facebook

Jarang Disadari, Ini 4 Sisi Buruk dari Sikap Perfeksionis

oce blue
Jarang Disadari, Ini 4 Sisi Buruk dari Sikap Perfeksionis
Ilustrasi wanita perfeksionis (Unsplash.com)

Seorang perfeksionis tidak bisa dilihat secara langsung jika dia memiliki seorang perfeksionis. Atau mungkin diri sendiri juga salah satunya. Terkadang mereka bersikap perfeksionis dikarenakan takut dengan penolakan atau ketidaksetujuan orang lain. Tapi harus kamu ketahui bahwa sikap perfeksionis juga memiliki sisi negatifnya. 

Berikut ini ada empat sisi buruk dari sikap perfeksionis. Simak baik-baik, ya.

1. Mengakibatkan kecemasan

Seorang perfeksionis cenderung menuntut dirinya untuk melakukan semuanya dengan baik dan memiliki standar yang cenderung tinggi. Saat mereka takut jika tidak bisa menyelesaikannya sesuai dengan standar mereka, atau memang kenyataannya demikian, pada akhirnya mereka akan mengalami kecemasan.

Bahkan bisa menyebabkan depresi. Untuk kamu yang memiliki sikap demikian, sadarilah bahwa tidak harus selalu menjadi yang terbaik, tapi lakukan yang terbaik semampumu. Jangan terlalu keras kepada diri sendiri. 

2. Mudah merasa lelah

Kelelahan yang mereka rasakan bukan hanya bersumber dari aktivitas fisik, tapi juga pikiran berat yang selalu mereka miliki. Karena tuntutan dirinya sendiri untuk selalu sempurna, mereka menjadi kelelahan secara mental.

Pada akhirnya, mereka menjadi sering menunda pekerjaan dan tidak produktif. Beri jeda untuk mengistirahatkan segala lelahmu. Jangan selalu menginginkan hal yang memang tidak bisa kamu lakukan. 

3. Sulit merasa tenang

Ketika selesai mengerjakan suatu hal dengan usaha terbaik mereka, masih ada lagi hal yang mereka khawatirkan. Seperti pendapat orang lain mengenai dirinya baik atau buruk.

Oleh karena itu, seakan tidak ada waktu santai untuk mereka. Selalu ada hal yang seakan mengejar mereka menuntut kesempurnaan. Apapun yang dikatakan orang lain, selama itu baik dan kamu melakukannya dengan baik, omongan mereka bukan hal yang harus kamu pusingkan. 

4. Hubungan yang kurang baik

Seorang perfeksionis memang cenderung menginginkan sesuatu yang paling baik. Namun, terkadang hal ini membuat hubungan yang mereka miliki kurang baik. Entah itu pertemanan atau dengan pasangan.

Saat pasangannya berbuat kesalahan, seorang perfeksionis mudah tersulut emosi dan pada akhirnya timbul suatu pertengkaran. Hal yang harus kamu ketahui bahwa tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Jadi wajar saja jika terkadang mereka berbuat kesalahan. 

Suatu hal yang sangat baik memang baik, tapi tidak selalu. Jika kita terus-terusan menginginkan hal yang selalu sempurna, kita tidak bisa melihatnya dari berbagai perspektif.

Nah, itulah keempat sisi buruk dari sikap perfeksionis. Jalani hidupmu dengan enjoy tanpa harus menuntut banyak keharusan. 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak