Lifestyle
Pernah Mengalami Shock Culture saat Kuliah? Coba 4 Hal Ini!
Menjadi mahasiswa baru seperti memasuki lorong masa depan. Tidak semua yang menjadi mahasiswa baru merasakan perasaan tertantang, penasaran dan suka akan hal baru. Tidak sedikit dari mahasiswa baru yang belum selesai dengan dirinya.
Mereka mahasiswa baru rentan mengalami gejala shock culture atau gegar budaya. Gegar budaya ini terjadi karena beberapa hal. Gegar budaya ini bisa disebabkan karena lingkungan atau kampus yang berbeda kebudayaan dari masa sekolah dulu. Baik dari sisi bahasanya, kebiasaannya, makanan dan kulinernya dan aneka faktor internal lain.
Gegar budaya ini juga bisa timbul karena salah jurusan. Jurusan yang diambil mahasiswa sering tidak sesuai dengan pilihan hatinya. Ini terjadi karena faktor ekonomi atau faktor internal keluarga yang mendorong mahasiswa atau mahasiswi memilih jurusannya. Faktor keterpaksaan ini sering membuat mahasiswa baru justru terjebak pada soal internal yang membuat dirinya mengalami gegar budaya.
Bila kamu mahasiswa baru dan mengalami gejala gegar budaya seperti di atas, ada baiknya Anda melakukan empat hal berikut:
1. Konsultasikan dengan Orangtua
Orangtua bukan hanya sosok yang menopang kita saat kita terpuruk. Orangtua juga memiliki pengalaman yang bisa kita ajak komunikasi bila kita mengalami shock culture di saat kita menjalani hari-hari pertama kuliah. Bermusyawarahlah, ajak mereka memahami dirimu dan yakinkan mereka bahwa pilihan dirimu adalah pilihan tepat. Tanpa komunikasi dengan orangtua mungkin masalahmu hanya akan menjadi milikmu sendiri dan bakal gak kelar entah sampai kapan.
2. Ajak Temanmu Berbagi
Pilihan studi di kampus tidak jarang berasal dari ajakan atau dorongan teman. Teman yang mengajak kita kuliah bareng bisa dijadikan teman curhat untuk mengatasi problema pertamamu saat kuliah. Jam kuliah yang tidak menentu, tugas dari dosen yang berjubel kadang membuat dirimu stress ringan. Bila masalah ini bisa kita bagi dengan teman, setidaknya kita bisa sedikit lega dan mengurai apa masalah kita satu per satu.
3. Tetap Positive Thinking
Saat kita mengalami gegar budaya, yang harus kita lakukan adalah keyakinan kita bahwa kita bisa mengatasinya. Salah jurusan, kesibukan kuliah hanya bagian kecil dari tantangan hidup itu sendiri. Memupuk pikiran yang positif akan menbuat pikiran kita tidak lekas stress dan tertantang untuk menyelesaikannya.
Gegar budaya tidak boleh dihadapi dengan pikiran negatif dan putus asa. Yakinlah jalan keluar masalah selalu ada bila kita mencarinya.
4. Tetap Pupuk Bakat dan Minatmu
Di Indonesia, pekerjaan yang didapat sering tidak linier dengan jurusan yang dipilih. Fenomena ini muncul karena kita sering salah jurusan. Fenomena ini juga membuat kita berpikir positif bahwa dunia tidak selalu sesuai dengan yang kita inginkan.
Salah satu cara agar kita tetap berani melangkah dan memeluk harapan adalah dengan mengembangkan bakat dan skill kita. Banyak orang gagal karena tidak sadar akan potensinya.
Dunia kampus adalah kawah candradimuka untuk memupuk dan mengembangkan bakat kita. Dengan begitu, gegar budaya bisa menjadi tahapan kecil dan bagian dari langkah sukses kita.
Jangan sampai shock culture menjadi penghambat kita menuju tangga kesuksesan!.