Sosiopat atau Psikopat, Mana yang Lebih Berbahaya?

Hernawan | Aditya Prayogi
Sosiopat atau Psikopat, Mana yang Lebih Berbahaya?
ilustrasi manipulatif (pixabay/Sammy-Sander)

Kita mungkin mendengar seseorang menyinggung soal perilaku sosiopat dan psikopat di film bertajuk kriminal dan pembunuhan. Tetapi apakah arti sebenarnya dari makna kata tersebut?

Kita mungkin kesulitan mengetahui perbedaan pasti antara sosiopat dan psikopat, seperti dilansir dari webmd, para dokter tak bisa melakukan diagnosis secara resmi terhadap seseorang yang mengidap perilaku sosiopat atau psikopat. Tetapi, mereka dapat memasukan kepribadian ini ke dalam kategori Antisocial Personality Disorders (ASPD).

Kebanyakan ahli percaya bahwa psikopat dan sosiopat memiliki sifat yang sama. Orang-orang seperti ini sangat sulit membedakan antara benar dan salah. Mereka juga sama-sama tampak tak memahami atau berbagi perasaan dengan orang lain. Tetapi, di antara keduanya masih terdapat perbedaan yang menyolok.

1. Ada tidaknya kesadaran penuh atas tindakan mereka

ilustrasi lelaki (pixabay/RyanMcguire)
ilustrasi lelaki (pixabay/RyanMcguire)

Perbedaan yang cukup menyolok antara sosiopat dan psikopat adalah ada tidaknya kesadaran penuh atas tindakan mereka. Biasanya hati nurani manusia akan memberitahu dirinya bahwa tindakan apapun yang melanggar ketentuan tertentu, perintah, dan norma adalah perbuatan salah. 

Misal, jika kebanyakan perampok bersenjata masih ada kemungkinan ragu atau merasa sangat terpaksa membunuh orang lain, bila tak dikasih uang. Hal sebaliknya tak berlaku pada psikopat, mereka bisa saja berlagak ragu atau terpaksa, tetapi hanya untuk berpura-pura. Mereka belajar mengamati, bukan merasai.

Sementara itu, sosiopat masih terbilang memiliki hati nurani atau kesadaran penuh atas tindakannya, hanya saja sedikit sekali. Mereka sadar bahwa merampok uang adalah perbuatan yang salah, bahkan mereka bisa saja merasa bersalah atau sedih. Tetapi, mereka tidak akan pernah merasa insaf atau taubat.

Keduanya sama-sama kurang berempati dengan orang lain, memiliki kemampuan dalam berpura-pura atau sedikit sekali merasakan hal yang dirasakan orang lain, serta bisa bertindak dan berbaur selayaknya manusia pada umumnya. Menurut Aaron Kipnis, PhD, selaku penulis The Midas Complex. Seseorang dengan tipe kepribadian ini melihat orang lain sebagai objek yang dapat mereka gunakan untuk keuntungan dan kepentingan pribadi.

2. Tidak melulu membunuh orang lain dan terlibat kriminal

Ilustrasi marah (freepik.com/tirachardz)
Ilustrasi marah (freepik.com/tirachardz)

Dalam film dan acara TV, sosiopat dan psikopat biasanya adalah penjahat yang membunuh atau menyiksa orang yang tidak bersalah. Dalam kehidupan nyata, beberapa orang dengan gangguan kepribadian antisosial ini bisa melakukan kekerasan, tetapi kebanyakan tidak. Sebaliknya mereka biasa memanipulasi dan berperilaku nekat untuk mendapatkan hal yang mereka inginkan.

3. Perwatakan

ilustrasi teriak (pixabay/olichel)
ilustrasi teriak (pixabay/olichel)

Tidak mudah mendapati seseorang mengidap gangguan mental ini. Mereka bisa saja adalah orang yang cerdas, menawan, dan pandai meniru emosi orang lain. Mereka bisa saja berpura-pura tertarik padamu, tetapi pada kenyataannya, mereka tidak peduli.

Mereka yang memiliki kepribadian psikopat dijuluki sebagai orang “berhati dingin” dan penuh perhitungan. Mereka dengan hati-hati merencanakan tiap gerakan mereka dan menggunakan agresi dengan cara yang terencana untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. 

Sementara sosiopat akan jelas mengatakan bahwa ia sama sekali tak tertarik dengan orang lain, hanya mementingkan diri sendiri. Mereka akan selalu menyalahkan orang lain dan beralasan bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan adalah benar. Kepribadian ini cenderung bertindak tanpa memikirkan akibat atau konsekuensi apapun.

Itulah tadi perbedaan sosiopat dan psikopat, sama-sama berbahaya dan memiliki kecakapan dalam memanipulasi orang lain. 

https://www.webmd.com/mental-health/features/sociopath-psychopath-difference

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak