juga Pernah Lelah

Konten kreator sekaligus self-development storyteller, Eva Alicia, baru-baru ini memberikan tamparan realita bagi pengikutnya melalui sebuah analogi sederhana tentang antre kopi. Ia menyoroti bagaimana seseorang sering tidak sabar saat mengantre dengan alasan sedang capai.

Eva mengingatkan bahwa rasa capai bukanlah hal spesial yang harus diberi hak istimewa (privilege). Dalam kontennya, ia menegaskan:

"Menurut kamu, kamu kerja keras. Semua orang juga kerja keras. Menurut kamu, kamu capek udah berjuang maksimal. Semua orang juga merasa mereka udah berjuang maksimal."

Pesan ini sangat mendalam. Di dunia yang serba kompetitif, setiap orang punya bebannya masing-masing. Entah itu disimpan dalam hatinya, selalu berputar dalam pikirannya, atau diceritakan kepada orang lain. Jika semua orang menggunakan alasan "capek" untuk melanggar hak orang lain, maka ketertiban sosial nantinya akan runtuh.

Menjaga Kualitas Diri di Tengah Badai

Menjadi pribadi yang berkualitas bukan berarti tidak pernah lelah. Kualitas seseorang justru terlihat dari bagaimana ia menyikapi rasa capai tersebut sambil tetap mengontrol emosi. Menurut Eva, kemampuan mengelola diri saat badai sedang kencang adalah kunci untuk kita bisa menjadi pribadi yang lebih produktif, sadar secara sosial, bahkan bisa meningkatkan IQ dan EQ kita.

Sebaliknya, jika kita gagal mengontrol emosi dan terus-menerus membandingkan kerja keras kita dengan orang lain, kita berisiko menjadi sosok yang "pick me". Ini adalah sifat dimana seseorang selalu merasa paling berjuang dan akhirnya menuntut perlakuan khusus atau special treatment dari lingkungan sekitar.

Eva Alicia berpesan agar kita tidak menjadikan rasa capai sebagai alasan untuk menyusahkan orang lain. Saat lelah, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah pause atau berhenti sejenak untuk menyadari bahwa kelelahan kita adalah tanggung jawab kita sendiri, bukan beban orang lain.

Berhenti Sejenak dan Berserah

Secara pribadi, saya sangat setuju dengan sudut pandang ini. Rasa capai bukanlah alasan yang sah untuk mendapatkan apa yang kita inginkan secara instan hanya karena ingin dikasihani. Memiliki mentalitas yang selalu ingin dikasihani demi keuntungan pribadi justru menunjukkan mental yang kurang sehat.

Kita harus sadar bahwa kita manusia, dan rasa capai adalah hal yang manusiawi. Namun, cara terbaik untuk menghadapinya bukanlah dengan marah-marah atau mengambil hak orang lain, melainkan dengan berhenti sebentar. Berikan waktu bagi tubuh dan pikiran untuk bernapas. Setelah itu kita bisa merenung dan berdoa untuk menyerahkan segala beban kepada Tuhan –percaya bahwa kita pasti diberi kekuatan untuk melewatinya.

Nilai diri kita yang sesungguhnya tidak terpancar saat semuanya baik-baik saja, melainkan saat kita mampu mengelola emosi dan tetap sabar meski raga sedang berada di titik lelah yang paling dalam.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda