facebook

5 Alasan Seseorang Memilih untuk Berbohong, Pernah Mengalaminya?

Mutami Matul Istiqomah
5 Alasan Seseorang Memilih untuk Berbohong, Pernah Mengalaminya?
Ilustrasi seseorang mengobrol (Pexels/IngaSeliverstova)

Berbohong tetap menjadi salah satu sikap yang melekat pada diri seorang manusia, seperti hakikatnya bahwa manusia mempunya sisi baik dan buruk. Meskipun sebenarnya, kebohongan tetap bisa dicegah dan dihindari. Namun, beberapa orang masih kesulitan melepas sikap yang satu ini, karena beberapa alasan

Berlandaskan alasan apa pun, sebenarnya berbohong tidaklah dibenarkan, karena hal tersebut bisa membuat salah pehamahan bagi orang lain bahkan memiliki banyak dampak buruk bagi kehidupan diri sendiri. Namun, karena alasan-alasan tertentu seseorang tetap memilih berbohong. Lalu, apa sajakah alasan tersebut? Bisa disimak melalui beberapa poin di bawah ini.

1. Malu

Alasan seseorang memilih berbohong yang pertama, adalah karena rasa malu. Kebohongan ini biasanya dilakukan untuk menutupi kekurangan atau ketidakmampuan. Misalnya, ketika seseorang mengatakan tidak bisa berangkat sekolah karena sakit. Padahal ia tidak bisa berangkat sekolah karena tidak memiliki uang saku, atau ketika seseorang berada d iantara teman-temannya yang menceritakan cerita tentang liburan di akhir tahun, lalu orang tersebut pun mengatakan sudah liburan bersama keluarga. Padahal faktanya, dia tidak kemana-mana. 

Kebohongan yang satu ini selain difungsikan untuk menutupi rasa malu tapi juga untuk membuat diri sendiri tidak direndahkan oleh orang lain. Sayangnya, tetap saja berbohong bukan hal yang benar. Kita biasanya terlalu berandai-andai dengan timbal balik sikap seseorang terhadap hal yang kita katakan. Padahal bisa jadi, tidak seperti yang kita bayangkan. 

Misalnya, kita membayangkan jika berterus terang maka teman akan menertawakan, merendahkan bahkan tidak lagi menganggap sebagai teman. Padahal, bisa jadi dengan kamu mengatakan yang sebenarnya, teman-temanmu tetap bisa menerima kamu apa adanya. Meskipun tidak semuanya, tapi kejujuran dalam persahabatan itu memang diperlukan. Yakin saja, banyak teman yang mau berteman tanpa memandang status sosial.

2. Untuk menyenangkan orang lain

Selain karena rasa malu, ingin menyenangkan orang lain juga menjadi salah satu alasan seseorang memilih berbohong. Misalnya ketika pasanganmu bertanya, apakah tubuhnya semakin gemuk. Lalu sebenarnya kamu menyadari memang begitu adanya, tapi lebih memilih untuk mengatakan tidak ketimbang membuatnya sedih.

Namun sebenarnya, orang yang merasa tubuhnya bertambah gemuk, tetap merasa gemuk meskipun kamu mengatakan sebaliknya. Karena dia melihat dan menyadari dengan mata kepalanya sendiri. Jadi, meskipun kamu berbohong, namun belum tentu kebohongan tersebut bisa diterima.

Mungkin malah lebih baik jika kamu berterus terang dengan mengatakan, "Mungkin iya. Gakpapa, ya. Besok kita olahraga bareng dan memulai hidup sehat bareng-bareng." Dengan begitu, maka bisa menjadikan dampak positif untuk memulai hidup sehat.

3. Menghindari hal yang tidak diinginkan

Menghindari hal yang tidak diinginkan juga kerap menjadi alasan seseorang memilih untuk berbohong. Misalnya seseorang yang masih bersekolah mendapatkan nilai D, tapi mengatakan kepada orang tua mendapatkan nilai B untuk menghindari diri dari hukuman orang tua. Hal tersebut mungkin bisa menyelamatkan sementara. Namun ke depannya, mau bagaimana?

Nilai dengan kebohongan tersebut bisa menjadi nilai patokan orang tua terhadap kemampuan yang kamu bisa. Jadi, dalam ujian yang akan datang orang tuamu akan mematok nilai B bahkan mengharap lebih. Bagaimana kamu akan memenuhi target tersebut? Alih-alih berbohong agar orang tua tidak kecewa malah bisa membuat orangtua bertambah kecewa. 

Sebenarnya, tidak mengapa berterus terang mendapatkan nilai yang buruk. Asal diiringi dengan pembuktian bahwa ke depannya kamu akan berusaha lebih keras sehingga mendapatkan nilai yang lebih baik.

4. Imbas dari kebohongan sebelumnya

Kamu pasti pernah memilih berbohong karena ingin menutupi kebohongan sebelumnya, inilah yang disebut sebagai imbas dari kebohongan sebelumnya. Hal ini kerap dijadikan seseorang sebagai alasan untuk berbohong karena tidak ada pilihan lain. Sebab, sejatinya sudah seperti hukum alam, kalau satu kebohongan akan menimbulkan kebohongan-kebohongan lain. Berputar seolah menjadi roda yang bergulir, tidak ada selesainya. 

Oleh karena itu, kamu harus mengindari berbohong. Sebab jika kamu bisa berbong meskipun sekadar satu kali, itu bisa menjadi langkah awal bagi kamu untuk terbiasa berbohong.

5. Mendapatkan keuntungan

Alasan terakhir seseorang memilih berbohong adalah untuk mendapatkan keuntungan. Hal ini merupakan hal yang paling buruk, karena biasanya orang yang menggunakan kebohongan untuk mendapatkan keuntungan selalu merugikan orang lain. 

Misalnya, seorang penipu. Pasti dia menggunakan seribu kebohongan agar mangsanya bisa mempercayainya. Lalu dengan kerugian yang orang lain dapati, dia sendiri memperoleh keuntungannya. Mencari uang dengan jalan ini tidak akan berkah, meskipun uang bertambah.

Nah, itu dia 5 alasan seseorang memilih untuk berbohong. Semoga kita bisa menghindari sikap buruk tersebut dan senantiasa menjaga kepribadian kita agar menjadi lebih baik. Sepahit apa pun itu, akan lebih baik menyampaikan sebuah kebenaran, ketimbang menutupi kebenaran dengan kebohongan. Apakah kamu pernah mengalaminya?

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak