alexametrics

6 Alasan Kenapa Sudah Bergaji Besar, Tetap Saja Kamu Sering Bokek

Latifah
6 Alasan Kenapa Sudah Bergaji Besar, Tetap Saja Kamu Sering Bokek
Ilustrasi dompet kosong (Pixabay/Andrew Khoroshavin)

Hentikan ya, supaya mimpimu punya rumah segera terwujud

Suara.com - Siapa pun dia pasti ingin memiliki gaji yang besar. Dengan gaji besar, asumsinya tak hanya kebutuhan tercukupi tapi juga berbagai keinginan bisa terpenuhi.

Hanya saja dalam praktiknya, ada yang bergaji 5 juta rupiah tapi tercukupi kebutuhannya tanpa ada hutang, namun ada yang gajinya sudah puluhan juta tapi sering sekali mengeluh bokek atau tak punya uang, padahal masih tengah bulan. Nah lho, berarti ada yang gak beres kan?

Akar permasalahannya bukanlah terletak pada besaran gaji, melainkan bagaimana ia mengelola uangnya dengan baik. Di bawah ini beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang sudah bergaji besar tapi masih saja sering bokek. Silakan disimak.

1. Terkena jebakan kartu kredit

Hati-hati lho dengan penggunaan kartu kredit. Jika belum bisa mengatur keuangan dengan baik, sebaiknya hindari penggunaan kartu kredit karena bisa mendorongmu hidup boros.

Dengan iming-iming cicilan bunga nol persen, akhirnya kamu jadi beli HP baru padahal HP lama gak ada masalah dan masih berfungsi dengan baik.

Atau sampai bela-belain ambil kredit untuk jalan-jalan ke luar negeri, padahal keuangan kamu sebenarnya belum terlalu aman. Penghasilanmu masih mengandalkan gaji, belum ada sumber penghasilan lain, tabungan pun tidak banyak. Akhirnya, senang-senang ke luar negeri 7 hari, pusing bayar cicilannya berbulan-bulan.

2. Tidak membuat anggaran

Sering kali kamu kebingungan, uang gaji larinya ke mana aja, kok masih tengah bulan udah raib? Ini bisa terjadi jika kamu tidak membuat anggaran keuangan.

Usahakan rutin buat anggaran yang dibagi menjadi beberapa bagian, di antaranya untuk sedekah, membeli kebutuhan sehari-hari, tabungan dan investasi, bayar cicilan, rekreasi (jalan-jalan atau ngopi cantik), dan lain-lain.

Setelah anggaran itu selesai dibuat, berusaha mendisiplinkan diri untuk tidak menghabiskan uang di luar budget. Jika ini kamu terapkan, kamu gak akan mengalami lagi kehabisan uang atau bokek. Malah tabunganmu semakin bertambah.

3. Lapar mata

Zaman sekarang, dengan menjamurnya e-commerce, banyak sekali tawaran-tawaran diskon yang membuatmu jadi lapar mata. Lihat baju bagus-bagus, plus murah pula karena ada diskon gede-gedean, akhirnya beli. Padahal gak masuk budget. Gak heran, uangmu sering mengalir begitu saja membuat akhir bulan jadi penuh derita.

Untuk mengatasinya, tiap kali ada diskon, mau segede apa pun, tanyakan pada diri sendiri “apakah saya benar-benar butuh ini?”. Biasanya sih jawabannya nggak. Setiap kali kebayang barang diskonan, ingat-ingat lagi rumah masa depan yang lagi kamu usahakan untuk kamu beli. Mending nabung buat rumah masa depan kan?

4. Sering beli barang mahal

Sah-sah aja, kalau kamu mau memiliki gaya hidup seperti Nagita Slavina atau Princess Syahrini. Tapi pastikan dulu ya, pemasukanmu pun sudah menyamai mereka.

Kalau belum, tahan dulu, cari uang yang banyak dulu, tunggu sampai sumber penghasilanmu di mana-mana dulu, baru deh terserah. Mau beli Lamborghini, silakan. Pakai sandal jepit puluhan juta, gak masalah, itu hak kamu kok.

5. Rekening hanya satu

Supaya kamu gak tergoda belanja, usahakan buat rekening lebih dari satu. Untuk tabungan dan investasi dibuat rekening khusus. Sebisa mungkin rekening khusus tersebut jangan dibuatkan kartu ATM, sehingga kamu gak bisa utak-atik.

6. Sering makan di luar

Ini godaan yang besar banget sih, terutama buat yang suka mager dan doyan makan. Keseringan makan di luar, pakai aplikasi online, tak terasa pengeluaran sehari yang kayaknya murah itu kalau dikalkulasi jadi besar juga.

Contohnya, setiap hari kamu makan malam di luar. Iya sih, cuma 50 ribu rupiah. Tapi kalikan deh dengan 30 hari. Ternyata, jumlahnya jadi 1,5 juta. Besar kan?

Memang sudah jadi sifat manusia mendambakan kenyamanan dan kesenangan. Boleh-boleh saja, asalkan jangan sampai membuatmu menderita, apalagi jika nantinya merugikan anak dan istri. Keuangan yang aman tentunya lebih memberi mereka jaminan masa depan yang lebih baik kan?

Karena itu, mulai sekarang, hindari deh perilaku boros dan fokuskan pada menambah pundi-pundi penghasilan. Kalau sudah begitu, rumah idaman pun bukan lagi sekedar impian.