5 Cara Mengatasi Rasa Iri agar Tak Merugikan Diri Sendiri, Wajib Diterapkan!

Ayu Nabila | Mutami Matul Istiqomah
5 Cara Mengatasi Rasa Iri agar Tak Merugikan Diri Sendiri, Wajib Diterapkan!
Ilustrasi iri (Freepik.com)

Rasa iri ditimbulkan karena perasaan tidak senang dengan pencapaian orang lain dan menyadari diri sendiri tidak mampu untuk memperoleh hal yang sama. Rasa iri sebenarnya adalah hal yang wajar. Namun jika tidak dikelola dengan baik, rasa iri bisa menimbulkan beragam masalah baru yang tak kunjung terselesaikan. Lalu, bagaimana cara menghilangkan perasaan iri? Berikut 5 cara mengatasi rasa iri agar tak merugikan diri sendiri.

1. Menyadari bahwa setiap manusia itu berbeda

Cara mengatasi rasa iri pertama, yakni menyadari bahwa setiap manusia itu berbeda. Ketika kamu iri dengan pencapaian orang lain, kamu harus memahami bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan yang berbeda. 

Kalau si dia bisa lebih dalam hal A, bisa jadi dia lemah dalam hal B. Sementara kamu sendiri bisa saja ahli dalam hal B, tapi kurang menguasai hal A. Jika kamu bisa memahami hal yang satu ini, kamu akan lebih mudah mengelola perasaan iri sehingga tidak akan merugikan dirimu sendiri. 

2. Gali lebih dalam kelebihanmu

Ketika hal yang membuatmu iri adalah pengakuan orang lain, maka kamu perlu untuk menggali kelebihan dan potensi yang kamu miliki dengan lebih dalam lagi.

Jika kamu berhasil mengoptimalkan kemampuan dan mendapatkan hasil yang bisa dilihat oleh orang lain, kemampuan dan kelebihanmu itu bisa diakui oleh orang lain dan menjadi sesuatu yang khas tentang dirimu sendiri. 

Walaupun sebenarnya, kelebihan dan kemampuan diri sendiri tidak selalu membutuhkan pengakuan. Tapi tidak sedikit pula orang yang menginginkan sebuah pengakuan dan apresiasi tentang kelebihan dan keberhasilannya. 

3. Cari lingkungan yang mendukung

Selain kedua hal di atas, cara mengatasi rasa iri selanjutnya ialah melalui lingkungan yang mendukung. Jika kamu sudah berusaha untuk berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain, namun kamu masih berada pada lingkungan yang senang membandingkan, usahamu tidak ada artinya. 

Kamu seolah membuang waktu dengan percuma dan membuat perjuanganmu menjadi sia-sia. Ingat, lingkungan termasuk faktor yang sangat penting yang mempengaruhi bagaimana otakmu memandang dan memberikan sudut pandang terhadap sebuah hal. 

Kalau lingkunganmu masih terus menbenarkan perbandingan, maka kamu perlu mencari lingkungan lain yang menghargai perbedaan. 

4. Jangan memaksakan diri

Jangan memaksakan diri juga bisa menjadi alternatif atau cara baik untuk mengatasi rasa iri hati. Kamu perlu menghindari perilaku memaksa diri untuk meraih sesuatu. Memang, kamu membutuhkan motivasi yang kuat untuk meraih apa yang kamu inginkan. Tapi bukan berarti kamu bisa tidak menghargai usaha yang telah kamu lakukan. 

Sekuat apa pun kamu berusaha menjadi seperti orang lain versi terbaik dalam dirimu, hasilnya tidak akan pernah sama. Tuhan punya cara sendiri untuk mengangkat derajat setiap manusia. Jadi, jangan lagi memaksakan diri untuk tampil seperti orang lain. Kamu adalah kamu. Jika kamu punya tekad yang kuat, orang lain bisa melihat apa yang kamu milikj dan sudah berhasil kamu raih. 

5. Mensyukuri dan mengapresiasi diri sendiri

Jangan terus-terusan membawa tubuhmu berlari. Sesekali, kamu harus melembutkan hati dan mensyukuri segala hal yang sudah Tuhan beri. Salah satunya adalah kekuatanmu yang sudah mampu bertahan sejauh ini. Tidak mudah memang, tapi kamu bisa. 

Sesekali juga, apresiasi diri sendiri. Jangan terus menuruti pandangan dan tuntutan orang. Dirimu sendiri juga memiliki hak untuk beristirahat, terutama adalah berbahagia. Bagaimana bahagia versimu? Lakukanlah.

Itu dia 5 cara mengatasi rasa iri hati agar tak merugikan diri sendiri. Coba yuk!

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak