Huawei kembali menunjukkan keseriusannya di pasar smartphone lipat lewat kehadiran HUAWEI Mate X7. Ini bukan sekadar penerus generasi sebelumnya, melainkan evolusi yang terasa nyata di hampir semua aspek.
Setelah sebelumnya membawa lini foldable ke Indonesia, kali ini Huawei menghadirkan perangkat yang benar-benar diposisikan sebagai flagship premium. Fokusnya jelas, desain makin matang, durabilitas meningkat, dan kamera yang diklaim sebagai yang terbaik di kelas foldable.
Lalu, apakah Mate X7 hanya sekadar mahal dan mewah, atau memang benar-benar pantas disebut sebagai salah satu foldable terbaik saat ini? Mari kita bahas dari awal.
Begitu digenggam, Mate X7 langsung memberi kesan premium. Bodinya terasa tipis dan solid, dengan ketebalan hanya 4,5 mm saat dibuka dan 9,5 mm saat dilipat. Bobotnya berada di kisaran 240 gram, yang untuk ukuran foldable layar besar masih tergolong wajar dan seimbang.
Huawei menawarkan beberapa opsi warna elegan dengan material vegan leather maupun tekstur woven khusus. Frame metal glossy menambah kesan flagship, sementara modul kamera berukuran besar menjadi pusat perhatian di bagian belakang. Desain ini bukan sekadar estetika, tapi juga penegasan bahwa sektor kamera adalah nilai jual utama.
Menariknya, Mate X7 sudah mengantongi rating IP58 dan IP59. Artinya, selain memiliki perlindungan terhadap debu, perangkat ini juga tahan rendaman air hingga 2 meter selama 30 menit serta semprotan air bertekanan tinggi bersuhu panas. Untuk sebuah foldable, ini jelas peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya yang hanya mengandalkan IPX8.
Saat dibuka, pengguna disambut layar OLED 8 inci dengan refresh rate adaptif hingga 120 Hz. Resolusinya tinggi dan tampilannya tajam, didukung tingkat kecerahan yang sangat memadai untuk penggunaan indoor maupun outdoor. Mode warna tersedia dalam opsi normal yang mendekati sRGB serta vivid yang lebih kaya warna untuk konsumsi konten.
Huawei juga meningkatkan struktur layar dengan lapisan carbon fiber support, ultra-thin glass impact resistant, dan lapisan pelindung tambahan berbasis fluida khusus. Klaimnya, ketahanan terhadap tekukan dan benturan meningkat dibanding generasi sebelumnya.
Bagian engsel juga terasa lebih matang. Sensasi membuka layar terasa ringan dengan efek seperti pegas, tetapi tetap kokoh saat digunakan dalam berbagai sudut. Huawei menyebut engsel ini sudah lolos uji lipat hingga satu juta kali. Lipatan di tengah memang masih ada, tetapi hanya terlihat pada sudut cahaya tertentu dan tidak mengganggu pengalaman penggunaan sehari-hari.
Cover screen berukuran 6,49 inci juga terasa nyaman. Rasio yang lebar membuat pengalaman saat dilipat tetap seperti menggunakan smartphone biasa, tidak sempit atau memanjang berlebihan.
Di sektor dapur pacu, Mate X7 menggunakan Kirin 9030 Pro dengan RAM 16 GB dan pilihan penyimpanan hingga 1 TB. Skor benchmark menembus angka 1,8 juta di AnTuTu, yang menempatkannya di kelas flagship. Memang belum menjadi yang paling tinggi di pasaran, tetapi untuk penggunaan sehari-hari dan gaming berat, performanya tetap sangat mumpuni.
Game seperti Mobile Legends bisa berjalan stabil di 90 fps, sementara Genshin Impact mampu dimainkan di setelan tinggi 60 fps dengan suhu yang relatif terkontrol. Sistem pendingin vapor chamber besar membantu menjaga stabilitas performa.
EMUI 15 sudah dioptimalkan untuk layar lipat. Fitur live multitasking memungkinkan tiga aplikasi berjalan bersamaan dalam satu layar. Aktivitas produktivitas seperti membuka dokumen sambil video call dan browsing terasa jauh lebih nyaman dibanding smartphone biasa.
Sektor kamera menjadi pembeda utama Mate X7. Kamera utamanya 50 MP dengan aperture variabel f/1.49 hingga f/4.0 dan sensor besar 1/1.28 inci. Dynamic range yang luas membuat hasil foto tetap detail baik di area terang maupun gelap.
Ultra-wide 40 MP dan telefoto makro 50 MP melengkapi pengalaman fotografi. Zoom optik 3,5x memang sedikit turun dari generasi sebelumnya, tetapi kualitasnya meningkat dengan bukaan lebih besar sehingga hasil foto terasa lebih natural dengan bokeh yang halus.
Yang menarik adalah keberadaan True to Color Camera 2.0 yang membantu akurasi warna lebih presisi. Hasil foto terlihat mendekati warna asli tanpa berlebihan. Baik di kondisi terang maupun low light, Mate X7 mampu menghasilkan foto yang tajam, bersih, dan konsisten. Untuk video, perekaman hingga 4K 60 fps tersedia di hampir semua kamera.
Memang belum ada dukungan 8K dan stabilisasi low light masih bisa ditingkatkan, tetapi secara keseluruhan sistem kameranya terasa paling matang di kelas foldable saat ini.
Mate X7 dibekali baterai 5.600 mAh. Dalam pengujian pemutaran video, daya tahannya sangat impresif, bahkan mendekati 28 jam di cover screen. Untuk gaming dan media sosial, konsumsi daya masih tergolong efisien.
Pengisian daya 66W mampu mengisi 0–50% dalam 20 menit dan penuh dalam waktu kurang dari satu jam. Wireless charging 50W juga tersedia, sesuatu yang jarang ditemui di foldable.
HUAWEI Mate X7 adalah foldable yang terasa semakin matang. Desainnya mewah, engselnya solid, layarnya cerah dan kuat, baterainya awet, dan kameranya benar-benar menjadi nilai jual utama. Memang masih ada kompromi seperti belum adanya 5G dan layanan Google yang tidak native, tetapi dari sisi hardware, Huawei menunjukkan keseriusan luar biasa.
Bagi yang mencari smartphone lipat dengan kualitas kamera terbaik dan pengalaman flagship premium, Mate X7 adalah salah satu kandidat paling kuat di tahun ini.