Kolom
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
Self reward merupakan istilah yang sangat populer dan kerap kita dengar belakangan ini. Terlebih di kalangan Gen Z, self reward seolah menjadi semacam perayaan diri atas segala usaha yang telah berhasil dilakukannya.
Self reward memiliki makna sebuah perayaan kepada diri sendiri. Sebagai bentuk menghargai atas segala kerja keras atau pencapaian yang sudah kita lakukan. Perayaan ini bisa dengan cara membeli sesuatu yang selama ini kita idam-idamkan. Misalnya, membeli makanan atau minuman yang enak dan mahal, membeli kendaraan yang sudah lama masuk list, hingga membeli ponsel keluaran terbaru meski ponsel yang lama masih bagus dan layak digunakan.
Tak ada yang salah sebenarnya bila kita ingin memberikan self reward kepada diri sendiri. Adalah hal yang sangat wajar ketika ingin merayakan keberhasilan dan kesuksesan kita. Namun harap dicatat baik-baik, jangan sampai self reward membuat kantong menjadi bolong alias saldo di rekening terkuras drastis dan setelahnya kita harus mengirit habis-habisan hingga akhir bulan.
Seberapa Penting Self Reward bagi Kehidupan Kita?
Bila ada yang bertanya, seberapa penting self reward bagi kehidupan kita? Saya akan menjawab, tentu sangat penting karena self reward termasuk bentuk mencintai diri sendiri dan bisa menjadi amunisi atau penyemangat bagi kehidupan kita selanjutnya. Self reward akan membantu kita untuk bekerja keras lagi, melakukan hal yang lebih baik lagi ke depannya.
Hal yang penting dipahami, jangan sampai atas nama self reward, keuangan kita jadi boncos. Jangan besar pasak dari pada tiang. Kita harus mampu mengukur kemampuan kita. Dan juga tak kalah penting, ketika ingin membeli suatu barang, pastikan dulu bahwa barang yang dibeli itu memiliki kemanfaatan besar dan nilai jual yang tinggi. Jadi, ketika suatu saat barang itu sudah tidak terpakai, kita bisa menjualnya dan kita tidak akan merasa menyesal telah membelinya.
Biasakan Menabung dan Investasi
Self reward memang hal yang penting karena bisa menjadi penyemangat hidup. Tapi bukan berarti dikit-dikit self reward dan menyebabkan kita kehabisan uang karenanya. Dari pada terlalu sering membuat perayaan self reward, alangkah lebih baik bila kita menyisihkan sebagian uang atau gaji kita untuk ditabung atau melakukan investasi seperti membeli emas. Tabungan menjadi hal yang sangat penting dan bisa digunakan sewaktu-waktu saat kita sedang kepepet masalah ekonomi.
Bukankah tidak ada yang tahu kehidupan kita ke depannya akan seperti apa? Jadi, berusahalah untuk tidak gegabah dalam menggunakan uang yang kita miliki. Meski saat ini kita memiliki gaji besar tiap bulannya. Namun siapa yang bisa menjamin esok kita masih bisa bekerja seperti hari-hari sebelumnya?
Siapa yang mengira tiba-tiba bulan depan, misalnya, kita di-PHK? Mengingat situasi perekonomian saat ini yang sedang tidak baik-baik saja. Ini artinya, siapa pun (tanpa pandang bulu) yang bekerja di sebuah perusahaan, bisa terkena PHK karenanya. Karena ada sebagian perusahaan yang memangkas pengeluaran dengan cara mengurangi jumlah karyawan.
Bagi Sobat Yoursay yang memiliki gaji tetap dengan nomilal lumayan tiap bulannya, saya sarankan menyisihkan sebagian gaji tersebut untuk ditabung. Apalagi yang hidup di kota-kota besar. Tabungan yang kita miliki akan sangat berguna dan membantu ketika kita sedang mengalami hal-hal di luar kendali kita.
Misalnya, ketika tiba-tiba motor kita mogok dan perlu diservis. Atau, tiba-tiba ponsel yang kita gunakan sehari-hari rusak dan harus diganti. Nah, uang tabungan tersebut dapat kita gunakan untuk keperluan mendadak tersebut.
Jadi sekali lagi, jangan sampai kita terlalu boros membelanjakan uang, apalagi sampai membeli barang mahal secara kredit hanya untuk mengejar self reward. Coba sekarang kita tanya ke diri masing-masing, sebenarnya self reward itu merupakan bentuk perayaan atau pemborosan?