Lifestyle
DIY Kalung Makrame untuk Anabul: Modal 25 Ribu, Hasilnya Mewah!
Kegiatan ini saya lakukan saat menjalani masa magang di Pematangsiantar. Salah satu staf laboratorium tempat saya magang memiliki usaha kerajinan tangan berbasis makrame. Mereka biasa membuat gelang, tas, hingga berbagai aksesoris handmade dari benang.
Karena lokasi magang kami di Marihat cukup jauh dari pusat kota, kami sering merasa bosan. Jadi ketika diajak mencoba membuat kerajinan tangan, saya dan beberapa teman langsung tertarik. Suatu sore, kami berkunjung ke rumah beliau—Pak Rivel—yang menjalankan usaha tersebut bersama istrinya.
Di sana, kami dikenalkan dengan makrame, yaitu teknik merangkai benang menggunakan simpul-simpul tertentu tanpa jarum. Benang diikat pada penyangga seperti kayu atau besi, lalu dijulurkan ke bawah dan disusun mengikuti pola. Sekilas, prosesnya mirip seperti mengepang rambut, tapi sebenarnya butuh ketelitian dan konsistensi.
Saat diminta memilih apa yang ingin dibuat, saya langsung teringat anabul saya di rumah. Akhirnya saya memilih membuat kalung anjing, sementara teman-teman lain memilih membuat gelang dan gantungan kunci yang polanya lebih sederhana.
Cara Membuat Kalung Makrame untuk Anabul

Secara sederhana, proses membuat kalung makrame dimulai dari memasang beberapa helai benang pada batang penyangga menggunakan simpul dasar. Setelah itu, benang disusun dan disimpul berulang mengikuti pola (biasanya simpul dasar seperti square knot).
Panjang kalung dibentuk dengan mengulangi pola tersebut hingga sesuai ukuran leher hewan. Di bagian akhir, dipasang ring besi sebagai pengait, lalu sisa benang dirapikan agar kuat dan tidak mudah lepas.
Tantangannya ada di pola. Bagi pemula, salah satu simpul saja bisa bikin hasilnya berubah dan cukup sulit diperbaiki tanpa mengulang. Apalagi saya memilih model kalung yang lumayan kompleks dibanding teman-teman saya.
Menariknya, kegiatan seperti ini juga dikenal sebagai stress relief. Studi dalam British Journal of Occupational Therapy menyebutkan bahwa aktivitas kerajinan tangan dengan gerakan berulang dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati karena membuat kita lebih fokus pada momen saat ini.
Kami mulai sekitar pukul 10 pagi, dan tanpa terasa selesai pukul 5 sore. Capek? Banget. Tapi juga seru. Berkali-kali saya salah langkah, bahkan hasilnya tidak terlalu rapi. Tapi tetap saja, melihatnya jadi sebuah kalung utuh memberikan kepuasan tersendiri. Ini juga tidak terlepas dari bantuan Pak Rivel yang sudah berbaik hati mau mengajari kami secara gratis.
Sebelumnya saya juga sudah memastikan ukuran leher anjing saya. Lucunya, saat saya memilih benang warna pink, Pak Rivel dan semua teman saya ngakak karena taunya anjing saya ini jantan tapi kok memilih warna pink. Saya cuma jawab, karena kalung sebelumnya juga pink.
Akhirnya, kalung itu selesai juga. Saat saya mencobakannya ke anabul saya, ternyata pas. Rasanya senang banget.
Dari segi biaya, membuat kalung makrame juga tergolong terjangkau. Benang wol hanya Rp20.000 lalu pengait besi mungkin Rp5.000, kita sudah bisa menghasilkan aksesoris handmade yang unik dan bernilai.
Dari pengalaman ini, saya sadar bahwa kami benar-benar bisa seharian tanpa menyentuh ponsel karena fokus pada proses. Mungkin, di tengah kebiasaan kita yang sulit lepas dari gawai, makrame bisa jadi cara sederhana untuk rehat sejenak dan menghasilkan sesuatu yang bermakna. Siapa tahu mungkin kamu tertarik juga buat untuk anabul di rumah, gas aja cobain.