Kolom

Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau

Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau
Ilustrasi gambar seseorang merokok (Pexels/Ankit Rainloure)

Kerusakan hutan di Indonesia saat ini menjadi sesuatu yang harus jadi perhatian. Hal tersebut karena ulah tangan manusia dan keserakahan serta kelalaian yang menjadi penyebabnya. Fakta terungkap bahwa kerusakan hutan saat ini disebabkan sembarangan membuang puntung rokok dan membakar semak belukar. Kondisi ini sangat merusak lingkungan alam kita. Karena ketidaksadaran itu akan menghancurkan segalanya.

Coba kita cermati bersama bahwa sesungguhnya kerusakan tidak hanya karena penebangan liar, akan tetapi karena membakar hutan dengan sengaja dan memakai puntung rokok. Apalagi di musim kemarau yang saat ini sedang terjadi begitu membuat dedaunan dan pepohonan kering sehingga memicu sumber api. Namun, situasi tersebut masih belum dipahami oleh manusia.

Kesadaran untuk Tidak Membuang Puntung Rokok di Jalan

Pada dasarnya kita harus bisa menyadari bahwa kesadaran itu penting. Setelah kita menghisap rokok, maka harus dimatikan bukan dibuang begitu saja di pinggir jalan karena hal tersebut memicu kebakaran. Apalagi hembusan angin akan membawa percikan api dari abu rokok mengena ke semak belukar yang kering sehingga menyebabkan kebakaran.

Bukan itu saja, yang paling miris adalah ketika adanya orang yang membakar sampah di tengah iklim sekarang ini. Bara api yang dihasilkan oleh pembakaran sampah dapat memicu kebakaran hebat. Di sinilah kita harus berhati-hati. Di sinilah kita harus bisa memaknai lebih baik arti dari sebuah menjaga lingkungan.

Hanya karena masalah sedikit menciptakan kondisi kerusakan besar. Bahkan para satwa mati dengan adanya kebakaran hutan tersebut. Rumah para satwa hancur sehingga para satwa memasuki wilayah permukiman untuk mencari kehidupan. Kondisi tersebut sangat menggelisahkan dan menyedihkan. Kelalaian dan ketidaksadaran membuat segalanya menjadi hancur. Dan, oknum perusak lingkungan pun menganggap itu sebagai sesuatu keuntungan karena kebakaran hutan makin membuka lahan.

Karena itulah, kita tak bisa tinggal diam. Masyarakat harus disadarkan akan perilaku mereka yang berdampak luas dan besar bagi lingkungan alam sebagai rumah semua makhluk hidup.

Mengimbau Para Pengguna Jalan

Tanpa disadari, puntung rokok telah merusak alam. Karenanya, layak untuk dilakukan imbauan bagi pengguna jalan agar berhati-hati dalam membuang puntung rokok dan membakar sampah. Biasanya, sering dilakukan imbauan "Pengguna jalan dilarang membuang puntung rokok di jalan karena akan memicu kebakaran lahan". Imbauan itu sudah selayaknya dilakukan agar ada upaya menyadarkan dan memberi peringatan.

Imbauan itu sebagai bentuk sinyal baik yang sebenarnya sangat membantu dalam mencegah kebakaran hutan secara luas. Lebih dari itu, imbauan akan membuka mata kita bahwa dampak membuang rokok sembarangan akan merusak alam sebagai rumah kita bersama. Menjaga alam adalah menjaga rumah kita bersama. Alangkah baiknya cegah membakar hutan dan cegah membuang puntung rokok.

Ingat bahwa anak cucu kita butuh rumah untuk hidup di bumi jadi alam yang sudah disediakan harus dijaga sebaik mungkin. Jangan sampai kehancuran rumah kita karena tangan kita sendiri.

Kesadaran dan sense of crisis harus kita bangun. Sekarang, kebakaran hutan sedang marak di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Ditambah musim kemarau panjang yang menjadi penyebabnya. Maka dari itu, budaya berpikir kritis dan sadar akan tugas tanggung jawab kita membangun dan merawat alam adalah kunci. Mulai dari diri sendiri kita bangun budaya itu untuk alam yang kita cintai.

Jadi, jangan lagi bertindak yang ceroboh dan gegabah serta tidak mematuhi imbauan dan aturan yang ada. Bersikap yang bijaksana dan teratur merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam menjaga bumi ini sebagai rumah kita bersama. Jangan ada tindakan yang ingin menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang banyak.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda