Kolom
Bukan Sekadar Menunggu: Pentingnya Doa dan Usaha Nyata dalam Menjemput Jodoh
Fenomena di mana seseorang sulit mendapatkan jodoh sehingga lama untuk menikah menjadi sebuah perbincangan. Bahkan, karena sulit mencari jodoh, orang tersebut terus dihantui pertanyaan seperti "Kapan menikah?", "Sudah ada calonnya?", atau desakan "Segera saja menikah!" Pertanyaan tersebut pun membuat risih dan menjadi sebuah tekanan. Bukan tidak mungkin, ketika diserbu dengan pertanyaan tersebut maka yang terjadi adalah stres berat sehingga berpengaruh pada kesehatan.
Namun, banyak orang yang tidak memahami bahwa pertanyaan itu dapat berakibat buruk. Bukan karena tidak mau menikah, tetapi ada pilihan dan target yang harus dicapai. Menikah bukan persoalan sepele dan gampang, tetapi hidup untuk selamanya sampai maut memisahkan.
Berdoa dan Berusaha untuk Mendapatkan Jodoh
Jodoh merupakan pemberian dari Tuhan. Setiap orang merencanakan hal indah dalam hidupnya, tetapi Tuhan yang menentukan. Oleh karena itu, berdoa dan berusaha harus sejalan. Tidak bisa hanya mengutamakan doa namun tanpa ada usaha yang keras. Dalam kesempatan ini, kita dapat melihat sebenarnya di lingkungan sekitar bahwa setiap orang rajin berdoa tetapi tidak diusahakan.
Banyak orang yang marah kepada Tuhan karena doanya tidak dikabulkan, padahal sesungguhnya bukan Tuhan yang salah, tetapi kita yang hanya mengandalkan doa tetapi tidak berusaha. Karena itu, kita harus dapat memahami bahwa setiap doa harus dibarengi usaha yang baik agar setiap doa terjawab.
Selain itu, pada era sekarang, jodoh itu dipercaya akan datang sendiri tanpa diminta, padahal perspektif itu tidaklah benar. Kita tak akan bisa mendapatkan jodoh hanya dengan menunggu. Menunggu tidaklah membuahkan hasil dan hanya kesia-siaan saja. Tuhan tak mau jika kita hanya menunggu dan berserah tetapi tanpa mau berusaha dan berdoa.
Apalagi setiap orang punya tipe maupun kriteria tersendiri terhadap seorang pasangan. Setiap orang berbeda-beda kriteria tersebut, jadi tidak bisa sembarangan dalam memilih jodoh untuk menjadi pasangan hidup. Ketika kita punya kriteria jodoh, maka kita tidak bisa diam saja. Kita harus mencari terus-menerus untuk mendapatkan pasangan yang sesuai dengan kita.
Tidaklah gampang mencari pasangan yang sesuai. Kita harus melihat dan mengamati setiap orang yang ingin dekat dengan kita. Kita pun harus saling mengenal dan mencari tahu bibit, bebet, dan bobotnya agar di kemudian hari tidak menyesal. Mencari jodoh atau pasangan hidup harus dengan kehati-hatian dan selalu meminta bantuan Tuhan agar terlihat sosok yang sesuai. Tetap saja kita harus berusaha dengan baik dalam mendapatkannya.
Jangan Pernah Menyerah
Pada intinya, dalam mencari jodoh, jangan pernah menyerah dengan keadaan. Meski doa belum terkabulkan, berarti kita kurang usaha. Meskipun orang lain terus bertanya, "Kapan menikah?", kita harus bersabar dan berusaha untuk mendapatkannya. Sekarang, banyak juga orang-orang yang gampang menyerah dengan keadaan. Semakin hari umur semakin tua dan tak ada niat lagi untuk mencari, alhasil menyerah dengan keadaan.
Padahal, dalam konteks ini, kita harus terus semangat dalam mencari. Tidak bisa hanya berdiam dan berdoa tetapi terus bergerak. Dengan adanya sebuah perjuangan maka akan ada hasil yang indah. Setiap usaha tidak akan mengkhianati hasil. Segala usaha akan dilihat dan membuahkan hasil yang manis.
Menyerah mencari jodoh berarti tidak ada perjuangan. Saya pun demikian, di mana mencari jodoh susah. Kadangkala kita berkenalan dengan seorang wanita, namun setelah dijalani, ada sebuah perbedaan yang membuat kita berhenti. Kita sangat memilih dan selektif dalam pasangan karena menikah itu sebuah acara sakral dan sampai maut memisahkan. Oleh karena itu, selektif memilih pasangan itu penting. Jika tidak sesuai dengan keinginan hati maka tak perlu dilanjutkan ke jenjang serius. Memilih pasangan tidak dengan nafsu tetapi dengan hati dan pikiran yang jernih. Semoga saja kita dapat mendapatkan pasangan dengan terus berdoa dan berusaha.