Kolom

Jerat "Child Grooming" Makin Berbahaya, Orang Tua Harus Menyelamatkan Anak

Jerat "Child Grooming" Makin Berbahaya, Orang Tua Harus Menyelamatkan Anak
Ilustrasi gambar kekerasan seksual pada anak (pixabay/Gerd Altmann)

Kasus child grooming atau proses seseorang membangun kepercayaan dengan anak bertujuan mengeksploitasi atau melakukan pelecehan terhadap anak menjadi layak diperhatikan secara serius. 

Kasus terbaru dialami oleh SHS (14) yang dibawa oleh seorang laki-laki berinisial NH (28) ke rumahnya yang berada di Pasar Rebo, Jakarta Timur. SHS disekap di rumah NH selama lima hari yakni tanggal 16-20 September 2026. Dengan kasus tersebut dapat kita simpulkan bahwa predator anak harus jadi perhatian serius, tidak bisa dianggap biasa saja.

Anak-anak sebagai tonggak kemajuan negara haruslah menjadi sosok yang tidak hanya diperhatikan tetapi dijamin keselamatan dan kenyamanan hidupnya terhindar dari predator anak. 

Peran orang tua dalam mengawasi anak

Child grooming merupakan tindakan yang membahayakan masa depan anak. Para predator berkeliaran di mana-mana dan mencari mangsa sehingga orang tua harus aktif dalam mengawasi anak. Child grooming sering terjadi di luar rumah, apalagi anak-anak dibiarkan sendiri bermain sendiri maupun dengan temannya tanpa pengawasan. Hal tersebut menjadi ruang terbaik predator beraksi.

Orang tua harus mampu untuk mengawasi dan mengajari anak ketika bermain diluar rumah. Ketika orang tua sedang bekerja maupun sibuk di luar rumah maka dapat dipersiapkan seorang pengasuh maupun penjaga si anak yang merupakan dari kalangan keluarga dan orang yang mampu dipercaya. Atau dapat mengawasi anak melalui CCTV atau alat pemantau lainnya untuk memastikan gerak-gerik anak.

Bukan itu saja, alangkah baiknya orang tua membuat jadwal atau timeline untuk menyempatkan menghabiskan waktu bersama anak baik dirumah maupun di tempat wisata serta tempat menyenangkan lainnya agar waktu anak habis bersama orang tuanya.

Momen-momen kebersamaan itu harus diteruskan dan menjadi sebuah kebiasaan. Momen kebersamaan itulah yang akan sangat melindungi anak dari pelaku child grooming. orang tua adalah orang terdekat dari anak sehingga harus banyak menghabiskan waktu bersama anak. 

Anak juga harus terus dibimbing agar lebih mengenal dan mengetahui lingkungan sekitar agar tidak sembarangan dalam beraktivitas. Harus ada pembatasan dalam beraktivitas di luar rumah. Pendidikan karakter harus terus diperkuat supaya bekal anak melawan predator.

Mengajari anak agar tidak mudah percaya dengan orang tidak atau baru dikenal

Dalam beberapa kasus terjadi dimana orang baru dikenal merupakan oknum predator anak. Mendekati seorang anak dan berusaha akrab agar si anak tidak merasa curiga namun, itu merupakan bentuk manipulasi agar melakukan tindak kekerasan seksual terhadap anak.

Mungkin kita masih mengingat bagaimana modus predator dimana memberikan permen, uang maupun barang-barang yang disukai oleh anak agar si anak mendekat dan menyukai namun hal tersebut merupakan cara untuk melakukan kekerasan seksual.

Oleh karena itu, kita diajak untuk mengedukasi anak agar tidak mudah untuk terkecoh dan terjebak terhadap orang baru dan orang tidak dikenal di lingkungan sekitar rumah. Kewaspadaan itu penting sekali untuk menyelamatkan masa depan anak. Edukasi terhadap modus pelaku kekerasan seksual menjadi penting diberikan kepada anak agar lebih berhati-hati.

Edukasi merupakan bekal terbaik buat anak dalam menjalin relasi sosial di lingkungan. Anak harus tahu mana yang baik dan buruk serta mempunyai kemampuan dalam menghindari oknum yang ingin melakukan kejahatan.

Semua itu dapat diperoleh apabila orang tua mengajari dan mengedukasi anaknya. Seorang anak akan mudah mencerna setiap hal-hal yang dilarang dan diperbolehkan bila itu berasal dari edukasi orang tua. 

Menjadi pekerjaan rumah buat kita agar anak teredukasi mengenai oknum predator anak atau tindakan child grooming yang saat ini menjadi bahaya. Kita sebagai orang tua harus mampu menjaga, mengawasi dan mencegah anak terjebak dalam child grooming. Sudah saatnya kita memperkuat karakter, edukasi dan memberi perhatian terhadap perkembangan anak di masa depan. 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda