Kolom

Dari Tagar ke Aksi Nyata: Bukti Gen Z Vocal Awasi Isu Negara, Bukan FOMO!

Dari Tagar ke Aksi Nyata: Bukti Gen Z Vocal Awasi Isu Negara, Bukan FOMO!
Ilustrasi demonstrasi ala Gen Z (ChatGPT)

Ada stigma usang yang kerap ditempelkan pada punggung generasi muda hari ini: manja, cemas berlebihan, dan gampang ikut-ikutan tren alias FOMO—termasuk urusan turun ke jalan. Namun, rangkaian aksi unjuk rasa Gen Z belakangan ini sukses mematahkan asumsi merendahkan tersebut.

Gerakan sosial media anak muda tidak lagi berhenti di balik layar gawai. Lembar-lembar petisi digital dan utas kritis kini mulai hadir dalam gelombang protes nyata di ruang publik. Ini bukan tentang gaya-gayaan atau sekadar berburu konten estetik berlatar asap gas air mata.

Justru ini adalah ekspresi kemarahan yang beralasan dari generasi yang sadar bahwa masa depan anak muda sedang dipertaruhkan. Mengawal isu krusial negara bahkan sudah menjadi agenda penting Gen Z demi menyelamatkan masa depan.

Kesadaran Kritis: Efek Domino Kebijakan Publik ke Dompet Anak Muda

Benang merah dari maraknya protes yang dimotori anak muda belakangan ini mengerucut pada satu hal: kritik kebijakan anggaran pemerintah. Kebijakan pajak bukan cuma angka-angka abstrak, tapi Gen Z merasakan dampak langsungnya ke atas meja makan dan saldo rekening.

Anak muda hari ini menjadi kelompok yang paling rentan terkena imbas langsung dari kekacauan tata kelola anggaran. Ketika alokasi subsidi dipangkas, pajak barang pokok dinaikkan, dan biaya pendidikan tinggi makin menjitak langit, Gen Z-lah yang langsung megap-megap.

Ada realitas pahit: mencari pekerjaan saat ini sudah setengah mati, ditambah lagi pembahasan upah minimum yang selalu alot. Saat anggaran negara dirasa timpang dan tidak memihak kesejahteraan publik, turun ke jalan menjadi pilihan logis untuk bertahan hidup.

Melawan Ketimpangan Alokasi Anggaran dan Beban Pajak Ugal-ugalan

Sudut pandang kritis Gen Z menyoroti kontradiksi yang makin kasat mata. Di satu sisi, masyarakat kelas pekerja dan anak muda yang baru meniti karier terus-menerus dicekik berbagai pungutan, kenaikan tarif berlapis, dan dipaksa memaklumi narasi "demi memperkuat kas negara".

Namun, di sisi lain, alokasi anggaran tersebut justru sering kali terlihat dihambur-hamburkan untuk proyek-proyek yang kurang berdampak langsung pada urusan perut rakyat kecil. Ironi hukum dan kebocoran anggaran yang melibatkan lingkaran elite makin menyulut api perlawanan.

Gen Z menolak untuk diam ketika masa depan digadaikan demi membiayai keputusan-keputusan publik yang serampangan. Jangan sampai kita menjadi generasi yang kelak hanya kebagian tugas melunasi utang negara tanpa pernah mencicipi fasilitas publik yang layak.

Dari Ruang Digital Menuju Pengawasan Kolektif

Pengawasan kolektif dari ruang digital tentang isu-isu berat dikemas dalam narasi yang ringkas dan mudah dipahami. Infografis estetik, meme satire, hingga video berdurasi 30 detik di media sosial terbukti ampuh menjadi alat konsolidasi massa yang masif.

Melalui ruang-ruang digital ini, generasi muda saling mengedukasi diri, membedah pasal-pasal undang-undang yang bermasalah, dan memantau jalannya sidang anggaran secara real-time lengkap dengan keberanian bersuara sebagai bentuk kepedulian pada negara.

Gerakan Vokal Gen Z Bukan Cuma FOMO

Menilai gerakan vokal Gen Z hari ini sebagai tindakan FOMO belaka adalah sebuah salah kaprah demokrasi. Mereka turun ke jalan dan meramaikan lini masa dengan kritik tajam karena peduli dan ingin melindungi masa depan.

Ada ketakutan bahwa masa depan yang suram bisa saja hadir sebagai akibat salah urus kebijakan hari ini. Oleh karena itu, perlawanan ini adalah sinyal bahwa anak muda Indonesia tidak lagi bisa dibohongi dengan janji-janji manis politik.

Generasi muda—terutama Gen Z—menuntut transparansi, keadilan anggaran, dan hak untuk memiliki masa depan yang layak di tanah airnya sendiri. Kalau kamu, sejauh mana suaramu bergema demi mengawasi negara?

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda