Kolom
Akun Cenblu Menjamur di X, tapi Kenapa Kontennya Justru Makin Tak Bermutu?
Berselancar di X, atau yang dulu lebih dikenal sebagai Twitter, rasanya sudah tidak se-asyik beberapa tahun lalu. Salah satu perubahan yang paling sering dikeluhkan pengguna adalah ketika akun-akun dengan centang biru atau sering disebut cenblu banyak mendominasi tanpa adanya esensi postingan yang berarti.
Hal ini bermula saat Elon Musk mengubah kebijakan layanan langganan X Premium yang bisa didapatkan secara berbayar oleh para pengguna.
Perubahan itu memang membuka kesempatan bagi siapa saja untuk memiliki centang biru. Tapi sayangnya, keputusan tersebut juga membuat makna tanda verifikasi perlahan memudar hingga banyak pengguna menyebutnya sekadar "akses premium", bukan lagi penanda akun yang benar-benar kredibel.
Padahal dahulu, melihat akun dengan centang biru memberikan rasa percaya tersendiri. Setidaknya pengguna tahu bahwa akun tersebut benar-benar milik tokoh publik, media, lembaga resmi, atau seseorang yang memang memiliki kontribusi nyata di ruang digital.
Tapi, kini kondisinya jauh berbeda. Tidak sedikit akun centang biru justru berlomba mengejar perhatian dengan komentar di luar konteks yang tak bermutu. Scroll X pun kini jadi tak se-asyik dulu.
Centang Biru Kehilangan Marwah
![Fenomena akun cenblue di X [X]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkautami/kkWlKXrfrf6rTFd4Ha53PQ8HliSfeYgf.png)
Beberapa tahun lalu, memperoleh centang biru bukan perkara mudah. Ada proses verifikasi yang membuat simbol tersebut menjadi penanda bahwa pemilik akun memang memiliki identitas yang jelas dan dianggap memiliki kepentingan publik.
Eksklusivitas itulah yang membuat centang biru memiliki nilai. Ketika semua orang bisa mendapatkannya hanya dengan membayar biaya langganan, simbol tersebut otomatis kehilangan makna yang selama ini dibangun bertahun-tahun.
Bukan berarti pengguna biasa tidak layak mendapatkan fitur premium. Namun akan lebih baik apabila simbol verifikasi identitas dipisahkan dari layanan berlangganan sehingga pengguna tetap dapat membedakan mana akun yang benar-benar terverifikasi dan mana yang sekadar berlangganan fitur tambahan.
Terlalu Banyak Unggahan Tak Bermutu
Tidak dapat dibantah bahwa masih banyak pemilik centang biru yang konsisten membagikan informasi bermanfaat, edukatif, maupun karya orisinal. Sayangnya, tidak sedikit pula akun centang biru yang justru lebih sering membuat unggahan yang tidak menambah nilai apa pun dalam diskusi.
Kadang ada yang cuma komentari soal artis, atau tak jarang menggiring opini negatif terhadap berita yang sedang ramai dibahas.
Komentar-komentarnya pun sengaja dibuat kontroversial, hingga memancing emosi pengguna lain seolah menjadi strategi baru demi mendapatkan interaksi sebanyak mungkin.
Makin kontroversial sebuah unggahan, makin besar pula peluangnya muncul di linimasa pengguna lain. Akibatnya, ruang diskusi yang dulu dikenal cepat dan informatif kini sering berubah menjadi arena mencari sensasi.
Cukup Sering Mengambil Konten Orang Lain
Fenomena lain yang cukup sering terlihat adalah akun centang biru yang mengunggah ulang konten dari platform lain tanpa memberikan nilai tambah yang berarti.
Seperti yang sering saya perhatikan sebagai pengguna X aktif, banyak akun centang biru mengambil postingan dari Thread yang viral, lalu dipindahkan begitu saja ke X demi mengejar engagement. Bahkan dalam beberapa kasus, kreator asli justru tidak mendapat kredit yang layak.
Harapan agar X Mengembalikan Marwah Centang Biru
Sebagai pengguna X, saya berharap agar simbol centang biru bisa kembali menjadi penanda identitas yang telah diverifikasi atau diberikan kepada akun yang memang memiliki kontribusi nyata bagi publik. Dengan begitu, pengguna tidak lagi bingung membedakan antara akun yang sekadar berlangganan dan akun yang benar-benar telah melalui proses verifikasi.
Karena sejatinya, tanda verifikasi akan jauh lebih bernilai jika diberikan kepada mereka yang benar-benar berkontribusi, bukan hanya kepada mereka yang mampu membayar biaya langganan.