Lifestyle

8 Penyebab Wanita Usia 40-an Mengalami Depresi, Salah Satunya Gejala Perimenopause

8 Penyebab Wanita Usia 40-an Mengalami Depresi, Salah Satunya Gejala Perimenopause
Ilustrasi wanita dan pasangan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Mencapai usia 40-an adalah fase hidup yang penuh tantangan bagi seorang wanita. Meskipun banyak aspek positif dalam menghadapi usia ini, beberapa wanita pasti akan mengalami tantangan kesehatan mental seperti depresi.

Ada beberapa penyebab mengapa wanita yang berusia 40-an tahun lainnya mengalami depresi di usia ini. Berikut, delapan variabel paling umum yang menjadi penyebabnya. Dilansir dari Yourtango, simak artikelnya di bawah ini, ya. 

1. Mengalami perimenopause

wanita paruh baya (freepik.com/freepik)
Ilustrasi wanita paruh baya (freepik.com/freepik)

Perimenopause adalah transisi yang dialami wanita saat akan memasuki masa menopause. Pada periode ini, kamu dapat mengalami beberapa gejala, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur dan berkurangnya kesuburan.

Selain itu, juga terjadi perubahan hormonal yang dapat mempengaruhi suasana hati dan emosi, sehingga hal ini dapat menimbulkan gejala depresi.

Pada masa ini juga terjadi penurunan testosteron yang berarti menurunnya gairah seks pada wanita. Hal ini akan membuat kamu akan lebih jarang melakukan hubungan seks bersama pasangan.

2. Terjadi perubahan fisik dan citra tubuh

ilustrasi tubuh wanita (unsplash.com/Fuu J)
Ilustrasi tubuh wanita (unsplash.com/Fuu J)

Pada usia ini perubahan fisik yang dialami dapat mempengaruhi citra tubuh wanita. Kerutan di wajah juga semakin terlihat. Ketidakpuasan terhadap penampilan fisik bisa menyebabkan penurunan rasa percaya diri, sehingga perubahan tersebut dapat memicu depresi, lho.

3. Penyesalan dalam mengasuh anak

ilustrasi anak dan ibu (unsplash.com/Bence Halmosi)
Ilustrasi anak dan ibu (unsplash.com/Bence Halmosi)

Pada tahap ini, kamu akan mulai merasakan penyesalan dalam mendidik anak. Mungkin karena kesibukan kerja yang padat di masa lalu, membuat kamu tidak punya waktu untuk mengurus anak-anak, sehingga ketika mereka dewasa, hubunganmu terasa renggang. Penyesalan inilah yang menimbulkan depresi atau kekhawatiran.

4. Penyesalan menjadi ibu rumah tangga

ilustrasi wanita depresi (pexels.com/Alexander Dummer)
Ilustrasi wanita depresi (pexels.com/Alexander Dummer)

Di usia ini, beberapa dari wanita yang memilih menjadi ibu rumah tangga akan cenderung melakukan introspeksi terhadap tujuan hidup mereka, termasuk pilihan menjadi ibu rumah tangga.

Ada momen kamu merindukan dirimu yang dulu sibuk bekerja. Bahkan penyesalan tentang beberapa mimpi yang harus terpendam dikarenakan memilih fokus mengurus rumah.

Hal ini akan memicu depresi dan menganggap diri yang sekarang lebih buruk dari pada sebelumnya. Ingin kembali memulai karier pun terasa sulit atau tidak mungkin karena sudah bertahun-tahun berada di rumah.

5. Penyesalan berkarier

ilustrasi wanita bekerja (unsplash.com/LinkedIn Sales Solutions)
Ilustrasi wanita bekerja (unsplash.com/LinkedIn Sales Solutions)

Di sisi lain, ada banyak wanita yang merasa bahwa mereka menghabiskan terlalu banyak waktu untuk karier mereka dan rindu menghabiskan waktu bersama anak-anaknya.

Karena kesibukan bekerja, mereka kehilangan tahun-tahun emas pertumbuhan anak yang tidak akan pernah bisa terulang kembali.

6. Kesedihan tentang pertumbuhan anak

ilustrasi wanita bersama keluarga (pexels.com/Gustavo Fring)
Ilustrasi wanita bersama keluarga (pexels.com/Gustavo Fring)

Tumbuh kembang anak adalah hal yang sensitif bagi banyak wanita. Melihat anak yang dulunya lahir kini menjadi dewasa membuat beberapa wanita mengalami depresi.

Apalagi wanita yang memandang fase anak-anak sebagai masa-masa penting dalam hidup mereka yang selalu dinantikan.

Beberapa wanita menganggap tahap ini penuh dengan kesedihan, karena anak-anak nantinya akan memiliki kehidupan sendiri dan sudah tidak bergantung dengan ibunya.

7. Masalah orang tua dan anak

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Seiring bertambahnya usia, orang tua juga akan semakin menua dan membutuhkan perawatan. Di fase ini, banyak wanita mendapati dirinya terjebak mengambil peran sebagai pengasuh orang tua lanjut usia, sementara juga masih harus mengasuh anak-anak yang remaja dan suami.

Hal ini dapat membuat mereka merasa terjebak dan kesal. Beban emosional dan fisik dari tanggung jawab ganda ini akhirnya dapat menyebabkan stres kronis dan gejala depresi.

8. Masalah pernikahan

ilustrasi wanita dan pasangan (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Ilustrasi wanita dan pasangan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Di usia ini, kamu akan memandang pernikahan secara objektif. Beberapa wanita mungkin dulunya bertahan dengan hubungan pernikahan yang toxic demi menjaga keutuhan keluarga atau karena anak-anaknya masih kecil.

Namun, di usia ini, ketika anak-anak sudah dewasa, banyak masalah yang dulu dikesampingkan selama masa muda mulai menjadi semakin jelas. Ada banyak wanita yang tidak bahagia dengan pernikahannya dan mulai bertanya-tanya akan kebahagiannya. 

Depresi di usia 40-an bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Maka dari itu, penting bagi wanita di usia ini untuk mengenali gejala depresi dan mencari dukungan kesehatan mental yang diperlukan untuk menjalani fase hidup di usia ini dengan baik. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke psikolog jika merasa tekanan depresimu sudah sangat menganggu. 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda