3 Cara Menabung dari Zaman Dulu yang Masih Efektif Diterapkan saat Ini

Hayuning Ratri Hapsari | SYIFA FAUZIA
3 Cara Menabung dari Zaman Dulu yang Masih Efektif Diterapkan saat Ini
Ilustrasi menabung (Pexels.com/JD 'S)

Di dalam keluarga, orang tua kita pasti mengajarkan kita agar selalu berhemat dengan menyisihkan sebagian uang jajan untuk ditabungkan. Berbeda dengan zaman sekarang yang serba pakai aplikasi, cara menabung zaman dulu lebih sederhana dan cukup berisiko.

Namun, karena dinilai masih efektif untuk membantu mengatur keuangan keluarga, ternyata masih ada beberapa cara menabung dari zaman dulu yang hingga kini masih diterapkan di lingkungan sekitar kita. Yuk, simak satu per satu penjelasan di bawah ini.

1. Menabung di sekolah

Tak hanya di rumah, di sekolah kitapun juga diajarkan menabung oleh guru. Dengan menggunakan buku tabungan saku, guru atau petugas administrasi di sekolah mendata uang tabungan kita.

Jadi, setiap kali selesai menabung kita bisa langsung tahu berapa jumlah uang tabungan kita. Sampai sekarang pun di sekolah-sekolah masih diterapkan sistem menabung yang seperti ini. 

Jika menabung di sekolah, biasanya hasil tabungan yang terkumpul baru boleh diambil ketika menjelang libur sekolah atau setahun sekali. Jadi, tidak bisa sewaktu-waktu dapat kita ambil.

Sistem pengambilan tabungan yang hanya dilakukan satu tahun sekali ini memudahkan para siswa atau orang tua untuk mengatur tujuan dalam menabung. Bisa dipakai untuk dana pendidikan tahun ajaran yang akan datang, atau digunakan untuk liburan kenaikan kelas. 

2. Masukkan ke dalam celengan

Cara menabung yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi untuk kita. Secara turun temurun, celengan sudah menjadi salah satu tool wajib dimiliki seorang anak yang ingin belajar menabung.

Menyisihkan uang jajan untuk di masukkan ke dalam sebuah celengan lucu bisa dijadikan habit untuk mulai hidup hemat. Sudah pasti, bagian yang paling menyenangkan dari menabung di celengan adalah ketika kita mengeluarkan uang dari dalamnya.

Perasaan berdebar bercampur penasaran dengan jumlah uang di dalamnya menjadikan pengalaman membuka celengan semakin menyenangkan. 

3. Koperasi

Di zaman sekarang, menabung di koperasi mungkin terkesan kuno, tapi realitanya masih banyak orang-orang di sekitar kita yang menabung di koperasi.

Menabung di koperasi sebenarnya tidak jauh beda dengan menabung di bank, hanya saja pajak yang dikenakan lebih kecil dibandingkan dengan di bank.

Bunga yang di berikan koperasi untuk para anggota pun biasanya lebih besar dari pada bank. Poin yang terpenting, pastikan kita menabung di koperasi yang sehat dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan Koperasi ya. 

Sebenarnya masih banyak cara-cara menabung yang sering digunakan orang zaman dulu, seperti menyelipkan uang di dalam lipatan peci, menaruh di sela halaman buku, juga di bawah bantal atau kasur. Tapi menyisihkan uang dengan cara-cara tersebut sangat berisiko, karena selain uangnya bisa rusak, juga bisa hilang. 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak