facebook

5 Hal yang Orang Lain Tidak Perlu Tahu, Cukup Simpan untuk Diri Sendiri

Zahrin Nur Azizah
5 Hal yang Orang Lain Tidak Perlu Tahu, Cukup Simpan untuk Diri Sendiri
Ilustrasi rahasia (Pexels.com/Sound On)

Tidak semua yang terjadi dalam hidup bisa diceritakan kepada orang lain. Ada sebagian yang harus disimpan dan tidak perlu orang lain tahu, bahkan orang terdekat sekalipun.

Sayangnya, tidak sedikit orang-orang yang membagikan ceritanya ke media sosial. Alih-alih mendapat perhatian positif, justru yang didapatkannya adalah komentar negatif bahkan bisa saja mendapatkan hujatan.

Untuk itulah kita harus pandai dalam menjaga rahasia pribadi kita. Tidak peduli itu adalah hal yang menyenangkan bagi kita, namun bisa beda lagi jika orang lain yang mengetahuinya. Bisa jadi orang tersebut akan merasa iri dan kemungkinan terburuknya dia malah berbalik mengancam kita.

Oleh karena itu, kamu harus tahu hal-hal apa saja yang harus tetap disimpan dan dijaga sebagai rahasia untuk diri sendiri. Berikut ini lima hal yang orang lain tidak perlu tahu dan cukup disimpan untuk diri sendiri saja, 

1. Masalah keluarga

Masalah dalam keluarga sebaiknya jangan pernah diceritakan pada orang lain. Karena kita tidak tahu niat orang lain seperti apa. Bukannya membantu malah yang ada ikut campur dan menambah kekeruhan masalah dalam keluarga.

Selain itu, menceritakan permasalahan dalam keluarga kepada orang lain belum tentu mereka akan memberikan solusi. Bukannya memberikan jalan keluar, malah yang ada balik menceritakannya pada orang lain. Kalau sudah seperti itu namanya bukan lagi rahasia. 

2. Gaji dan masalah keuangan

Mendapat gaji yang tinggi merupakan impian bagi banyak orang. Sangat beruntung sekali jika kamu termasuk dalam golongan tersebut. Tentu saja hal ini akan membuat orang lain iri, tidak peduli itu teman atau bahkan keluarga sendiri. Jadi sebahagia apapun dirimu jangan pernah keceplosan menyebut angka gajimu ya.

Selain gaji, masalah keuanganmu jangan pernah sampai orang lain tahu. Pasalnya, itu bisa saja mengundang orang lain berbuat jahat seperti penipuan, perampokan, dan bentuk kejahatan lainnya. Jadi, sebaiknya jangan pernah membocorkan masalah keuanganmu ya. 

3. Kebaikan yang pernah dilakukan

Segala kebaikan yang pernah dilakukan pasti akan tercatat sebagai amal kebaikan juga. Namun, beda lagi jika hal itu malah diumbar ke banyak orang. Yang ada malah mengundang rasa sombong pada diri sendiri dan juga rasa dengki dari orang sekitar. Cukup kita dan Tuhan saja yang tahu perbuatan baik kita dan tidak perlu sampai orang lain mengetahuinya. 

4. Keburukan orang lain

Sepertinya banyak diantara kita yang masih sering membicarakan keburukan orang lain. Bukan karena kehabisan bahan pembicaraan, namun topik yang seperti ini sering terasa menyenangkan untuk dibicarakan.

Kalau kamu termasuk dalam kategori tersebut, lebih baik berhenti mulai dari sekarang. Jangan pernah lagi membicarakan dan menyebarkan keburukan serta aib orang lain. Karena kita sendiri tidak tahu kebenarannya seperti apa dan tidak pernah melihatnya secara langsung.

Selain itu, melakukan hal tersebut juga membuat citra diri menjadi buruk dan akan dicap sebagai tukang gosip atau pembual. 

5. Tujuan dan rencana hidup

Membicarakan tujuan, rencana, atau target hidup pada orang lain memang bukan hal yang buruk. Namun tidak semua orang bisa memberikan reaksi yang positif seperti yang diharapkan. Bisa jadi mereka malah akan meremehkan atau menjatuhkan kemampuan kita.

Jadi, apapun rencana dan tujuanmu untuk ke depannya catat saja untuk diri sendiri. Tidak perlu orang lain tahu. Biarkan orang lain melihat dan kagum dengan hasilnya, karena tidak semua orang bisa menghargai prosesnya.

Selain lima hal di atas, masih ada lagi beberapa hal yang sebaiknya disimpan untuk diri sendiri saja dan orang lain tidak perlu sampai tahu. Jadi, lebih bijaklah dalam memilih bahan pembicaraan dengan orang lain dan jangan sampai membicarakan hal yang orang lainpun sebenarnya tidak ingin mengetahuinya.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak